
"Sorry Yon, bukan gimana gimana. Ini juga bukan kemauan gue, ini perintah adik gue sendiri yang gak boleh nyebar identitas dia."
"Oke oke, jadi tadi Megan sebut sebut Arkan sama adik lo. Dan keliatannya lo marah banget sewaktu dia nyebut nyebut mereka?" Ucap Glenn tak mempedulikan Dion, ia mengalihkan pembicaraanya.
"Apa masalah itu juga harus gue kasih tau ke kalian?"
"Ya harus lah kita sahabat lo bro!"
"Adik gue, gue, Tata, Arkan, dan arkhgg gue sedih kalo harus sebut dia." Ucap Andra frustasi dan mengacak rambutnya.
"Udah gak papa, lanjut Ndra."
"Kita bersahabat. Kita selalu main bareng, hang out bareng bareng keluarga kita, dan ya mereka itu bisa dibilang my first best friend ever."
"Oke oke, terus?" Ujar Dion yang masih menunggu.
"Kalian tau cinta monyet? Jadi dulu, Kita bersahabat laki perempuan dan ya lo pasti tau. Persahabatan antara laki dan perempuan itu pasti ada aja salah satu dari mereka yang punya perasaan. Dan kebetulan, Arkan itu cinta pertama adek gue." Jelas Andra.
"Lo serius Ndra? Gue kira mantan adik lo cuma satu doang."
"Wait wait, kenapa Glenn lebih tau banyak sih dari gue? Lo gak percaya sama gue Ndra. Kenapa lo gak pernah cerita ke gue."
"Glenn tau sendiri. Gue gak pernah cerita ataupun kasih tau tentang masa lalu gue ke dia."
"Kok lo bisa tau Glenn?" Tanya Dion.
"Ya begitulah. Udah gak usah bahas gue, kepo banget lo Yon."
"Terus terus Ndra?"
"Terus ya, si Arkan sebenarnya juga suka sama adik gue. Karena dia laki jadi dia selalu curhat ke gue. Cuma, dia kek di cuci otak gitu ama si Megan, dia bilang adek gue itu eh bisa dibilang keluarga gue sih itu cuma mau manfaatin keluarga dia doang. Karena dulu, keluarga gue gak se sukses sekarang."
"Arkan marah. Dia ngelampiasin kemarahannya sama gue, adek gue, dan juga Tata. Sampe sampe dia gak dateng ke pemakaman sahabatnya sendiri. Gue sebenernya sempet marah sama si Arkan, cuma ya gitu. Dia lebih percaya sama perempuan gila itu!"
***
Malam ini, Nindi dan keluarga sedang berkumpul. Kebetulan, Daddy nya sedang pulang lebih awal dari biasanya. Mereka menghabiskan waktu bersama di ruang keluarga sambil mengobrol tentang apa yang akan Nindi dan Andra lakukan di masa depan.
"Jadi gak akan ada yang iri kan, tentang pembagian aset?" Tanya Daddy nya.
"Nggak dong, udah adil kok. Gimana bang, lo setuju gak?"
"Setuju aja sih. Lagian juga kan emang Andra sendiri yang gak mau nerima sekolahan, hehe."
Saat sedang mengobrol, bel rumah berbunyi.
Siapa orang yang bertamu malam malam begini?
__ADS_1
"Tolong cek siapa itu?" Perintah Daddy nya terhadap bodyguard yang selalu siap sedia.
"Baik pak!" Bodygurad tersebut pun pergi untuk membuka kan pintu depan.
"Dengan siapa?" Tanya bodyguard tersebut.
"Kamu gak kenal saya? Bisa saya bertemu dengan bapak Adi Mahesa?"
"Apakah ibu sudah ada janji sebelumnya? Jika belum, mohon maaf kami tidak mengizinkan masuk."
"Kamu bener bener gak tau saya?" Ucap wanita itu meremehkan.
"Oke kalau begitu, biarkan saya bertemu Andra."
"Nama ibu siapa ya? Biar saya sampaikan kepada bapak."
"Saya Renata Cahya Baskoro. Mungkin bos kamu akan kenal saya."
"Baik." Bodyguard tersebut pun menghampiri Pak Adi, Nindi, dan Andra yang tengah tertawa terbahak bahak.
"Permisi pak."
"Oh iya, gimana? Siapa tadi?"
"Tadi dia bilang dia ingin bertemu bapak, namanya ibu Renata Cahya Baskoro."
"Renata?" Pak Adi pun bergegas keluar menemui wanita tersebut.
"Wah, rumah ini lebih besar dari rumah kita dulu." Ucap Renata seraya memasuki rumah tersebut tanpa permisi kepada sang pemiliknya.
"Tidak ada yang mengizinkan anda untuk masuk ke rumah ini. Keluar!" Andr dan Nindi yang mendengar Daddy nya berteriak pun langsung keluar.
"Daddy!" Ucap Nindi.
"Ngapain lo ada disini, pergi lo!" Ucap Andra.
"Gak sopan!" Ucap Renata dan kemudian menapar pipi Andra.
"Siaaal, jangan anda sentuh kakak saya!"
"Diam kamu. Saya datang baik baik ke sini, kenapa kalian begitu kasar terhadap saya?" Ucap Renata menahan emosinya.
"Oke, untuk apa anda datang ke sini?"
"Tidak ada yang terlalu penting. Saya hanya ingin melihat keadaan anak anak saya. Itu wajar kan? Saya ini juga ibunya."
"Silahkan. Tapi apa anak anak mau dijenguk oleh anda?" Ucap Pak Adi seraya mengeluarkan smirk yang membuat Renata tertohok.
__ADS_1
"Wahh, ternyata kamu masih sama seperti dulu. Kamu masih tampan." Ucap Renata sambil mengelus pipi Pak Adi.
"Dasar jalaang! Tidak ada yang mengizinkanmu untuk menyentuh wajah saya!" Pak Adi pun laangsung menepis tangan Renata dengan sangat kencang.
"Haha, miris. Sangat sangat tidak punya malu!" Ucap Andra sambil tertawa kecil.
"Oke oke, saya tau kamu masih begitu mencintai saya. Kamu begitu denial!"
"Heem, saya masih mencintai anda?" Tanya Pak Adi sambil mengeluarkan senyum ngerinya.
"Bahkan saya sudah melupakan anda sejak lama. Dan saya juga sudah memiliki orang lain di hati saya."
Nindi, Andra, dan tentunya Renata terkejut mendengar tuturan Adi barusan.
"Oh begitu? Dia juga sama dengan saya, dia masih belum memiliki hubungan apapun dengan anda. Jadi saya masih akan tetap masuk untuk mengambil posisi saya seperti dulu."
"Jangan berharap! Apa kau sekarang sedang meninggalkan suamimu karena dia jtuh bangkrut? Atau dia sudah tidak punya apa lagi sampai sampai anda harus mengemis untuk kembali menjadi istri saya?" Ucap Adi.
"Siaal! Liat aja nanti, kamu akan kembali jatuh cinta kepada saya." Dengan hentakan kaki kesal, Renata pergi meninggalkan rumah pak Adi.
"Dad, Nindi gak salah dengar tadi?"
"Engga. Daddy sebenarnya akan memberi tau kalian nanti. Tapi sepertinya hari ini waktu yang tepat. Kita kembali lagi ke ruang keluarga untuk mebicarakan ini."
***
"Daddy serius mau menikah lagi?" Tanya Andra.
"Iya, Daddy rasa kalian membutuhkan sosok ibu. Sejak kalian kecil kalian tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu."
"Tapi Dad, ini serius?" Tanya Nindi.
"Iya, Daddy serius. Kalian gak setuju?"
"Emm, bukan gitu maksud Nindi. Cuma Daddy udah tau siapa sosok calon istri Daddy yang sebenarnya?"
"Hm, ya udah lah Nindi."
"Kalau Daddy bahagia, kami juga bahagia. Iya gak Nin?" Ucap Andra tersenyum sambil merangkul Nindi.
"Ehh, ehh iya. Kita bahagia." Ucap Nindi.
"Terima kasih. Nanti pas di hari ulang tahun Andra, Daddy bakal undang juga calon ibu baru kalian. Kalo kalian kurang setuju, bilang aja ke Daddy ya."
"Siap Dad."
____________________________________________________
__ADS_1
Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~
____________________________________________________