
Seorang pemuda terlihat menatap tajam seorang gadis yang terbaring tidak sadarkan diri di atas futon . Pemuda itu menatap nya tajam seolah olah ingin membunuh nya , di tangan nya sudah ada palu untuk dapat melakukan aksinya .
" Ugh.."
Lenguhan kecil sang gadis membuat pemuda itu segera bersikap siap , untuk berjaga jaga jika serangan kembali melesat kearahnya .
Zoya membuka matanya perlahan ,gadis itu mengerjapkan matanya perlahan membiarkan cahaya masuk , Zoya menatap sekeliling nya dan berhenti ketika tatapan nya bertemu dengan seorang laki laki yang memegang palu di tangannya .
" .......... "
" Apa dia ingin membunuh ku ?" Batin Zoya melihat kearah palu yang di pegang oleh pemuda itu .
" Tunggu !! Tubuhku ....mati rasa " Zoya terdiam ketika dia tidak dapat menggerakkan tangan bahkan tubuhnya , gadis itu terdiam cukup lama sampai pemuda itu mengira jika gadis di depan nya sudah mati .
" Apa yang terjadi kenapa dia terdiam setelah bangun ? Apa dia tiba tiba mati ?" Batin nya memperhatikan Zoya yang terdiam .
Pemuda itu mendekat , sembari mencolek pipi Zoya tapi gadis itu tidak terusik sama sekali .
" Apa ini ? Tubuhnya masih panas ,tapi kenapa dia diam ?" Batin nya heran .
" Tunggu ! Apa dia berpura pura !? Benar ! Pasti dia berpura pura ! Tapi kenapa punggung ku rasanya dingin ?!"
Bug
" Argh...!! " sebuah pukulan tiba tiba menghantam nya , membuat pemuda itu kesakitan dan segera berbalik melihat sang pelaku yang membuat nya begini .
" I...ibu .."
" Apa yang kau lakukan anak nakal ! Kenapa kau membawa palu !!! Apa kau ingin membunuhnya !? "
Wanita itu menatap garang kearah anak laki lakinya , terlihat betul dari raut wajah nya yang tidak enak di pandang .
" Bu-bukan Bu , aku hanya ingin memperbaiki ....
Laki laki itu melihat sekeliling nya tapi tidak menemukan apa pun untuk dapat di perbaiki
" Berhenti berbohong Ryu , kau pasti ingin membalas dendam mu kan ? "
" Ibu... "
" Berdiri di sana ! " Seru nya menunjuk kearah pojok ruangan , pemuda itu tentu aja tidak terima dengan itu .
" Ibu ! Aku bukan anak kecil lagi !!!untuk apa aku berdiri di pojokan sana? "
" Berdiri di sana atau kau tidak akan mendapatkan jatah makan malam mu !"
__ADS_1
" ...... "
Wanita itu beralih menatap kearah zoya yang melihat semuanya .wanita itu mendekati Zoya dan duduk di samping gadis itu .
" Bagiamana keadaan mu ? Apa kau baik baik saja ?"
" Ah , tenang saja aku tidak berniat jahat , putra ku yang menemukan mu dan membawamu kesini , kau terluka parah saat itu " jelasnya dengan lemah lembut . Wanita dengan wajah cantik itu tersenyum hangat kearah Zoya yang hanya menampilkan wajah dinginnya .
Zoya perlahan membuka mulut nya , walaupun agak ragu dia masih dapat berbicara .
" Aku ...tubuhku mati rasa semua !"
" Itu gejala awalnya, aku mengoleskan obat di tubuhmu , pada saat itu tubuhmu kaku "
" Ah benar , Yuji ambil barangnya ! Bawa ke sini "
" Baik Bu "
Selang beberapa saat Yuji datang sambil membawa kotak berukuran besar , pemuda itu memberikan nya kepada sang ibu kemudian duduk di sampingnya .
" Ini adalah barang barang mu , katakan saja jika kau membutuhkan sesuatu kau bisa memanggil putra kedua ku , nama Yuji" jelas wanita itu .
Pemuda yang bernama Yuji tersenyum lebar menatap kearah Zoya yang hanya berwajah datar .
" Ugh , dia sangat dingin " batin Yuji
" aku..Ziyi "
" baiklah Ziyi ,kau bisa beristirahat , kami tidak akan menganggu mu "
Harumi pergi sambil menarik telinga Ryu dan membiarkan Zoya beristirahat dengan tenang . Setelah ketiganya pergi Zoya menatap langit langit kamarnya , pikiran gadis itu beralih sebuah dia berada di ruangan ini .
" Ah , benar aku lupa bertanya sudah berapa hari ini ?" Batin Zoya di sela sela pikiran nya .
" Ibu ! Aku sudah tahu aku salah ! Biarkan aku duduk ! Bisakah ?" Rengek Ryu yang masih berdiri menghadap pojok . Pemuda itu terlihat memelas dan ingin berbalik menatap sang ibu .
" Hukuman mu belum selesai !jika kau merengek lagi, kau benar benar tidak akan mendapatkan jatah makan malam mu " seru Harumi dengan tegas .
" Ibu , kenapa tidak membiarkan kakak mencari ikan sebagai ganti hukuman nya ?" Usul Yuji yang tidak tega melihat sang kakak .
" Untuk apa ? Kita sudah membeli nya di pasar "
" Boleh dong Bu , suruh kakak menangkap ikan salmon , aku ingin memakan nya !"
Ryu yang tadi nya senang mendengar jika adiknya membela nya seketika tersenyum kecut mendengar permintaan sang adik yang tidak masuk akal .
__ADS_1
" Ini bukan musim nya ! Di mana aku akan menangkap ikan nya !? " Sahut Ryu dengan frustasi , sekarang hukuman nya semakin sulit .
" Kau bisa memilih nya !! ingin berdiri di sana sampai makan malam , atau pergi menangkap ikan nya !"
" Aku akan berdiri di sini saja "
" Ck! ini semua gara gara gadis itu ! Seperti nya keberuntungan ku menjadi sial sejak bertemu dengan nya!!!" Batin Ryu merasa tidak terima .
Sedangkan di tempat Zoya , gadis itu perlahan lahan mulai bisa merasakan bagian tubuhnya lagi , gadis itu mulai dapat menggerakkan jari jarinya setelah satu hari lamanya .
" Ugh , tubuhku sakit semua " gumamnya sambil memaksakan diri untuk bangun .
" Apa yang kau lakukan !?"
Yuji datang dan segera membatu Zoya bangun , pemuda itu terlihat hati hati dalam membatu Zoya .
" Apa kau baik baik saja ?.apa ada bagian yang sakit ?"
Zoya diam , gadis itu mengalihkan pandangannya membuat Yuji hanya bisa tersenyum kecut menerima respon yang di berikan .
" Kau sangat tidak bersyukur ya !! " Seru Ryu yang tiba tiba saja datang , pemuda itu melihat semuanya dan merasa kesal dengan respon yang di berikan oleh Zoya kepada sang adik .
Zoya hanya diam ,tidak ingin berdebat dengan pemuda yang mudah meledak itu .
" Kak apa yang kau lakukan di sini ? Kenapa kau tidak beristirahat !?"
" Aku gerah melihat orang yang tidak tahu sopan santun itu , seharusnya kau buang saja dia ke laut waktu itu !!"
" Kak lebih baik kau beristirahat "
" Apa !? Apa kau mengusirku demi gadis itu !?" Seru nya tidak terima .
" Bukan ,kau tidak ingin kan di hukum oleh ibu lagi kan !?"
" Ck ,tapi lihat lah dia ! Kenapa kau masih memperdulikan nya !? Dia sangat tidak sopan !"
" Oh tuan , sekarang siapa yang tidak sopan di sini ? Kau orang yang marah marah dan menganggu pasien atau aku pasien yang baru saja bangun ?" Emosi Zoya sudah berada di ambang batas , gadis itu menatap tajam kearah Ryu yang tidak henti henti nya berbicara .
" Hah ! Sekarang lihatlah dia"
" Kak sudah , sudah ! Ayo pergi ,ibu seperti nya memanggil ,kau tidak ingin membuatnya marah bukan ?" Yuji mencoba meleraikan keduanya pemuda itu mendorong sang kakak pergi .
" Ck! awas saja kau !! "
" maaf kan kakak ku ,aku akan kembali nanti !" seru Yuji sambil mendorong Ryu pergi keluar .
__ADS_1
Zoya hanya diam melihat interaksi kedua kakak beradik itu , sekarang entah kenapa dia merindukan waktu dulu bersama adik adik nya dan ibunya.
" ibu , Kayla aku merindukan kalian ,dimana kalian ?"