
~Hanya bisa berharap tidak berujung pada penyesalan~
Ange menyesap habis batang rokok keduanya. Setelah tadi selesai meliput latihan sebuah klub daerah yang akan tanding minggu depan, ia dan beberapa rekan dari media lain menghabiskan waktu untuk beristirahat di sebuah warung kopi. Obrolan dari mulai pekerjaan sampai pertandingan liga nasional dan internasional memenuhi warung kecil itu. Ange hanya sesekali menimpali, dia lebih sibuk dengan makanan yang tersaji di hadapannya. Sebelum berangkat tadi, Ange tidak sempat untuk sarapan, mandi pun hanya satu guyuran, itu semua karena dia bangun kesiangan.
“Kalap bener!” komentar salah satu rekannya ketika melihat Ange yang menyuap gorengan langsung dua.
“Kayaknya nggak makan berhari-hari, ya,” timpal yang lain.
Ange mengangkat tangan kirinya sementara mulutnya masih mengunyah. Ia meneguk segelas air yang telah disuguhkan pemilik warung sedari tadi.
“Gue belum makan apa-apa dari pagi. Untung aja tadi gue nggak sampe pingsan,” ucapnya setelah semua makanan di mulutnya mengalir bersama air.
“Lebay lu!” rekan Ange yang duduknya paling dekat menimpuknya dengan jaket. Dia bersiap untuk pergi. “Gue mau ke lokasi lain, sampe jumpa di pertandingan minggu depan ya!” tangannya mengeluarkan selembar uang dua puluh ribuan lalu meletakkannya di atas meja.
__ADS_1
“Gue juga pergi dulu, mau balik ke kantor,” dan satu per satu mereka pergi meninggalkan Ange yang masih menikmati makan pagi-makan siang yang terlambat beserta beberapa lembar uang untuk membayar kopi, rokok dan makanan.
“Kembaliannya buat gue, ya!” ucap Ange sembari terkekeh.
“Ambil aja! Sedekah buat orang kelaparan,” balas temannya sambil tertawa.
Setelah mereka semua pergi, Ange mengambil batang rokok ketiganya. Perutnya sudah lumayan terisi, begitu juga dengan tenaganya. Ange hanya butuh sedikit lagi waktu untuk beristirahat sebelum kembali ke kantor.
Sudah beberapa hari berlalu semenjak Eggy menghubunginya. Dan selama itu, Ange tidak berusaha menghubungi Eggy. Dia hanya ingin memberi gadis itu waktu berpikir yang cukup tanpa merasa terburu-buru.
Menjelang sore hari, jalanan mulai padat kembali. Ange bergerak cepat mengambil setiap celah yang terlihat supaya tidak terlambat sampai tujuan. Sesampainya di lokasi, Ange melihat gadis itu sudah menunggunya. Duduk manis di antara meja-meja yang sepi. Ini masih pagi, sudah lewat waktu sarapan dan belum waktunya makan siang. Kecuali jika ingin brunch seperti dua orang lelaki yang mengisi bangku di pojokan kedai.
Gadis di hadapannya itu tersenyum canggung entah karena alasan apa padahal mereka sudah seminggu ini tidak bertemu. Atau justru karena seminggu ini mereka tidak bertemu dan komunikasi mereka pun tidak cukup baik sehingga membuat gadisnya itu canggung?
“Maaf ya, ganggu jam kerja kamu,” ucap Eggy saat Ange baru saja duduk. Gadis itu mengeluarkan sebuah bingkisan plastik lalu ia sodorkan pada Ange.
__ADS_1
“Nggak ganggu sama sekali,” balas Ange sungguh-sungguh. Ia lalu meminum air putih yang disuguhkan pramusaji sesaat setelah dia bergabung bersama Eggy. “Baru balik dari Bandung?” tanya Ange saat menyadari apa sebenarnya isi bingkisan itu. “Thanks!”
Eggy mengangguk mengiyakan. Gadis itu kembali terdiam saat Ange sibuk memasukkan bingkisannya ke dalam tas. Ange tersenyum lagi pada Eggy namun ia bisa melihat gadis di hadapannya sangat gelisah. Tangannya tidak berhenti meremas ujung taplak meja, matanya pun sering kali menghindar dari tatapan langsung Ange.
“Sebenernya aku minta kamu ke sini mau ngomongin masalah Jun,” ujar Eggy tanpa basa-basi lagi yang justru membuat Ange tercengang beberapa detik.
“OK, pertama-tama, cuma buat mastiin aja, apa kita ngomongin Jun yang sama?” mata Ange memicing menatap Eggy, mencari sesuatu pada ekspresi wajahnya.
“Sepertinya kita memang akan membicarakan Jun yang sama.”
Eggy menyodorkan ponselnya. Ange melongok, melihat apa yang ada di layar itu. Bukan foto Jun ataupun Eggy tapi sebuah situs yang namanya tidak asing di telinga Ange.
“Jun dan aku berselisih karena masalah ini.”
------
__ADS_1
Ada masalah apakah antara Eggy dan Jun? Mungkinkah Eggy terlibat dengan menghilangnya Jun? Situs apa yang disodorkan Eggy pada Ange?