
Apa yang terbayang olehmu jika ekspetasi yang kamu yakini benar benar tidak akan mengecewakan, tapi itu justru malah menjadi pukulan keras bagimu supaya tidak selalu berkespetasi tinggi?
Ini yang dialami keluarga Nindi. Sejak kecil Nindi selalu mengimpikan sebuah keluarga yang utuh. Bercanda dan tertawa bersama di ruang keluarga, berkemah di tepi pantai, dan sekedar menyeruput teh bersama di teras.
Nindi diusianya yang begitu muda sudah harus memikul beban berat dari anak anak pada umumnya. Begitu juga dengan Andra. Mereka berdua tumbuh sebagai anak yang memiliki keterikatan dalam suatu bisnis.
Apa yang kita lihat dari orang lain, pasti kita akan selalu berpikir bahwa orang itu jauh lebih baik dari kita. Padahal itu semua belum tentu benar. Nindi yang terkenal dengan sosok wanita cerdas, pintar dalam berbisnis, dan juga punya paras yang rupawan tentunya selalu saja membuat orang lain merasa iri padanya. Selain itu semua, kekayaan keluarganya yang sudah tak terhitung lagi membuat sosok Anindira begitu dikagumi.
***
"Bang, berangkat bareng ya. Nanti lo turunin gue di parkiran khusus aja. Jangan di parkiran umum, gue males naik angkutan umum."
"Tumbeeennn. Cuma males aja? Gak ada alesan lain gitu? Gak percaya gue kalo lo cuma males aja buat naik angkutan umum." Tanya Andra curiga.
"Iya gue serius. Iya yaa, please gue nebeng lo."
"Iya iyaaa.." ucap Andra sambil menyubir kedua pipi Nindi.
"Dih kebiasaan!"
Mereka berdua pun bergegas menuju mobil untuk berangkat sekolah. Sebelum itu, Nindi sempat berfoto dengan penampilannya sekarang di dalam mobil abangnya itu.
"Ngapain lo foto foto?"
"Aelah, foto doang. Gue mau upload foto di ig."
"Di akun mana?" Tanya Andra.
"Second account lah. Masa iya di akun utama gue. Bunuh diri namanya."
"Ya ya terserah lo. Udah bisa jalan kita nih?" Ucap Andra sambil bersiap siap untuk menginjak gasnya.
"Berangkat tinggal berangkat bang. Ngapain mesti diem sih, orang gue cuma foto doang. Hahahah."
Nindi mengupload fotonya di akun keduanya. Nindi cukup aktif di akun keduanya itu daripada di akun utamanya. Tapi semua foto yang ia upload, tidak pernah sekalipun ia menunjukan wajahnya, ia selalu menutupi wajahnya dengan emoticon.
nindiwjy
❤️1 like
nindiwjy go to school🏫
__ADS_1
Nindi memposting foto itu. Kemudian ia beralih akun untuk mengecek akun utamanya. Sudah lama ia tak mengecek akun utamanya.
Saat ia sudah beralih ke akun utamanya, ternyata banyak sekali dm yang masuk. Ribuan pengikut baru, berpuluh ribu likes dan komentar membuat akunnya sedikit freeze.
"Aelah akun gue nge freeze." Ucap Nindi.
"Tunggu lima menit lagi ntar juga balik lagi." Sahut Andra.
"Iya kali ya." Nindi menutup aplikasi instagram lima menit seperti yang disarankan abangnya itu.
Setelah lima menit berlalu, ia kembali masuk ke instagramnya. Ia melihat lihat komentar dari postingan terakhirnya. Komen terbaru dari sebuah akun bernama @imagurl yang Nindi rasa itu adalah akun fake.
@imagurl sok banget jadi cewek! Udah punya cowok aja masih ganjen sana sini! Biittcchhhhh!!!🖕🏼
Nindi sempat bingung dengan maksud komentar itu. Ia mengerutkan kedua alisnya, disaat semua komentar isinya memuji dirinya atau diisi dengan akun akun promosi, ini adalah satu akun fake yang menarik perhatiannya. Ia sempat mengira jika akun tersebut adalah milik orang yang akhir akhir ini sering menerornya.
"Udah sampe Mbul. Gak mau turun?" Tanya Andra saat mobilnya sudah terparkir di parkiran khusus.
"Oo, iya iya. Eh bang sebelumnya gue mau tanya pendapat lo deh."
"Apaan?" Tanya Andra penasaran.
"Menurut lo ini akun orang yang neror gue bukan sih? Tapi dia pake akun fake!" Ucap Nindi sambil memelrlihatkan komentar dari akun tersebut
"Biar aja. Gak usah lo ladenin, ya udah buruan ayuk turun."
Tapi sepertinya ia gagal bersembunyi. Ternyata sewaktu berangkat sekolah, mobil Dion mengikuti mobil Andra. Dion yang cepat cepat memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah berlari menuju depan gerbang parkiran khusus untuk menemui Andra seperti biasanya.
Tapi yang ia temui bukanlah Andra melainkan Nindi yang tengah keluar gerbang dengan terburu-buru sambil menunduk setengah berlari.
"Eitts tunggu tunggu. Lo ngapain dari sini?" Tanya Dion setelah berhasil meraih lengan Nindi.
"Emm, aku tadi ketemu kak Andra sebentar. Ada yang mau aku omongin, tapi udah selesai kok jadi aku sekarang mau ke kelas." Ucap Nindi sedikit gugup.
"Ngapain nemuin Andra?" Saat sedang menginterogasi, Andra keluar dan melihat Dion dengan Nindi yang tengah dalam situasi awkward.
"Eh Yon, ke kelas yuk." Ajak Andra mengalihkan perhatian Dion.
"Lo ngapain ama dia Ndra? Lo tau kan kalo gue.." ucap Dion menggantung ucapannya.
"Iya gue tau. Gue gak ada apa apa sama Nindi, lo percaya deh sama gue." Ucap Andra meyakinkan sambil merangkul bahu Dion.
"Ya udah ya kak. Aku permisi dulu." Nindi pun pergi meninggalkan Dion dan Andra yang masih saling diam diaman.
__ADS_1
Kini Dion pergi melenggang lebih dulu ke kelasnya tanpa mau berbicara ke Andra.
"Aih, salah paham dah tu anak." Gumam Andra sambil tersenyum geli.
Ia pun kemudian menyusul sahabatnya itu yang tengah merajuk.
Saat sampai di kelas, Dion melempar tasnya begitu saja dan memasang wajah garangnya.
"Santai dong Yon, napa sih lo?" Ucap Glenn yang tidak tau apa apa.
Dion hanya diam saja tak menjawab pertanyaan sahabatnya itu. Ia lebih memilih untuk memainkan ponselnya.
"Woy, sih gitu aja lo marah? Gue gak ada apa apa Yon, serius dah." Ucap Andra seraya duduk menyebelahi Dion.
"..." tak ada jawaban dari Dion. Ia masih berkutat pada ponselnya.
"Ada apa sih Ndra?" Tanya Gelnn nimbrung.
"Dia tadi ngeliat gue ama Nindi. Eh dikiranya gue ada apa apa."
"Pfftt.." Glenn yang mendengar itupun hanya tertawa. Sebagai seorang yang tau hubungan antara Andra dan Nindi ia hanya bisa menertawakan kelakuan Dion yang merajuk.
"Gitu aja ngambek lo ****, lo juga tau kan si Andra udah punya pacar." Ucap Glenn sambil melirik ke arah Andra.
"Berisik lo berdua. Bacot tau gak, pergi lo!" Ucap Dion dengan nada yang tinggi.
"Wahahahha, tiga kali gue ngeliat sahabat gue begini. Yang pertama waktu ditinggal pacarnya, yang kedua gara gara ditolak, dan yang ketika cuma gara gara cembukur ama temennya sendiri, hahahahha..." ucap Glenn sambil tertawa lepas.
"Gue udah sering liat lo ama Nindi berdua. Gue bahkan pernah ngeliat lo pelukan, terus gimana gue harus percaya sama lo kalo lo gak ada hubungan apa apa?" Ucap Dion sambil mengeluarkan smirk kesal nya.
"Gue gak ada apa apa Yon serius dah. Gue juga udah punya pacar lo tau kan?" Ucap Andra menenangkan sahabatnya.
"Gue gak peduli. Lo emang busuk Ndra, lo nikung temen lo sendiri!" Ucap Dion sampai sampai ia harus bangkit dari tempat duduknya dan hendak keluar kelas.
Tapi sebelum itu,
"Siapapun berhak ambil Nindi kalo lo masih gak ada suatu hubungan sama dia." Ucap Glenn yang membuat Dion tambah emosi. Ia berucap demikian sebenarnya hanya ingin Dion supaya tidak terlalu menggantung. Ia menginginkan Dion yang dulu untuk kembali, Dion yang akan menyatakan perasaanya dan langsung mengikat orang tersebut menjadi miliknya.
Dion banyak berubah setelah kejadian kelas sepuluh itu. Dia menjadi kejam terhadap perempuan, setelah Glenn tau hati Dion sedikit mencair dengan adanya Nindi ia berniat untuk terus men-comblangkan Dion dan Nindi agar bersatu dan membuat Dion yang dulu kembali.
"Lo berdua... bangsaat!" Ucap Dion geram seraya mengepalkan kedua tangannya dan kemudian pergi meninggalkan kelas. Untung saja keadaan kelas belum terlalu ramai sehingga tidak ada mak mak rumpi yang akan menyebar berita jika Dion marah ke sahabatnya hanya karena Nindi.
____________________________________________________
__ADS_1
Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~
____________________________________________________