
Zoya membungkus tubuh nya dengan selimut nya , gadis itu meringkuk di dalamnya .
" Zoya ? kau belum bangun ?" suara Lili membuat jantung Zoya berdetak cepat gadis itu merasa was was dengan langkah kaki sang mama yang mendekat .
" Zoya ? "
"umh.... iya aku akan bangun !" ujar Zoya khas seperti orang yang bangun tidur .
" Zoya ada apa dengan bau aneh ini ?" tanya Lili sambil mencium bau abu anyir yang tidak sedap .
" uhg... sepertinya aku kedapatan ma , " seru Zoya dari dalam
"benarkah ? tapi Kenapa baunya sangat kuat ?" ujar Lili yang masih menciumi bau darah yang menyengat .
"mungkin aku salah makan " jawab Zoya cepat gadis itu sekarang berdoa semoga mamanya tidak menarik selimutnya .
"baiklah ,"
ceklek
Zoya menarik selimutnya pelan gadis itu bernafas lega ketika mamanya sudah pergi dari kamar nya , hampir saja dia ketahuan jika saja dia tidak cepat tanggap .
Zoya baru saja datang ketika pintu kamarnya tiba tiba saja terbuka dan memunculkan mamanya , tentu saja dia panik dan masuk kedalam dengan cepat .
bau darah yang menyengat sungguh membuat seseorang mau muntah ,tapi untung lah darah nya sudah banyak yang mengering ,jika tidak mungkin darah darah itu akan berceceran di kamarnya .
"sial badanku bau sekali ! " gumam Zoya sambil membersihkan dirinya , gadis itu menggosok darah darah yang sudah mengering dengan kuat .
" gila ! untung aja lukanya kagak kelihatan ! kalo enggak mampus gw !" batin Zoya melihat tubuhnya penuh lebam dan luka sayatan kecil akibat pertempuran semalam .
mereka memang menang , tapi bukan berarti mereka tidak mendapat luka . Zoya memandangi wajahnya terdapat goresan luka di sana walaupun tidak dalam pasti nanti mamanya akan bertanya .
Zoya keluar dari kamarnya dengan baju panjang nya gadis itu mendapat tatapan aneh dari sang adik yang melihat cara pakaian nya hari ini .
" apa ? "
" kok ,kakak pakai baju panjang ? mau kemana ?" tanya Grisa merasa aneh melihat Zoya memakai baju dengan lengan panjang dna celana panjang , bukan kah hari ini cerah ? juga Zoya biasanya selalu memakai pakaian pendek .
"mau mau aja , gak usah protes!" seru Zoya pergi meninggalkan Grisa .
"kak ! pipi nya kenapa ? " tanya Grisa tapi Zoya mengabaikan nya dan pergi seolah tidak mendengar nya .
"cih ! awas aja ! " batin Grisa tidak terima Zoya mengabaikan nya .
"Zoya ? pipi mu kenapa ? " tanya Lili yang tiba tiba saja muncul di depan Zoya .
"oh tadi gak sengaja ke gores ama penggaris hehe...mama mau kemana ? " tanya Zoya mencoba mengalihkan perhatian mama nya .
"oh, mau ke mini market ,mau ikut ?"
"mau , !"
"ya udah ayo sekarang kita pergi !" Zoya segera bergegas pergi keluar dan tak lupa mengajak Kayla yang bermain di halaman .
__ADS_1
"mama beli alat dapur ? " tanya Zoya basa basi gadis itu mengekori mama nya dari belakang sambil menjaga Kayla
" iya ,kamu juga mau beli apa ? "
"oh ,gada ! Kayla mau apa ?" Zoya menarik Kayla pergi menuju rak Snack agar bocah itu dapat mengambil apa yang dia mau dan benar saja Kayla mengambil beberapa Snack dan memasukkan nya ke dalam keranjang .
" udah ? " tanya Lili
"udah yuk ,bayar !"
setelah membayar di kasir Zoya merasa seperti ada yang mengikuti mereka sejak masuk ke dalam mini market sampai keluar , gadis itu memicingkan matanya dan melirik sekitar .
seseorang dengan jaket berwarna hitam mengikuti mereka dari tadi .
"ma , kenapa kita gak ke toko boneka? kayak nya Kayla mau boneka " ujar Zoya menunjuk kearah toko boneka
" tapi .."
"ma ...Kayla mau boneka !" ujar Kayla dengan binar di mata nya .
" oke !"
ketiganya segera masuk ke toko boneka , Zoya melirik kearah orang tadi dan benar saja orang itu mengikuti mereka sampai ke dalam toko .
" ma , Zoya ke toilet dulu bentar , kalian tunggu di situ !" ujar Zoya menunjuk kearah sopa yang tidak jauh dari mereka .
" oke , jangan lama lama "
"baik !"
"apa gw suruh mama pulang dulu ? gak ! gimana kalo mereka banyak ? lebih aman kalo mama tunggu di sini !" batin Zoya segera menghampiri pria yang mengikuti mereka tadi .
"gw bunuh aja kali ya? "
" tunggu , ada cctv-nya kan di sini ?" Zoya melirik sudut sudut ruangan dan benar saja ada kamera CCTV di toko ini , jika dia menghampiri pria itu sekarang pasti dia akan jadi pelakunya .
" ah sial ! " Zoya mengigit bibir bawahnya , memutar otak agak sebuah ide muncul .
" ah ! racun ! bener gw punya racun !!! " batin Zoya yang seketika ingat jika dia memiliki racun yang selalu dia bawa .
gadis itu berjalan santai sambil melihat lihat boneka boneka lucu dan terus mendekati pria yang selalu melirik kearah mama dan adiknya .
bruk .
Zoya terjatuh dengan menimpa pria tadi ,gadis itu melenguh sakit sambil memegang perut nya ,orang orang yang kebetulan ada di sekitar nya segera bergegas membantu .
"Adek gak papa ? kok bisa jatuh ?eh kamu hati hati dong !" ujar seorang ibu ibu dengan marah kerah pria itu .
"bukan saya Bu ,dia yang tiba tiba jatuh " bela pria itu .
" eh ,gak papa kok Bu ,tadi perut saya sakit soalnya saya kedapatan Bu , maaf om !" seru Zoya sambil berakting sakit ,gadis itu terlihat pucat membuat akting nya sempurna .
" iya gak papa , lain kali hati hati !" ujar pria itu pergi dari sana ,Zoya menyeringai diam diam melihat pria itu pergi keluar dari toko .
__ADS_1
segara saja Zoya keluar dan mengikuti pria tadi yang masuk ke dalam gang sempit di samping toko boneka gadis itu mengikuti nya dengan hati hati dari belakang .
pletak !
Zoya melempar sebuah batu kerikil dan tepat mengenai kepala pria itu ,tentu saja membuat sang empu menoleh melihat siapa yang melakukannya .
" kau ! "
"hai om ? kita ketemu lagi !" seru Zoya tersenyum sambil memainkan kerikil kerikil di tangan nya .
"kasih tahu ! ngapain om ngikutin kita ? " tanya Zoya menatap lurus kearah pria yang tampak waspada terhadap nya .
"siapa gadis ini ? "
"om di suruh sama siapa ? " tanya Zoya lagi ,gadis itu mengambil tongkat besi yang kebetulan ada di sampingnya .
"ini bukan urusan mu ,pergilah anak kecil !" seru pria dewasa itu ,dia mengeluarkan pisau lipat di balik jaketnya .
" wow ! itu pisau beneran om ? sadis bener , tapi om lebih baik kasih tau sekarang , soalnya nanti om nggak bisa gerak !" ujar Zoya sambil terkekeh pelan .
swosh ...sret !
pria itu terdiam kaku ,pipinya tergores oleh kerikil yang dilempar oleh Zoya.
1
2
"beraninya anak ingusan seperti mu !" geram pria itu hendak berlari menuju ke arah Zoya tapi tiba tiba saja dia terdiam kaku .
3
" kan sudah ku bilang !" seru Zoya berjalan mendekat kearah pria yang terdiam kaku . Zoya menyeret tongkat besinya menuju ke arah pria itu
" sial ! apa yang terjadi ?! tubuhku membeku ?!" batin pria itu dengan perasaan takut ketika Zoya mendekat sambil menyeret tongkat besi itu .
" katakan siapa yang kau incar ?" Zoya berdiri didepan pria itu sambil mengambil pisau dari tangan pria itu , Zoya menggores pipi pemilik pisau dengan halus , kemudian menusuknya hingga tembus kedalam mulut .
jleb !
"kok nggak ngomong ?" seru Zoya dengan kecewa membuat pria itu melotot kan matanya .
" arghh......!!!!gimana mau ngomong ! gerakin mulut aja gak bisa !!!" batin pria itu merasa miris dengan nasibnya .
.
.
.
.
.
__ADS_1
like all (✧Д✧)→