
"Nin, kak Glenn suka ama lo. Lo kira kira suka juga gak sama kak Glenn?" Tanya Tata kepo.
"Suka lah. Dia baik, kadang sih suka nenangin gue kalo gue lagi sedih, bisa dijadiin tempat curhat. Terbaik lah pokoknya!" Ucap Nindi menaikan dagunya sambil tersenyum bangga.
"Lo serius Nin? Kira kira berapa persen rasa suka lo ke kak Glenn?"
"Emm, sembilan puluh sembilan koma sembilan puluh lima persen. Kenapa?" Tanya Nindi bingung karena dengan tiba tiba Tata membahas Glenn.
"Ooo..gapapa sih, lo suka dia sebagai apa? Sebagai kakak kelas yang baik atu sebagai crush?"
"Sumpah lo aneh banget Ta hari ini. Kenapa lo tiba tiba nge interogasi gue?"
"Gapapa. Kalo lo gak mau jawab juga gapapa, hehe. Oiya lo udah tau siapa identitas cewek yang datengin abang lo kemaren?" Ucap Tata mengalihkan pembicaraan.
"Belum sih, kemaren dia juga nge chat gue bilang gue perempuan pengkhianat. Gue masih bingung, gue berkhianat ama siapa?" Ucap Nindi memijit pelipis kepalanya.
"Inget inget lagi, lo ada ngelakuin kesalahan mungkin sama temen lo di Amrik? Secara kan kata abanglo tuh cewe kek bule bule gitu kan?"
"Iya sih tapi seinget gue, gue disana adem ayem tenang gak buat masalah. Kenapa ya?"
"Oke oke abaikan aja. Bikin pusing kao bahas itu, udah pelajaran bikin pusing mana ditambah begituan lagi. Duhh ganti topik ganti topik."
"Ta nanti ke mall mau gak?"
"Oke, jam berapa? Urusan pergi ke mall mah gue pasti seratus persen bisa tanpa penolakan, apalagi kalo dibelanjain."
"Ya udah gapapa, nanti gue belanjain. Mau?"
"Wkwkwk, becanda woy! Jangan serius serius Nin, hahahha." Ucap Nindi sambil tertawa.
***
Hari ini, Nindi dan Tata janjian untuk ketemuan di Sturbacks terlebih dahulu pada pukul 15.00 sore.
Penampilan Nindi sekarang adalah sebagai seorang Anindira Capella, bukan sebagai Nindi Wijaya.
Nindi sudah sampai terlebih dahulu di sturbacks itu. Banyak tatapan dari para lelaki tertuju ke arahnya. Bahkan yang sempat Nindi lihat, ada seorang wanita yang sampai menoyor kepala pacarnya.
"Hem gue, Anindira sekarang jadi pusat perhatian. Gak beda jauh sama Nindi, Nindi juga jadi pusat perhatian di sekolah." Ucap Nindi tersenyum kecut.
"Bedanya, gue jadi pusat perhatian dengan berbagai tatapan berbinar dan memuji. Sedangkan Nindi menjadi pusat perhatian dengan berbagai tatapan muak, membenci, bahkan tatapan jijik. Miris banget orang orang jaman sekarang." Guman Nindi sambil memperhatikan sekeliling dan sesekali menyeruput vanilla latte kesukaannya.
Seseorang yang ditunggu pun datang.
"Woyy, dah lama belum lo? Sorry sorry, gue lupa naro kunci mobil kesayangan gue, jadi gue cari kunci lain yang mobilnya lagi gak dipake. Maap telat 10 menit."
"Santai aja kali, kaya ama siapa aja lo. Lo gak mau pesen minum dulu?"
"Gak usah, langsung cabut aja kita."
"Oke siap." Ucap Nindi bangkit dari kursinya menuju mobil nya.
***
"Ada lagi yang mau lo beli Nin? Kalo gue sih rasanya kek ada yang kurang, tapi gak tau apaa?" Ucap Tata frustasi.
"Gue gak sih kayaknya. Gue saranin cukup dulu hari ini Ta, lo udah ada 10 paperbag itu yaampun serius mau nambah? Gue yang baru 4 aja udah ngrasa cukup."
"Hehe, iya lah lo empat udah cukup. Yang lo beli harganya gak kira kira. Nih contoh gue dong, beli yang murah murah asal dapet banyak hahahah"
"Murah pala lo. Barang termurah yang lo beli itu harga 3 juta Tata. Gue sambit juga lo lama lama!"
Mereka berdua pun melenggang pergi dari toko yang baru saja disinggahi.
__ADS_1
Saat sedang berjalan tak sengaja, Nindi menabrak seorang perempuan yang berjalan dari arah lawannya yang sedang sibuk bermain dengan ponselnya.
"Aih maaf gak sengaja. Aku lagi ngobrol sama temen aku." Pinta Nindi yang ternyata perempuan itu adalah Sasha teman sekelasnya.
"O iya santai." Ucap Sasha pada Nindi.
"Eh ada elo, temennya cupu kan?" Uucap Sasha lagi setelah melihat seseorang yang sedang berjalan beriringan dengan sosok yang baru saja menabraknya.
"Iya, kenapa?"
"Gak papa." Ucap Sasha dingin.
"Lo temennya Tata? Boleh kenalan?" Ucap Sasha setelah melirik brand yang tertulis di paperbag yang dibawa oleh Nindi.
"Oh boleh, nama gue Anindira." Ucap Nindi menjulurkan tangannya.
"Wait, Anindira?" Ucap Sasha meyakinkan.
"Yep, jadi kenalan? Tangan gue udah pegel nih."
"Oo, oke oke. Gue Sasha temen sekelasnya temen lo. Mau pergi bareng kita?" Tanya Sasha pada Nindi supaya bergabung dengan dirinya dan kawan kawannya.
"Maaf gak bisa Sha. Gue sama Ni- emm Anindira mau langsung pulang."
"Gue tanya ama temen lo, bukan sama lo beg0!"
"Santai dong Sha. Gue ngomong juga gak ngegas."
"Lah itu lo juga ngegas bangsyat!" Ucap salah satu teman Sasha.
"Udah udah jangan berantem disini. Sorry Sha, gue ama Tata pulang duluan aja. Mungkin lain kali kalo kita ketenu lagi kita bisa nongkrong bareng, duluan ya." Ucap Nindi sambil menyeret Tata yang masih menahan emosi.
***
"Gak seru. Masa cuma bertiga doang." Ucap Dion.
"Gapapa kali."
"Ya udah gue sih oke." Ucap Andra tenang.
"Oke, kita gunain ni sedotan buat jadi anak panahnya. Yang kena harus pilih truh or dare."
"Ini gimana, ini sedotan stainlis cafe lo bengkok." Tanya Dion.
"Ya kita pake yang bagian lurusnya aja Dion pinter!"
"Oke oke."
"Oke mulai ya..." ucap Glenn sambil memutar sedotan itu.
Setelah berputar beberapa detik, sedotan itu pun berhenti dan menunjuk ke arah Andra.
"Lo Ndra, truth or dare?" Tanya Dion senang.
"Truth, gak ada yang gue sembunyiin dari kalian." Ucap Andra dengan percaya diri.
"Siapa yang kasih pertanyaan? Lo apa gue?" Tanya Glenn pada Dion.
"Terserah. Eh, gue aja gue aja!"
"Oke."
"Emm, gue mau tanya kenapa lo gak pernah upload foto lo sama pacar lo itu? Sedangkan pacarlo selalu upload foto kalian berdua?"
__ADS_1
"Oke gue jawab. Karena dia nya gak mau foto kita berdua di upload di instagram gue, takut diserang fans gue dia bilang." Ucap Andra menanggapi pertanyaan Dion dengan santai.
"Oke next broww"
Terr!
Sedotan berputar dan berhenti menunjuk ke arah Glenn.
"Haha, truth or dare?" Ucap Dion antusias.
"Dare kali ya, biar menantang."
"Dih belagu lo. Oke gue apa lo Ndra yang mau kasih di dare?"
"Gue, lo tadi udah nanyain gue."
"Emm, lo godain tu cewe yang lagi maen hp. Terserah gimana yang penting lo godain dah tu cewe." Ucap Andra menunjuk seseorang perempuan yang tengah duduk sendirian di ujung.
"Oke, siapa takut." Glenn beranjak dari kursinya dan menghampiri perempuan tersebut.
"Misi kak, boleh duduk disini?"
"Oiya boleh, ada apa?" Ucap perempuan tersebut ramah.
"Boleh minta nomer hp nya gak? Soalnya kakak dari tadi mengalihkan perhatian saya."
Sedangkan dua orang yang kini tengah mendengarkan percakapan itu pun langsung dengan cepat berakting seperti orang akan muntah.
"Harus saya kasih?" Ucap perempuan itu.
"Kalo bisa sih iya kak, hehe."
"Oke, mana hp lo." Glenn pun memberikan ponselnya kepada perempuan itu dan melirik kedua temannya sekilas sambil menunjukan smirk nya.
"Ooo, Carrol? Bagus namanya, oke saya balik ke tempat saya dulu ya kak, udah ditunggu temen saya."
"Oke. Eh btw, jangan panggil saya kakak. Kayaknya kita seumuran."
"Oo oke!" Dengan cepat Glenn pun meninggalkan perempuan tadi dan menghampiri kedua sahabatnya itu.
"See? Gak ada yang sulit buat gue mah!" Ucap Glenn berbangga diri.
"Yee, oke next."
"Eh gimana kalo langsung ke lo aja Yon?" Ucap Glenn kepada Dion.
"Dih ogah, kalo gitu mainnya mah mending dari tadi gak usah pake sedotan tinggal hompimpa nunggu giliran. Ogah ogah, puter sedotannya buruan!"
"Please Yon, babak pertama aja. Nanti babak kedua kalo lo udah jawab atau ngelakuin tantangannya kita puter lagi deh secara acak! Please Yon, pemerataan awal aja."
"Dih, ya udah yaudah. Waras ngalah."
"Truth or dare?"
"Truth!"
"Oke kali ini gue yang tanyain lo. Lo suka sama Nindi kan?" Ucap Glenn langsung tanpa memikirkannya.
____________________________________________________
Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~
____________________________________________________
__ADS_1