She is Missing

She is Missing
Chap 16: 17/02 [3]


__ADS_3

~Kamu kira sudah mengenalnya dengan baik, tapi mungkin


tidak, tidak sama sekali~


Ange


menatap ponselnya berkali-kali hanya untuk memastikan ada pesan masuk.


Sehausnya, dia tidak perlu melakukannya. Sudah jadi tugas nada dering dan getar


untuk memberitahu pemilik ponsel ada pesan atau telepon masuk. Hanya saja Ange


tidak sabar. Matanya bergerak menatap kotak yang mengingatkannya pada orang


yang belum membalas pesannya itu.


Seharusnya,


kotak yang sudah menjadi sampah itu sudah dia buang dari dua hari lalu. Karena


kemalasannya, selalu saja ada alasan untuk menunda sesuatu yang disebut dengan


buang sampah dan beres-beres kamar. Tapi kali ini Ange sedikit bersyukur pada


kemalasannya yang akut. Jika bukan karena kotak itu, Ange tidak akan memikirkan


kemungkinan ini. Kemungkinan kalau gadis pujaannya mengenal Jun. Meskipun


kemungkinan itu kecil, setidaknya ada harapan di sana.


“Kemana


kamu, Gy?” gumamnya.


Ange


menatap ponselnya kembali dengan wajah frustasi. Berkali-kali dia membuka laman chat pun tetap tidak ada balasan. Ia


mengalihkan perhatian dengan membuka grup chat teman-teman sekolahnya.


Pembicaraan tentang Jun di grup tidak seramai minggu lalu. Hanya beberapa orang


saja yang masih menyinggungnya. Entah jika mereka membicarakannya di jalur


pribadi. Memang tidak banyak yang bisa mereka lakukan karena tidak ada satu pun


di antara mereka yang terlibat langsung dengan Jun pada saat itu. Yang mereka


bicarakan sekarang hanya spekulasi tanpa arah.


Setelah


bertahun-tahun tidak bertemu, awal Ange kembali terhubung dengan Jun adalah


satu tahun lalu, melalui salah satu media sosial di dunia maya. Awalnya mereka


hanya saling tanya kabar dan kesibukan masing-masing. Dari percakapan itu Ange

__ADS_1


mengetahui kalau Jun suka menghabiskan waktu menjelajahi alam, seperti yang


biasa Ange lakukan jika ada waktu senggang. Dari pembicaraan itu, Ange memperkenalkan


Jun pada grup yang dibuatnya bersama Alex, Let’s


Get Out. Setelahnya, mereka sering ikut acara outing bersama anggota


grup lainnya.


Hingga


akhirnya enam bulan lalu, Ange memperkenalkan gadis itu pada kawannya yang


membutuhkan seorang penulis freelance untuk website pariwisata.


Itulah hari terakhir Ange bertemu Jun secara langsung. Setelah itu, Ange dan


Jun sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Meskipun begitu, dari postingan


LGO, Ange masih suka melihat Jun ikut acara outing mereka.


Selama


setahun terakhir mengenal Jun kembali, tidak ada perubahan besar pada gadis


itu. Dia masih irit bicara dan terkadang kikuk jika bertemu dengan orang baru


tapi dia teman bicara yang menyenangkan. Jika dibandingkan dengan jaman sekolah


dasar dulu, Jun terlihat lebih berani untuk memulai sesuatu, khususnya


berbicara jika tidak ada yang mengajaknya bicara terlebih dahulu.


Ange


menghela napas berat. Tangannya bergerak mengembalikan layar ke laman chat tapi balasan yang ditunggunya tidak juga muncul. Ada satu orang yang bisa ia


tanyai mengenai kabar orang yang ditunggu-tunggunya. Seharusnya dia lebih tahu.


Ange


Gra,


Eggy di rumah kan?


20.48


Ange


harap-harap cemas, khawatir kalau orang yang diharapkan memberikannya informasi


pun tidak bisa memberikan informasi apa-apa. Beberapa menit berlalu hingga


akhirnya ponsel di sampingnya itu berbunyi. Bunyinya ponsel sudah mampu membuat


Ange melonjak kegirangan, bagaimana jadinya jika orang di seberang sana memberinya

__ADS_1


informasi yang saat ini dia butuhkan.


Agra


Ada, emang kenapa?


20.53


Ange


Masih


bangun kan dia?


20.54


Agra


Kalau itu gue kurang tahu


Lagi dines nih


20.54


Ange


Waduh,


sorry bro


20.54


Agra


Haha…kayak sama siapa aja, sih lo


Beberapa hari ini dia sibuk


Trus kayaknya dia lagi banyak


pikiran juga


Biasanya kalau udah kayak gitu, dia


tidur


20.55


Balasan


Agra memang tidak banyak membantu, hanya membuat Ange kembali termenung.


Mungkin pemikiran tentang Eggy yang mengenal Jun terlalu jauh. Hanya karena


keduanya pernah mendatangi kota yang sama di saat bersamaan tidak berarti


mereka akan bertemu apalagi berkenalan. Meski kemungkinan itu bisa saja

__ADS_1


terjadi. Daripada harus mengganggu gadisnya dengan pertanyaan yang belum pasti,


Ange memilih memeluk guling dan menarik selimut.


__ADS_2