She is Missing

She is Missing
Chap 31: 06/02 [1]


__ADS_3

~Di atas kebahagiaanmu mungkin ada orang lain yang tengah bersedih~


 


Eggy tidak menyangka akan mendapatkan telepon kembali dari situs pariwisata yang hampir lima bulan ini mengabaikannya. Ia diminta mengecek kotak email-nya sesegera mungkin. Ditengoknya kanan kiri, memastikan tidak ada siapapun yang melihat. Yakin dengan keadaan di sekitarnya, gadis itu mulai melompat kegirangan seperti anak kecil yang baru mendapatkan benda yang sangat diinginkannya. Lompatannya terhenti ketika mendengar suara dehaman Agra yang berdiri di depan pintu kamar.


“Kalau dapet lotre bagi-bagi dong!” ucapnya sembari menyesap minuman di gelas yang masih mengeluarkan asap.


“Apaan sih, nggak bisa ya liat orang seneng!” Eggy melempari kakaknya dengan bantal namun Agra berbalik badan menuju kamar, menghindar dari serangan Eggy.


Eggy menutup pintu kamarnya, tidak mau diganggu lagi. Ia kemudian duduk menatap layar laptop dan segera membuka kotak email. Kedua tangan Eggy menempel di pipi, menahan agar senyumnya tidak semakin mengembang. Eggy membacanya berulang-ulang untuk meyakinkan kalau apa yang dibacanya ini tidaklah salah. Setelah beberapa kali dibaca, Eggy memusatkan perhatiannya pada bahan tulisan. Keningnya berkerut tapi bibirnya tersenyum. Tidak sia-sia usahanya selama dua hari kemarin menghabiskan waktu di Jogja.


Sebenarnya, bukan hanya kemarin saja Eggy melakukan penguntitan semacam ini. Semenjak tidak menjadi kontributor di situs JalanJalan –situs pariwisata yang menghubunginya tadi, Eggy sering mengikuti jadwal beberapa kontributor lain di sana. Tentu saja, Eggy tidak mengetahui jadwal mereka begitu saja. Eggy kenal baik dengan salah seorang pekerja tetap di sana. Darinyalah selama ini Eggy mendapatkan bantuan yang tidak sedikit.


Eggy


Thanks ya, udah ngusulin gue


08.47


Jenna

__ADS_1


Janji kan harus ditepati


Btw, ini nggak gratis lho


Ditunggu traktirannya


08.48


Eggy


Tenang aja


08.49


Jenna


(y)


08.49


Eggy mengarahkan cursor pada berkas yang sejak subuh tadi dia kerjakan. Awalnya –jika tidak ada yang menghubungi dari situs yang dipantaunya selama ini, ia akan mengirimkan tulisannya ini ke website lain. Tapi setelah mendapatkan email tadi, tentu saja niat itu langsung ia urungkan. Situs ini jadi prioritas. Dia bisa segera menyelesaikan tulisan yang hampir rampung ini kemudian mengirimkannya. Setelah itu, ia bisa menyelesaikan tulisan lainnya. Eggy sudah punya semua bahannya jadi tidak akan memakan waktu lama untuk menyelesaikannya.

__ADS_1


Suara musik yang agak menghentak perlahan mengalun dari pengeras suara di laptop. Suara ini yang akan menemaninya menyelesaikan pekerjaannya. Meski suaranya tidak terlalu merdu, mulut Eggy ikut berdendang mengikuti suara penyanyi. Jari-jemarinya seperti ikut menari mengikuti setiap ketukan irama. Namun tiba-tiba gerakannya itu berhenti, begitu pula dengan mulutnya.


“Bukannya tulisan ini harusnya dia yang nulis?” gumamnya.


Eggy


Btw, orang yang harusnya nulis artikel ini emang kemana, Jen?


08.55


Jenna


Dari pagi belum bisa dihubungin


Padahal harus udah di-up siang ini


Buat jaga-jaga, makanya elu dicalling


08.56


Jadi Eggy hanya sebagai pemain cadangan? Ada kecewa yang menyelusup dalam hati tapi itu tidak masalah. Masalahnya adalah, apa yang terjadi pada gadis itu? Perasaan Eggy mendadak tidak karuan. Rasa kecewa kini berganti rasa gundah dan bersalah. Mood menulisnya turun mendadak. Ia memilih bergelung di atas kasur dan membiarkan laptopnya bersuara memenuhi ruangan. Dijepitnya guling di antara kedua kaki. Apa gadis itu tidak memberi kabar karena masalah yang terjadi kemarin? Apa mungkin ini ada kaitannya dengan dirinya?

__ADS_1


__ADS_2