She Is Nerd?

She Is Nerd?
Hubungan Spesial?


__ADS_3

"Dia curhat ke gue kemaren! Kenapa lo?"


"Lah dia udah curhat ke lo? Ngapain curhat lagi ke gue. Dasar tuh bocah." Ucap Andra lirih.


"Kok lo akrab banget sih Ndra sama Nindi. Sebenernya dia siapa lo sih?"


"Gue? Emm, bukan siapa siapa nya sih. Kenapa sih lo kepo banget." Ucap Andra datar.


"Gue bukannya kepo gue cuma ma--" ucapan Dion di potong oleh Glenn yang sedari tadi diam tak mengerti.


"Udah lah. Bahas Nindi mulu, gue mau ngomong penting."


"Paan?" Ucap Dion dan Andra bebarengan.


"Jadi gini, pas gue exchane ke Amrik kemaren gue tuh denger nama lo di sebut sebut Ndra. Lo ada masalah?" Glenn langsung menanyakan pertanyaannya yang sudah sangat ingin ia tanyakan sejak di cafe.


"Ehmm, gue gak ada masalah tuh. Gue kan terkenal, ya banyak yang ngomongin gue lah. Gitu aja dibikin repot."


"Dih belagu lo!" Ucap Dion menoyor Andra.


"Tapi gue denger juga kalo lo punya Adik?" Ucap Glenn membuat Andra gelagapan.


Memang sebenarnya, identitas Nindi tidak pernah mau di bongkar di Indonesia, dengan suatu alasan.


"Ehmm, gue? Punya adek? Bwaahahahah." Tawa Andra meledak. Itu satu satunya cara untuk menutupi kegugupannya sekarang karena ditanya seperti itu oleh Glenn.


"Jadi lo punya kagak?" Ucap Dion penasaran.


"Gak lah. Lo semua kan tau gue anak tunggal." Ucap Andra smbil meminum ice tea nya.


"Oh. Berati gue salah denger? Apa emang ada yang lo sembunyiin?" Tanya Glenn penuh selidik.


"Apaan dah? Udah yuk buruan ke kelas, disini gerah gue diliatin mulu." Ajak Andra pada kedua temannya itu.


***


"Ta, lo dulu pernah punya sahabat gak?" Tanya Nindi tiba tiba.


"Punya, tapi udah berlalu. Gue udah lupain dia." Ucap Tata sambil tersenyum.


"Kenapa tiba tiba tanya?"


"Gue juga dulu punya, tapi gue gak tau dia dimana sekarang. Kata abang gue sih, dia sekolah di sini. Tapi gue gak tau yang mana dan gimana mukanya dia. Secara udah tujuh tahun lebih gak ngeliat muka dia." Ucap Nindi tersenyum simpul.

__ADS_1


"Sama, tujuh tahun yang lalu itu tepat gue ditinggal sahabat gue. Dia pembohong tau, dia munafik. Gue harap lo gak kaya dia ya Nin."


"Iya, gue harap kita bakal jadi sahabat selamanya." Nindi menoleh ke arah Tata dan hendak merangkulnya.


"Ya ampun. Lo jangan natap gue begitu, muka lo ish. Mata lo dari tadi pagi gak kempes kempes bengkaknya. Nyeremin woi!"


"Ya elah. Abang gue bilang gue kayak jombi, lo bilang gue nyeremin. Haduhh emang laknat semua." Nindi menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Lebih laknat abang lo lah ngatain lo zombi! Hahaha."


***


"Woy!" Dion memanggil Nindi dan mencekal pundaknya.


Nindi berbalik dan membuat Dion terkejut. Hari ini, hanpir semua orang yang melihatnya terkejut karena penampilannya.


"Jih! Kaget gue. Mata lo kenapa?" Ucap Dion sedikit khawatir.


"Habis nangis kak. Ada apa kak? Ada yang bisa aku bantu?" Ucap Nindi dengan nada yang sangat datar. Sungguh, sebenarnya ia tak ingin berurusan terhadap lelaki terlebih dahulu.


"Ikut gue ke rooftop. Di sana sepi, gak bakal ada yang ngecengin lo karena lo lagi sama gue."


"Ngapain kak? Aku sebenarnya lagi gak mau pergi sama siapapun dulu."


Ketika sudah sampai, Nindi dan Dion duduk di bangku yang memang di sediakan jika ada yang pergi ke rooftop.


"Ada yang mau gue tanyain ke lo."


"Tanya aja kak." Ucap Nindi datar dengan tatapan kosongnya yang membuat dirinya semakin terlihat begitu menakutkan.


"Kenapa tadi pagi lo berangkat bareng Andra? Hampir aja gue habisin tuh dia, untung gue masih nganggep dia sahabat jadi cuma kena beberapa pukulan aja." Nindi yang mendengar itu kangsung terlonjak kaget.


"Hah? Kak Andra dipukulin? Kenapa sih kak? Salah dia apa, aku gak mau ya kalo kakak sampe mukulin kak Andra lagi. Aku bakal berhenti jadi asisten kak Dion. Aku gak mau kak Andra kenapa kenapa!" Ucap Nindi tegas dengan penuh penekanan di akhir kalimat.


Dion yang mendengar dan melihat Nindi panik setelah tau Andra dihajar olehnya, merasa sedikit ada sesuatu yang menyayat hatinya.


"Lo suka sama Andra? Bukannya lo udah pacar?" Ucap Dion lesu.


"Aku emang udah punya pacar kak. Tapi bukan berarti aku suka sama kak Andra. Pokoknya aku gak mau tau, aku gak mau kak Andra kenapa kenapa!"


"Kalo misal gue yang di posisi Andra, lo bakal panik gak?"


"Ehmm, panik juga mungkin. Kan aku asisten kakak." Ucap Nindi tersenyum dengan sangat manis.

__ADS_1


"Oh, sebagai asisten?"


"Iya. Kenapa kak? Ada yang salah?"


"Gak, lupain. Lo kenapa nangis? Muka lo nyeremin. Kayak zombi." Dion terkekeh mendengar ucapannya sendiri.


"Ish. Kak Andra bilang aku kayak jombi, kak Dion juga bilang aku kayak zombi. Huh, ngeselin." Ucap Nindi tanpa melihat perubahan ekspresi Dion saat nama Andra disebutnya.


"Kalo lo lagi sama gue gak usah bawa bawa nama Andra oke."


"Kenapa? Dia emang ngomong gitu kok. Katanya aku kaya zombi, mataku kaya di gigit tikus sam--"


"Gue bilang jangan sebut nama Andra kalo lagi sama gue!" Kini Dion membentak Nindi membuatnya sedikit menunduk ketakutan.


"Sorry, lo kenapa nangis?" Ucapnya lirih.


"Habis nonton drama korea sambil mbayangin hubungan ku sama Nuel yang udah diujung tanduk kak. Aku mbayangin kalo aku bisa sama Nuel kaya dulu lagi, dimana dia itu perhatian banget sama aku. Tapi akhir akhir ini semenjak aku sekolah disini, dia berubah. Aku dinggap pengganggu sama dia."


"Dia sekolah dimana emang?"


"Di--" nindi tak melanjutkan ucapannya. Sangat bodoh jika ia mengucapkan bahwa Nuel sekolah di Amrik. Dion bisa curiga dengannya.


"Di suatu tempat yang gak kak Dion tau." Ucap Nindi sambil tersenyum mengejek.


"Dih! Lo gak mau putus dari dia?" Ucap Dion mengompori Nindi.


"Gak kak. Aku msih mau bertahan, karena kak Andra bilang aku harus positive thinking sama Nuel, mungkin aja dia sibuk banyak tugas." Ucap Nindi yang tak sengaja menyebut Andra lagi dalam percakapannya bersama Dion.


"Maaf kak. Aku gak maksud bawa bawa ka Andra." Nindi langisng menutup mulutnya.


"Lo deket banget ya sama Andra?"


"Deket banget. Saking deketnya, dia tau semua apa yang lagi aku alami." Keceplosan. Satu kata yang menggambarkan Nindi sekarang. Ia keceplosan, apakah Dion akan tanya yang macam macam kepada Andra nantinya?


"Hah? Lo siapanya dia sih?"


"Ehmm, lupain kak. Aku ke kelas dulu ya. Sebentar lagi bel masuk. Duluan kak." Nindi tersenyum kikuk dan langsung berlari meninggalkan Dion di rooftop sendirian.


"Andra tau semua apa yang lo alamin?" Dion bergumam pelan.


____________________________________________________


Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~

__ADS_1


____________________________________________________


__ADS_2