Shadow Queen

Shadow Queen
30. dia tewas ?


__ADS_3

Terlihat dua orang pemuda berjalan sambil menyusuri bibir pantai keduanya terlihat membawa jaring, pancing dan juga ember hendak menuju sebuah perahu yang tidak jauh dari mereka , keduanya terlihat saling berbincang sembari mendekat .


" Kau tahu kak, besok adalah ulang tahun ibu ! Ayo kita tangkap cumi besar untuk hadiahnya dan memanggangnya ! Aku yakin ibu pasti senang " seru pemuda yang lebih muda , laki laki itu membawa ember di tangan nya , terlihat pemuda itu tersenyum lebar sampai membuat gigi nya terlihat .


Laki laki yang di panggil kakak hanya tersenyum sembari mengusap pelan kepala sang adik .


" Ya , tapi jangan panggang hangus cumi nya " balas sang kakak .


" Apa yang kau tahu ,aku hanya sekali membuat nya hangus !!" Sahut nya dengan perasaan malu .


Keduanya sampai di dekat perahu ,tapi ada yang aneh dengan perahunya . Terlihat perahunya tampak bergoyang mencurigakan , itu bukan sebab ombak ,sang kakak yang menyadarinya segera menghentikan langkahnya dan menarik sang adik .


" Sshtt..."


" Kak ?"


" Diam , sepertinya ada seseorang di sana ! Berikan ember mu !"


Sang kakak mendekat dengan hati hati . Satu tangannya memegang ember dan satu nya lagi memegang pancingan untuk di jadikan senjata .


Laki laki muda yang berada di belakang juga tidak tinggal diam , pemuda itu ikut mendekat sambil membawa jaringnya .


Saat hendak berbalik menuju perahu yang lain tiba tiba saja sebuah benda tajam melesat menggores pipi sang kakak , laki laki itu membeku di tempatnya .


Sret


" Kak !!!" Sang adik mendekat dan terkejut melihat sang kakak terdiam , belum lagi melihat seorang gadis bersandar di dinding perahu dengan keadaan basah .


Gadis itu menatap tajam kearah keduanya , terlihat betul jika dia waspada dan terlihat ingin segera membunuh keduanya .


" Kak ! Apa yang terjadi !? Kenapa kau diam !?"


Laki laki muda itu terlihat khawatir , menatap sang kakak yang tidak bergerak sama sekali .


Zoya memaksakan diri untuk bangun , gadis itu mengambil pisau kecil di pahanya dan hendak melemparkan nya ke arah laki laki muda itu , tapi sayang pandangan Zoya mengelap hingga akhirnya gadis itu jatuh .


Bruk


.


.


.


Terlihat seorang pemuda sedang fokus menatap layar ponselnya , beberapa kali dia menggeser layar nya kemudian mendekatkan nya ke telinga .


" Kemana dia ? " Gumam Gibran terlihat sangat tidak tenang .


" Apa yang kau lakukan ? Bukan kah ketua memanggil mu ? Kenapa kau belum pergi ?" Dafa datang sambil memakan cemilan nya , pemuda itu terlihat santai dengan headphone di lehernya .


" Ku katakan ya , dia bisa mengamuk jika kau belum datang juga !" Tambah Dafa duduk sambil menatap tv .

__ADS_1


Gibran diam ,pemuda itu pergi berlalu begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun .


" Dasar , aku lebih kuat dari mu !" Degus Dafa


Gibran menghela nafas panjang ,pemuda itu terlihat lelah untuk memasuki ruangan di depannya , cukup lama dia berdiri di sana sampai seorang dari belakang menepuk bahu nya .


" Apa yang kau lakukan di sini ? Kenapa kau tidak masuk ?" Zyan yang ingin masuk berhenti ketika melihat Gibran berdiri mematung di depan pintu .


" Tidak ada , apa yang kau lakukan di sini ?"


" Memberikan laporan tentu saja , bagaimana apa kau menemukan nya ?"


" Tidak , lokasinya seakan hilang dan tidak tahu dimana ! Apa menurut mu dia tertangkap?"


" Dengan banyaknya racun milik nya , apa kau pikir dia akan tertangkap ?"


Gibran terdiam , dia baru ingat jika Zoya memiliki banyak racun dan juga gadis itu pintar dia tidak mungkin membiarkan dirinya tertangkap .


" Sudah ! Ayo masuk , dia akan kembali pasti itu "


Kedua laki laki itu masuk dan terlihat seorang pria dewasa duduk dengan angkuh dan jangan lupakan tatapan tajam nan dingin nya .


" Misi selesai ,tapi 05 tidak kembali " seru Zyan sambil menyerahkan kotak kecil .


" ,,,Dia tewas ?"


" Tidak , ! Tapi sepertinya dia salah langkah hingga musuh menanam kan chip pelacak di tubuhnya "


" Tidak , tapi ..."


Zyan menghentikan ucapan nya, laki laki itu melirik kearah Gibran yang diam di samping nya .


" Ada apa !?"


" Dia melompat ke laut ketika musuh mengepung nya " jawab Zyan


Seketika ruangan itu menjadi senyap , Gibran membulatkan matanya , tidak percaya dengan apa yang dia dengar .


" Gibran pergi lah ,Zyan kau tetap di sini "


" baik !"


Gibran mengepalkan tangannya , ingin sekali pemuda itu meninju wajah Zyan tapi apa boleh buat dia harus pergi sekarang .


setelah Gibran pergi Zyan mulai menceritakan nya , sedetail nya kecuali tentang kekasih nya .


" chip itu sepertinya pernah aku lihat , tapi dimana ya ?" gumam Zyan yang masih di dengar oleh Diego .


" pergilah ! kau tidak perlu terlalu memikirkan nya "


Zyan diam, pemuda itu terlihat ingin mengatakan sesuatu tapi dia urungkan dan pergi sesuai perintah .

__ADS_1


" hah.... kenapa roda takdir berputar seperti ini ?" gumam Diego merasa pusing dengan serangkaian hal yang terjadi .


bug


" apa ini ? " Zyan yang baru saja datang segera menangkis sebuah pukulan yang melesat , pemuda itu menatap sinis sang pelaku .


" kenapa kau tidak mengatakannya kepada ku ?!" seru Gibran dengan tatapan tajam nya .


Zyan menatap tajam Gibran , pemuda itu sepertinya sedang kehilangan akal sehat nya sekarang .


" tenang saja dia tidak mungkin mati , pasti seseorang menyelamatkan nya ."


" kenapa kau berpikir seperti itu ?! di saat kita tidak tahu di mana titik lokasinya !!" Gibran terlihat emosi , pemuda itu menarik kemeja Zyan .


" kau melacaknya ? bagaimana reaksinya saat tahu kau memasang GPS pada nya ?" bisik Zyan tepat di telinga Gibran .


Gibran tersentak , pemuda itu terdiam di tempatnya . Zyan yang melihat itu segera pergi sambil memperbaiki baju nya yang kusut akibat di cengkram Gibran .


" argh......!!! sialan !!" Gibran menjambak rambutnya sendiri , merasa frustasi dengan keadaan yang sekarang .


di tempat lain seorang gadis cantik terbaring di sebuah futon , di sampingnya seorang wanita tua duduk sambil mengelap tubuh sang gadis.


" Yuji !! " panggil wanita itu dan selang beberapa saat seorang pemuda datang menghampiri.


" ya , ibu ada apa ? " tanya Yuji mendekati sang ibu .


" di mana kakak mu ? apa dia masih marah ?"


Yuji tersenyum kecut mendengar pertanyaan sang ibu .


" haha... sepertinya dia masih marah , tapi tenang saja Bu aku akan membujuk nya !"


sang ibu menggelengkan kepalanya sembari mengusap pelan kepala putra keduanya .


" tidak apa apa , ayo panggil kakakmu kemari ! biarkan di menjaga gadis ini dan kita akan pergi ke pasar "


" woah ,,,baiklah !"


" kau sudah besar untuk apa bertingkah seperti bocah kecil ?!"


" bagaimana pun aku tetap bocah untuk mu ibu " seru Yuji dengan senyum lebarnya .


.


.


.


.


sedikit informasi (•‿•)

__ADS_1


Sederhananya, futon adalah alat tidur yang dibuat di lantai. Dalam bahasa Jepang, futon disebut juga dengan Shikibuton, yang artinya bantal yang diletakan (di lantai). Futon biasanya satu paket yang terdiri dari alas (Shikubuton) kasur yang terbuat dari kapas, selimut (Kakebuton) atau selimut biasa (Moku), dan bantal (Makura). Bantal futon biasanya diisi dengan biji kacang-kacangan atau busa biasa.


__ADS_2