
"Truth or dare?"
"Truth!"
"Oke kali ini gue yang tanyain lo. Lo suka sama Nindi kan?" Ucap Glenn langsung tanpa memikirkannya.
"Dih, apa apaan? Gak lah!" Ucap Dion gugup.
"Serius gak? Kalo emang lo gak suka, jadi gue bisa nge deketin si Nindi. Soalnya gue gak mau kalo harus suka sama orang yang disukai sahabat gue sendiri." Ucap Glenn dengan wajah sok sedihnya. Sebenarnya, tujuan Glenn mengajak bermain ToD ini adalah untuk menanyakan pertanyaan ini kepada Dion, jika Dion memilih truth.
"Ya gak bisa gitu dong!" Ucap Dion meninggikan suaranya.
"Wait wait. Kalian berdua suka sama Nindi?" Ucap Andra heran.
"Ya kalo Dion gak suka sama Nindi, gue mungkin yang akan suka sih Ndra."
"Oke, jadi fiks nih ya lo gak suka Nindi. Mulai besok gue bakal deketin dia." Ucap Glenn.
"Eh gak bisa gitu lah. Oke gue ngaku, gue suka sama Nindi. Puas kalian? Jadi lo Glenn, lo gak boleh deketin dia!" Ucap Dion terus terang dengan percaya diri.
"Hah? Serius Yon?" Tanya Andra tak percaya.
"Setau gue tipe lo bukan yang kayak Nindi? Emang apa yang bikin lo suka sama Nindi?" Sambung Andra lagi.
"Iya sih, tapi gue itu kalo ama dia itu kek nyaman gitu, walau dia sering gue bentak bentak dia gak marah atau ngambek kek cewek cewek lain. Dan juga, dia gak kaya cewek cewek kebanyakan yang deketin gue cuma karena tampang dan uang. Dia itu, arghh gimana ya ngejelasinnya. Ya begitu lah, susah ngejelasinnya. Intinya dia spesial buat gue!"
"Dion suka sama Nindi bukan Anindira, gimana kalau Dion tau sosok asli Nindi? Apa Dion bakal suka juga. Secara kalau ketemu aja selalu berantem." Ucap Andra di dalam hati sambil menatap wajah serius Dion.
"Nah gitu loh, jujur. Sebenernya gue gak suka ama Nindi sih Yon, bwahahaha gue udah nganggep dia kek adek gue sendiri. Hahahha, akhirnya sahabat gue yang paling gengsi ini ngaku ama perasaanya gaesss!" Ucap Glen sambil tertawa senang.
"Sumpah ya lo Glenn. Gue sumpahin lo nge jomblo ampe umur lo 21!" Ucap Dion emosi.
"Ya udah si, sampe 21 aja kan? Bagus deh setidaknya gue bisa fokus belajar, hahahha." Glenn tertawa menanggapi kutukan Dion barusan.
"Tunggu, Yon gue mau tanya sesuatu sama lo." Ucap Andra serius tiba tiba.
__ADS_1
"Apaan?" Sahut Dion.
"Gimana kalo misal sifat dari sosok Nindi yang lo kenal berbeda? Apa lo masih bakal suka sama dia?" Tanya Andra khawatir, karena ia takut jika adiknya harus merasakan sakit untuk kedua kalinya.
"Ya tergantung. Kalo beda banget 240 derajat si gue gak akan suka ya. Karena yang bikin gue suka dan nyaman sama Nindi itu sifatnya yang dewasa, sabar, perfect lah buat gue. Kenapa lo tiba tiba bilang begitu? Lo tau sesuatu tentang dia?"
"Fiks, kalo Dion tau Nindi yang sebenernya pasti bakal bingung dia. Secara kan Nindi asli sifatnya kekanakan." Batin Andra.
"Pfttt.." Andra menahan tawanya setelah mengucapkan kalimat tersebut.
"Eh, enggak enggak. Kan bisa aja gitu, kek si Glenn tuh contohnya. Yang orang orang tau dia kan playboy cap kucing, eh tapi mantannya cuma 2. Bisa aja kan?"
"Anjim! Ngapa bawa bawa gue bangsyat!" Ucap Glenn sewot.
"Iya sih. Tapi ya sebisa gue kalo dia emang beda sifatnya dari yang gue tau, gue akan coba buat nerima dia si. Tapi gak tau juga deng!"
"Idih idih idih, Dion yang sekarang bukanlah Dion yang dulu. Yang dulu gengsian sekarang blak blakan, hahahhaa.."
"Berisik lo!"
***
"Woyy! Buruan bukaaaa!" Pekik Andra tak sabar.
"Dih gak ada orang apa gimana ini?" Setelah mengetuk ngetuk cukup lama namun tak dibukakan pintu, Andra akhirnya turun ke lantai satu untuk bertanya kepada salah satu ART nya.
"Bi, liat Nindi gak?" Tanya Andra.
"Tadi sore sih dia pergi Den Andra. Mungkin main sama mba Tata." Ucap ART tersebut.
"Oo, okee. Makasih bi."
"Helloooo, i'm homeeee!" Ucap seseorang yang baru saja ditanya keberadaannya.
"Yee, baru juga gue tanya ama bibi lo dimana. Eh udah nongol aja lo, kemana ae lo?" Ucap Andra sambil melihat paperbag yang dibawa Nindi.
__ADS_1
"Hello bang Andra, mata lo itu udah liat ke paperbag gue. Dan lo masih tanya gue dari mana? Please lah ya bang, gak mungkin kan gue dari cafe bawa beginian?"
"Bodo ah, ikut gue buruan!" Andra menarik Nindi menuju ruang keluarga.
"Apa-apaan lo narik narik gue woy! Lepaaaaas!" Ucap Nindi kesal.
"Oke, gue ada berita penting buat lo." Dengan cepat raut wajah mengesalkan Andra berubah menjadi serius.
"Apaan?" Tanya Nindi sambil meletakkan empat paperbag nya.
"Dion suka sama lo! Dion suka sama Nindi!"
"Hah? Gak usah ngaco, hahahaha."
"Gue serius. Tadi gue denger sendiri dari mulut Dion, tapi inget ya Dion itu sukanya sama sosok Nindi Wijaya. Bukan sama Anindira."
"Ya udah si, dia yang suka sama gue ini. Guenya kan gak suka, hahahah!"
"Nin! Please jangan kekanakan. Seenggaknya lo hargai perasaan Dion. Ya walau sebenrnya yang dia suka itu Nindi si nerd bukan Anindira dari keluarga Brawijaya."
"Hmm, gimana ya bang. Gue masih trauma buat pacaran. Gue takut ditinggal lagi bang."
"Ya kan gue gak bilang lo harus pacaran sama Dion. Seenggaknya lo bales juga perasaan Dion." Ucap Andra dengan wajah seriusnya.
"Tapi kan, yang Dion suka itu Nindi si nerd. Gimana nanti kalau dia tau identitas gue yang sebenernya?" Tanya Nindi lagi dengan raut wajah yang khawatir.
"Maka dari itu, sebelum lo bongkar identitas lo di acara ultah sekolah, lo kalo lagi jalan sama Dion itu ngasih ngasih kode gitu. Apa kek terserah lo, pinter pinter lo aja."
"Ya oke deh gue coba!"
***
____________________________________________________
Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~
__ADS_1
____________________________________________________