
~Kamu kira sudah mengenalnya dengan baik, tapi mungkin
tidak, tidak sama sekali~
Ange
menatap ponselnya berkali-kali hanya untuk memastikan ada pesan masuk.
Sehausnya, dia tidak perlu melakukannya. Sudah jadi tugas nada dering dan getar
untuk memberitahu pemilik ponsel ada pesan atau telepon masuk. Hanya saja Ange
tidak sabar. Matanya bergerak menatap kotak yang mengingatkannya pada orang
yang belum membalas pesannya itu.
Seharusnya,
kotak yang sudah menjadi sampah itu sudah dia buang dari dua hari lalu. Karena
kemalasannya, selalu saja ada alasan untuk menunda sesuatu yang disebut dengan
buang sampah dan beres-beres kamar. Tapi kali ini Ange sedikit bersyukur pada
kemalasannya yang akut. Jika bukan karena kotak itu, Ange tidak akan memikirkan
kemungkinan ini. Kemungkinan kalau gadis pujaannya mengenal Jun. Meskipun
kemungkinan itu kecil, setidaknya ada harapan di sana.
“Kemana
kamu, Gy?” gumamnya.
Ange
menatap ponselnya kembali dengan wajah frustasi. Berkali-kali dia membuka laman chat pun tetap tidak ada balasan. Ia
mengalihkan perhatian dengan membuka grup chat teman-teman sekolahnya.
Pembicaraan tentang Jun di grup tidak seramai minggu lalu. Hanya beberapa orang
saja yang masih menyinggungnya. Entah jika mereka membicarakannya di jalur
pribadi. Memang tidak banyak yang bisa mereka lakukan karena tidak ada satu pun
di antara mereka yang terlibat langsung dengan Jun pada saat itu. Yang mereka
bicarakan sekarang hanya spekulasi tanpa arah.
Setelah
bertahun-tahun tidak bertemu, awal Ange kembali terhubung dengan Jun adalah
satu tahun lalu, melalui salah satu media sosial di dunia maya. Awalnya mereka
hanya saling tanya kabar dan kesibukan masing-masing. Dari percakapan itu Ange
__ADS_1
mengetahui kalau Jun suka menghabiskan waktu menjelajahi alam, seperti yang
biasa Ange lakukan jika ada waktu senggang. Dari pembicaraan itu, Ange memperkenalkan
Jun pada grup yang dibuatnya bersama Alex, Let’s
Get Out. Setelahnya, mereka sering ikut acara outing bersama anggota
grup lainnya.
Hingga
akhirnya enam bulan lalu, Ange memperkenalkan gadis itu pada kawannya yang
membutuhkan seorang penulis freelance untuk website pariwisata.
Itulah hari terakhir Ange bertemu Jun secara langsung. Setelah itu, Ange dan
Jun sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Meskipun begitu, dari postingan
LGO, Ange masih suka melihat Jun ikut acara outing mereka.
Selama
setahun terakhir mengenal Jun kembali, tidak ada perubahan besar pada gadis
itu. Dia masih irit bicara dan terkadang kikuk jika bertemu dengan orang baru
tapi dia teman bicara yang menyenangkan. Jika dibandingkan dengan jaman sekolah
dasar dulu, Jun terlihat lebih berani untuk memulai sesuatu, khususnya
berbicara jika tidak ada yang mengajaknya bicara terlebih dahulu.
Ange
menghela napas berat. Tangannya bergerak mengembalikan layar ke laman chat tapi balasan yang ditunggunya tidak juga muncul. Ada satu orang yang bisa ia
tanyai mengenai kabar orang yang ditunggu-tunggunya. Seharusnya dia lebih tahu.
Ange
Gra,
Eggy di rumah kan?
20.48
Ange
harap-harap cemas, khawatir kalau orang yang diharapkan memberikannya informasi
pun tidak bisa memberikan informasi apa-apa. Beberapa menit berlalu hingga
akhirnya ponsel di sampingnya itu berbunyi. Bunyinya ponsel sudah mampu membuat
Ange melonjak kegirangan, bagaimana jadinya jika orang di seberang sana memberinya
__ADS_1
informasi yang saat ini dia butuhkan.
Agra
Ada, emang kenapa?
20.53
Ange
Masih
bangun kan dia?
20.54
Agra
Kalau itu gue kurang tahu
Lagi dines nih
20.54
Ange
Waduh,
sorry bro
20.54
Agra
Haha…kayak sama siapa aja, sih lo
Beberapa hari ini dia sibuk
Trus kayaknya dia lagi banyak
pikiran juga
Biasanya kalau udah kayak gitu, dia
tidur
20.55
Balasan
Agra memang tidak banyak membantu, hanya membuat Ange kembali termenung.
Mungkin pemikiran tentang Eggy yang mengenal Jun terlalu jauh. Hanya karena
keduanya pernah mendatangi kota yang sama di saat bersamaan tidak berarti
mereka akan bertemu apalagi berkenalan. Meski kemungkinan itu bisa saja
__ADS_1
terjadi. Daripada harus mengganggu gadisnya dengan pertanyaan yang belum pasti,
Ange memilih memeluk guling dan menarik selimut.