She is Missing

She is Missing
Chap 29: 11/02


__ADS_3

~Tidak semua hal itu seperti kelihatannya~


 


Ina tidak menyangka mood-nya yang sedang baik akan dirusak oleh selebaran yang melekat di tiang listrik di depan rumah neneknya. Matanya terpaku beberapa saat pada wajah yang tercetak di sana. Walaupun tidak terlalu jelas tapi Ina ingat pernah melihat wajah itu sekilas.


“Na, bo yah kok malah diem aja di situ. Si Mbah kira kamu ngikutin, ternyata dari tadi si Mbahmu ini cuma ngomong sendiri,” suara Mbah Sekar menyadarkan Ina.


Dia merobek salah satu selebaran dan menjejalkannya ke dalam saku celana training. Ia berlari kecil menghampiri Mbah Sekar yang menunggunya. Sekilas matanya menangkap sosok seorang perempuan yang tengah menempelkan selebaran, selabaran yang sama persis dengan yang ada di tangannya. Hanya saja perempuan itu berbelok kanan sedangkan Ina dan Mbah Sekar belok ke kiri.

__ADS_1


Selama di perjalanan menuju lapangan tempat diadakannya senam bersama, cerita Mbah Sekar hanya seperti angin lalu yang mampir sesaat di telinga Ina tanpa ada satu pun yang benar-benar nyangkut. Perjalanan sejauh satu kilo meter ini terasa sangat jauh padahal Ina ingin segera sampai, bukan untuk ikut senam bersama tapi Ina ingin memeriksa dengan lebih cermat kertas yang tadi dia ambil dari tiang listrik. Tanpa terasa, Ina meremas kertas yang ada di sakunya.


Suara musik lantang jelas terdengar ketika langkah mereka semakin dekat dengan lokasi. Ina pun baru menyadari, kini bukan hanya dirinya dan si mbahnya yang berjalan cepat menuju lapangan. Ada pasangan muda mudi, anak-anak seumuran dirinya, gerombolan keluarga dan pedagang yang ikut meramaikan.


Neneknya menuntunnya untuk bergabung dengan barisan orang-orang yang bersiap senam. Setelah Ina terlepas dari genggaman Mbah Sekar, Ina berjalan perlahan menjauh mencari tempat yang lebih tenang dan tidak terlalu banyak orang. Ina menemukan tempat yang diinginkannya meskipun agak jauh dari lokasi neneknya yang sedang bersenam mengikuti instruktur di atas panggung.


Ina mengeluarkan kertas yang tadi dia jejalkan ke dalam kantung celana. Kertas itu kusut dan sobek di keempat sudutnya karena tadi Ina menariknya dengan paksa. Untung saja, gambar di kertas itu tidak ikut tersobek.


Ina membaca keterangan gambar lalu menyimpan nomor yang tertera di sana setelah itu buru-buru kembali ke lapangan. Neneknya pasti akan kelimpungan jika Ina menghilang begitu saja.

__ADS_1


Senam bersama hampir berakhir karena sudah tiba di bagian pendinginan. Ina berbaur dengan peserta senam di barisan paling belakang tapi matanya bisa melihat Mbah Sekar yang di depan sana bergerak penuh semangat mengikuti setiap gerakan. Setelah selesai, Ina buru-buru menghampiri Mbah Sekar sebelum neneknya kebingungan.


Keduanya duduk berselonjor di pinggir lapangan beserta ratusan peserta senam lainnya. Area tengah lapangan kini dipenuhi orang yang lalu lalang. Sambil beristirahat, mereka menikmati minuman hangat yang Mbah Sekar beli.


“Mbah, Jun iku sopo?” tanya Ina tanpa basa basi.


“Kamu pasti baca selebaran yang ditempel di tiang itu ya makanya lama?” tebakan Mbah Sekar membuat Ina tersenyum. “Kasian anak itu nduk, ibunya kemarin cerita kalau seminggu lalu Jun –anaknya itu, pergi ke Jogja tapi sampe sakarang belum balik.”


Ina menyembunyikan wajahnya di balik gelas minumannya. Neneknya tidak tahu ada yang Ina rahasiakan darinya selama beberapa hari ini dan itu membuat perasaannya mendadak tidak menentu.

__ADS_1


“Kamu juga harus bisa jaga diri ya, Nduk. Jangan bikin si Mbahmu ini khawatir. Selama ibumu kerja di negeri orang, kamu itu tanggung jawabnya si Mbah. Jadi, kalau ke mana-mana kasih tahu, ya?” ucap Mbah Sekar sembari menatap Ina yang mengangguk tanpa bersuara.


Characters Trivia: Jun dan Rin adalah dua nama yang sering penulis gunakan untuk karakter yang dimainkan dalam game


__ADS_2