She Is Nerd?

She Is Nerd?
Sahabat


__ADS_3

Srett.


Suara gencitan dari meja yang cukup keras membuat Andra dan Nindi menoleh ke sumber suara.


Tak ada siapa siapa disana.


"Siapa itu bang?" Nindi mendongakkan kepalanya dan menyeka air matanya.


"Biar gue yang urus. Lo masuk kelas aja gih sono." Andra tersenyum dan langsung berlari mengejear sang pelaku.


Nindi menurut saja pada abangnya itu. Ia segera pergi ke kelas dengan keadaan mata yang sudah lumayan bengkak.


Tata yang menyadari itu kangsung menghampiri sahabatnya tersebut.


"Eh Nin! Lo kenapa? Mata lo kok bengkak? Lo habis nangis ya? Kacamata lo copot aja dulu." Tata melontarkan berbagai pertanyaan yang membuat Nindi malah tersenyum.


"Makasih Ta, karena kamu aku jadi punya temen yang tulus." Senyuman tercetak di wajah Nindi.


"Gak usah makasih. Gue juga sebenarnya lagi nyari real friend. Gue muak dikelilingi fake friend Nin. Mereka tau gue anak pengusaha nomor tiga di dunia. Upss gue gak maksud sombong, maaf." Tata menunduk kan kepalanya.


"Gapapa. Lanjutin aja, aku mau ndengerin."


"Karena mereka tau, mereka langsung pada deketin gue. Apa lo juga kaya salah satu dari mereka Nin?" Tata tersenyum miris.


"Ta, kalo gue mau jujur ke lo. Ap lo janji bakal jaga rahasia?" Kini Nindi si nerd mengubah dirinya menjadi sosok nindi yang asli. Ia berucap tanpa harus menggunakan aku-kamu.


"What? Lo bisa ngomong lo-gue juga?" Tata tersenyum. Wajahnya berbinar binar.


"Apa lo janji Ta? Kalo gue kasih tau diri gue yang sebenarnya?" Tanya nindi berbisik pada Tata.


"Of course. Lo sahabat gue." Tanpa ragu ragu Tata menjawab pertanyaan Nindi.


"Gue fake nerd."


"WHAT??!" Suara Tata yang cukup nyaring mampu membuat seisi kelas menoleh ke arahnya.


"Husst, jangan keras keras." Nindi menempelkan telunjuknya ke depan bibirnya sendiri.


"Terus terus? Lo intel? Please gue gak ngapa ngapain kan? Gue cuma mau temenan sama lo aja kok." Nindi terkekeh mendengar ucapan sahabatnya barusan.


"Gue anak pemilik sekolah ini." Lagi lagi mata Tata membulat sempurna mendengar ucapan Nindi.


"Lo--lo adeknya Andra?" Bisik Tata pada Nindi.


"Iya, diem ya. Gue harap lo bisa jaga rahasia gue. Gue butuh real friend Ta. Selama di Indo gue gak punya temen selain abang gue."


"Wahh, akhirnya gue punya temen yang senasib sama gue. Emang terkadang dilahirkan di keluarga kaya raya itu gak enak ya Nin?" Aura kesedihan terlihat jelas di wajah Tata.


"Lo ada masalah? Lo bisa cerita ke gue kapan aja. Gue bakal dengerin lo kok." Nindi tersenyum membuat hati Tata kembali menghangat. Tata sangat merindukan sosok sahabat.


"Ta, lo bilang lo anak dari pengusaha nomor tiga di dunia kan? Jangan bilang lo anak dari keluarga Adichandra?" Tebak asal namun pasti.


"Lo tau? Wah hebat lo. Berati lo juga dari keluarga Brawijaya dong?" Karena mereka sedang berada di dalam kelas, mereka tak bisa berbicara terlalu keras.

__ADS_1


"Iya, lo mau main kerumah gue? Gue mau kenalin lo ke abang gue." Tawar Nindi pada Tata.


"Bisa aja sih, kapan?"


"Nanti pulang sekolah."


***


Bel pulang telah berbunyi. Kini Nindi dan Tata berjalan beriringan sambil tertawa. Banyak sorot mata kebencian terlontar ke mereka berdua. Tinggu, lebih tepatnya kepada Nindi.


"Liat deh, mereka ngeliatin lo gitu. Pasti mereka muak ngeliat nerd eh sorry maksud gue lo yang berpenampilan nerd gini bisa main dan akrab sama gue. Hahahah." Tawa Nindi dan Tata pecah saat itu juga.


"Heh lo! Ikut gue sekarang, ada yang mau gue omongin."


Nindi terkejut merasakan pundaknya di cengkram oleh seseorang. Ia berbalik badan dan menemukan sosok Dion yang berdiri tegap dengan sorot mata yang tak bisa diartikan.


"Gak mau. Aku mau pergi sama Tata. Tolong jangan halangin aku, aku pengin punya temen kak!" Dengan sedikit membentaknya mungkin akan membuat lelaki itu pergi dari hadapan Nindi.


"Ta, lo kok kau sih temenan ama nerd cupu kay dia. Padahal cewek cewek hits yang ngantri jadi temen lo banyak. Lo kok milih dia?" Tanya Dion pada Tata.


"Kenapa? Suka suka gue lah. Pergi lo! Gue mau main sama Nindi. Jangan ganggu kebahagiaan dia."


"Ya udah si. Nerd cupu itu juga gak guna guna banget si sebenernya. Hahaha." Ia tertawa dan melenggang begitu saja meninggalkan Tata dan Nindi.


"Haish! Pengin gue sumpel tuh mulut pake pentolnya queenqeqei!" Tata terkekeh mendengar celotehan dari sahabatnya itu.


"Jangan benci benci. Nanti naksir lhooo."


"Si4lan, ngehina gue yang jomblo apa giamna hah?" Tata berdecak sebal pada Nindi.


"Ya udah jadi gak kerumah gue? Gue nebeng ya."


"Iya iyaaa ndoro."


***


"Siang non." Sapa satpam rumah Nindi.


"Siang pak. Ini kenalin temen sekaligus sahabat baru aku." Nindi sangat antusias untuk memberi tahu bahwa ia sudah mempunyai sahabat baru.


"Hai Ta, selamat datang." Nindi emmeberikan sambutan hangat pada teman sekaligus sahabat barunya.


"Wih gila gede amat ni rumah."


"Gue kira rumah gue udah paling mentok gedenya, eh masih ada lagi ternyata milik nona nerd." Tata terkekeh mendengar ucapannya sendiri.


"Ketawa mulu lo! Buru masuk." Nindi membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan Tata untuk duduk di ruang tamunya.


"Mau duduk sini ap ikut masuk ke kamar gue? Eh tapi mending ke kamar gue aja deh. Gue pengin curhat." Nindi menarik tangan Tata. Dan Tata hanya bisa pasrah, baru kali ini ia menemukan sosok sahabat yang bisa membuat ia melupakan sejenak sosok sahabat yang telah pergi dari hidupnya.


"Selamat datang di kamar nona nerd Tata."


"Yeee kamar lo sama gedenya ternyata sama kamar gue." Tata terkekeh kecil.

__ADS_1


"Liat liat aja dulu. Gue mau ganti baju. Lo mau ganti juga gak? Pake baju gue dulu." Tawar Nindi pada Tata.


"Ehmm..boleh si. Nanti malem nongkrong yuk. Lo berpenampilannya kaya Nindi biasanya aja. Gak usah nyamar jadi nerd. Nanti kita nongki di restoran bokap gue. Nanti gue pesenin tempat khusus, biar orang orang yang cuma sekedar makan biasa gak pada liat lo. Nanti lo dikejar kejar ama fans lo."


"Iya deh iya. Gue seneng banget deh punya sahabat kaya lo." Nindi tersenyum dan merangkul Tata.


Jam sudah menunjukan pukul 16:35 Nindi dan Tata masih berbincang bincang dengan antusias.


"Eh udah jam segini. Gue balik dulu deh Nin, nanti gue jemput lo. Lo naik mobil sendiri apa nebeng gue? Terus baju ini gue balikin di sekolah besok." Tata bangkit dan membereskan seragamnya yang masih tergeletak di kursi milik Nindi.


"Oke. Jangan lupa nanti malem. Gue gak sabar pengin ngerayain kalo gue udah punya sahabat di Indo." Nindi terkekeh kecil dan hanya mendapat decakan kesal dari Tata.


"Iya iya. Gue balik dulu."


"Woke!"


Nindi mengekori jalannya Tata.


"Ngapain lo ngikutin gue maemunah??"


"Takut lo kesasar di istana gue."


"Ternyata lo seru juga. Jadi keinget sahabat gue dulu, dia tingkat kePDannya sama kaya lo. Udah ah gue balik."


"Byee maemunah!" Nindi tertawa dan hanya dibalas sorot mata jengkel dari Tata.


"Wey! Temen baru lo? Gak dikenalin ke gue? Lo lupa punya abang yang ganteng?"


"Oiya, gue lupa. Gue ngajak die kesini kan buat gue kenalin ke elo." Nindi menouk jidatnya dan terkekeh.


"Eh *****. Adek gue gila. Kabooorr!" Belum sempat Andra kabur, Nindi lebih dulu menarik kerar kaos yang sedang di pakai Andra.


"Gue ngaku kalo fake nerd ama dia!" Sempurna. Mata Andra membulat dengan sempurna.


"Gak sekalian dicopot aja tuh mata? Dari pada melotot gitu?"


"Cek! Ati ati, jangan jangan dia fake. Kaya temenn temen lo kebanyakan. Hahaha." Andra tertawa dan mendapat tonjokan kecil di lengannya.


"Dia dari keluarga Adichandra. Gak mungkin lah dia fake. Orang dia juga tajir."


Adek gue masih belum nyadar juga? Ah biar aja dia tau dengan sendirinya.


"Oh! Bagus deh, akhirnya punya temen juga lo. Tapi jangan karena temen lo itu tajir lo jadi mau temenan ama dia. Lo harus tulus kalo mau temenan sama orang."


"Iya iya abang Andra yang gantengnya kaya johny orlando." Andra salah tingkah dan kemudian mencubit salah satu pipi Nindi dan kemudian berlari.


"Dih! Awas lo ya.."


____________________________________________________


Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~


____________________________________________________

__ADS_1


__ADS_2