Shadow Queen

Shadow Queen
05.Misi pertama


__ADS_3

di gelapnya malam seorang gadis terlihat berjalan tanpa suara di dalam hutan , gadis itu melompat dari pohon ke pohon untuk sampai di sebuah masion terbengkalai yang ada di tengah hutan .


krieet...


Zoya membuka pintu masion yang sepi , gadis itu menuju sebuah ruangan di lantai atas untuk menemui sang pemilik masion .


" ketua ! aku ingin mengambil misi !" ujar Zoya ketika telah sampai di depan pintu ruangan.


" ....... "


hening , tidak ada jawaban dari dalam , tapi Zoya tetap menunggu di depan ruangan itu.


" ketua aku akan mengambil misi ! tolong berikan aku misi " ucap Zoya lagi , masih berdiri tegap di depan pintu.


" ketua-


srak


sebuah kertas terselip di bawah pintu , Zoya mengambil nya dan membaca tulisan itu.


" jalan 3 blok 4 perumahan Lux


pria kepala botak dengan kalung emas "


" apa maksudnya? apa aku harus membunuhnya ? gumam Zoya


satu kertas kembali datang , Zoya mengambil nya dan membacanya lagi .


" bunuh dan buat seolah olah dia bunuh diri "


"bagaimana dengan hadiah nya ?" tanya Zoya


" 500 juta untuk kepalanya "


"baik akan ku lakukan ! tunggu lebar besok !" ujar Zoya pergi meninggalkan tempatnya .


Zoya segera keluar dari masion yang sepertinya tidak berpenghuni, tapi percayalah di sana terdapat banyak mata yang mengintai .

__ADS_1


perumahan Lux


Zoya segera ke perumahan Lux dan mendapati jika penjagaan di sana sangat ketat . sangat ketat karena itu merupakan tempat para orang-orang kalangan atas tinggal .


Zoya tak habis pikir dengan tempat yang dia liat sangat luas dan sangat megah , sangat berbeda dengan nuansa di daerah tempat tinggalnya .


" pria botak dengan kalung emas. " gumam Zoya sambil mengintai .


Zoya menuju arah barat , di mana terdengar suara musik mengalun , gadis itu segera mendekat dan melihat orang orang serba berpesta liar di sana .


berbagai pergaulan bebas terlihat membuat Zoya membeku menahan jijik , melihat banyaknya orang orang kaya itu melakukan hubungan intim .


" sial !!!! apakah kehidupan mereka begini?! " batin Zoya masih memperhatikan setiap orang orang yang berkepala botak.


"uhg ....." Zoya ingin cepat cepat pergi , rasa mual seketika muncul ketika melihat hal itu.


"sialan , pria kepala botak itu dimana ?!" gumam Zoya kesal , menunggu selama 20 menit tapi tidak menemukan pria itu .


"mungkin bukan di sini ?"


" ugrh.... apakah ini adalah hari s** kenapa disini sangat banyak yang melakukan s** !!" gumam Zoya benar benar jijik .


setiap rumah yang dia datangin pasti pemilik nya akan memuaskan nafsu mereka dengan beberapa wanita cantik .


" baiklah ini adalah rumah terakhir, jika aku tidak bisa menemukannya maka aku akan meledakkan semua kawasan di sini !" gumam Zoya menuju sebuah rumah paling mewah dan besar di ujung .


tapi untuk mengintainya Zoya harus ekstra hati-hati , penjagaan di sana sangat ketat bahkan lebih ketat dari rumah rumah di di awasi sebelumnya .


Zoya mengambil tas ransel nya , gadis itu mengambil sebotol cairan berwarna hijau .


berdiri di tempatnya , Zoya membuka tutup botol dan segera cairan itu menguap dan menyebarkan asap hijau yang tipis menuju arah angin ke perumahan mewah itu.


setelah lima menit para penjaga mulai berjatuhan dan membuat Zoya senang karena racunnya berhasil .


"fufu... tidak di sangka racun hasil belajar angal angal ini ampuh juga. " gumam Zoya yang bangga dengan racun yang dia buat dengan terpaksa , karena selalu di paksa oleh Gino sang bulter .


Zoya memasuki rumah mewah bertingkat tiga itu dengan santai , sambil sesekali melirik gadis itu memperhatikan sudut sudut ruangan entah untuk apa .

__ADS_1


Zoya mengeluarkan botol berisi cairan berwarna ungu , sama seperti sebelumnya , dia membuka tutup botolnya dan membiarkan cairan itu menguap mengisi setiap sudut ruang .


sampailah dia di lantai ke tiga dan melihat ruangan dengan pintu berlian dan emas yang menghiasi .


Zoya tidak akan dengan bodohnya langsung datang dan membuka pintu itu , Zoya segera mengeluarkan dupa kecil dan menyalakan nya , gadis itu juga melihat kearah sudut sudut terkecil di mana terdapat kamera kecil yang menjadi CCTV .


"orang kaya mah bebas !" batin Zoya mengeluarkan laptopnya dan mulai mengotak atik .


30 menit berlalu , Zoya segera segera membuka pintu itu dan memasuki kamar itu , dan benar saja seorang pria botak dengan kalung emas yang melingkar terlihat tertidur pulas dengan 5 wanita tanpa busana .


" bangun !" satu kata dari Zoya membuat keenamnya bangun


" tutup tubuh kalian " perintah Zoya sambil memalingkan wajahnya .


"ugr.... menjijikkan ! "batin Zoya .


" kau pria botak , bunuh diri mu sendiri , " perintah Zoya lagi dan benar saja pria botak itu mencekik lehernya sendiri dengan kedua tangannya .


sebelum nya Zoya sudah membuat racun hipnotis dan halusinasi dalam bentuk sebuah dupa , tapi gadis itu belum pernah mencobanya , dia tidak tahu bagaimana efeknya , jadi pada kesempatan kali ini dia membuat pria dengan kepala botak itu sebagai kelinci percobaan .


" tidak menyangka efeknya akan jadi seperti ini , ho !"


bruk ..


Zoya hanya menatap tubuh tidak bernyawa yang tersungkur jatuh dengan tidak elitnya , gadis itu kemudian memperhatikan kelima wanita yang masih dalam pengaruh obat hipnotis dan halusinasi , wajah kelima terlihat seperti sangat menikmati sesuatu terlihat betul dari gelagat tubuh mereka .


"hem, pasti sebentar lagi efek obatnya akan hilang kan , lebih baik aku segera pulang untuk mengambil hadiah ." gumam Zoya , tapi sebelum itu gadis itu mengambil beberapa stempel sebagai bukti agar nanti sang ketua percaya .


keesokkan harinya


sebuah berita yang mengejutkan menggemparkan negara A , berita tentang tewasnya orang paling berpengaruh di pasar gelap .


Zoya menggagga lebar ketika melihat berita itu , bukan pria botak itu yang menjadi masalahnya , tapi tentang para pekerja di sana , mereka mati dengan organ dalam mereka yang meleleh .


" tunggu ! mereka mati bukan karena racun itu kan ?! " batin Zoya yang membeku di depan televisi.


"wah gila ! jika ini benar benar karena racun itu !!" batin Zoya yang cemas cemas , tapi entah kenapa sudut bibirnya tertarik untuk membuat sebuah seringai .

__ADS_1


__ADS_2