She Is Nerd?

She Is Nerd?
Curiga


__ADS_3

"Oh! Gue minta nomer hp lo! Sama kalo boleh, nama instagram lo apa?" Dion sengaja meminta instagram milik Nindi untuk mencari tau siapa dia sebenarnya.


Nindi tersenyum simpul. Ia merasa lega karena untung saja ia telah membuat second account untuk siapapun yang meminta instagram nya nanti. Dan ternyata dugaan Nindi benar. Ada orang yang ingin tau instagramnya.


"Instagramku @wjynindi kak."


Dion terkejut mendengar ucapan Nindi barusan. Berarti postingan foto anak kecil yang dikomentari oleh Andra itu adalah akun milik si nerd cupu culun ini?


Batin Dion dalam hati sambil kemudian akan mengetikkan nomor Nindi.


"Oo..terus nomer lo?" Ucap Dion kepada Nindi.


"Boleh pinjem ponselnya kak? Biar aku tulis sendiri?" Pinta Nindi yang hanya diberi tatapan dingin oleh Dion.


"Oh, maaf. Gak jadi kak." Nindi segera menundukan kepalanya dan memainkan kakinya.


"Emang gue bilang gak boleh? Ya udah sih nih!" Dion pun memberikan ponselnya kepada Nindi.


"Eh nerd! Gue belum tau siapa lo! Kenalin gue Dion!" Tegas Dion dengan nada dingin namun sedikit keras.


"Ehmm, namaku Nindi Wijaya kak."


"Oh! Sekarang lo ikut gue ke rumah temen gue si Andra."


Nindi dengan cepat mendongakkan kepalanya dan memperlihatkan wajah paniknya.


Dion bisa melihat jelas aura kepanikkan di wajah Nindi. Dan itu semakin membuatnya yakin ada yang sedang disembunyikan oleh si Nindi.


"Kenapa muka lo begitu?" Dengan cepat Nindi segera memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Gak papa kok. Oiya kalo boleh tau, tugasku selama jadi asisten apa aja kak?" Sungguh dengan sabar Nindi terus meladeni Dion. Ia sangat tidak terima jika seprang Nindi harus menjadi seorang asisten dari cowok belagu.


"Tugas lo, ngerjain tugas gue dan pokoknya ikut kemana aja lah gue pergi!" Lagi lagi dengan ucapan dingin dan wajah yang datar sambil melihat ke ponselnya.


"Emm, tapi kan aku adek kelasnya kakak. Jadi mana mungkin aku ngerti tugas kakak?" Ucap Nindi dengan sedikit mendongakkan kepalanya.


"Ya udah. Lo jadi asisten gue yang ngikutin kemanapun gue pergi."


"Buruan! Nanti di rumah Andra gue juga mau kenalin lo ke pacarnya dia."


Deg!


Lagi dan lagi. Mengapa ia harus dihadapkan oleh semua ini? Apa rencana Dion yang sebenarnya? Apa dia berusaha untuk menjebaknya?


"Kak! Aku hari ini aja gak ikut gapapa kan? Please kak. Aku di hubungin keluarga kalau sodara aku ada yang dirawat dirumah sakit. Aku harus jenguk." Dengan terpaksa Nindi berusaha membuat alibi supaya ia bisa pergi dari sisi Dion.


Sungguh tak aman jika berlama lamaan bersamanya. Mungkin itu bisa membawa sebuah malapetaka untuknya.


"Gue gak izinin!"


***

__ADS_1


Kini Nindi dan Dion sudah berada di rumah mewah milik keluarga Beawijaya, yang tak lain sebenarnya adalah milik keluarga Nindi.


Nindi dan Dion menekan bel rumah tersebut.


"Eh lo Yon? Tumben akhir akhir ini sering banget lo mampir kesini?" Tukas Andra yang keheranan dengan sikap Dion akhir akhir ini.


"Gak papa lah. Gue kan sahabat lo. Selama jadi sahabatlo juga gue gak pernah kan main kesini, selalu lo yang main kerumah gue. Nyusahin lo hahahah.."


"Ya elah, ya udah masuk. Sama siapa lo?"


"Gue dama si Nerd!" Dengan lantang Dion memperkenalkan Nindi pada Andra.


Andra yang terkejut langsung melihat Nindi dengan tatapan yang tak bisa Dion artikan.


"Oo..ohh, masuk Nin."


"Tau dari mana lo nama dia?" Kini Dion berusaha untuk memojokkan si Andra.


"Emm..kemaren pas gue nolongin dia dari lo gue kenalan." Dengan gelagapan Andra berusaha menjelaskan kepada Dion.


"Oh!"


"Pacar lo panggil dong Ndra. Biar gue lebih kenal juga. Masa lo umpet umpetan sih."


Lagi dan lagi. Andra dan Nindi saling tatap dengan wajah yang panik.


"Lo ngapain si tatap tatapan?" Dion berusaha melihat kedua orang tersebut secara bergantian.


"Mm..gak kok." Nindi berucap dengan terbata bata.


Dion stalkerin gue? Ehh salah salah maksudnya stalkerin akun pacarnya bang Andra? Eh tapi itu gue deng!


Nindi membatin dan sesekali tersenyum.


"Ngapain lo senyum senyum? Gila lo!"


"Gue gak pernah posting foto dia karena kemauan dia juga sih Yon! Katanya gak mau di serang fans fans gue! Hahaha" Andra tertawa dan sesekali melirik ke arah Nindi yang terlihat kesal.


"Ooh! Tapi lo juga follow si nerd ini kan?"


"Gu..gue emnag follow dia. Sesekali lah gue follow orang orang kek dia. Gak hanya cewek cewek hits aja. Mungkin dia juga salah satu fans gue. Iya gak nerd?" Andra tersenyum pada Nindi yang hanya dibalas tatapan membunuh.


Andra yang ditatap adiknya seperti itu pun langsung gelagapan dan memalingkan wajahnya.


***


"Oh ya udah gue balik dulu ya Ndra. Sekalian nganter nih bocah pulang. Soalnya dia kan asisten gue." Ucap Dion berpamitan kepada Andra.


Andra yang bingung pun lagsubg menatap Nindi.


Nindi tetap lah Nindi yang tak akan kehabisan ide. Ia mengedipkan sebelah matanya pada Andra dan kemudian menyambung ucapan Dion barusan.

__ADS_1


"Iya kak. Aku pamit dulu ya." Nindi tersenyum pada Andra.


"Lo tau rumah dia Yon?" Dion yang bingung diberi pertanyaan itu pun langsung menjawabnya.


"Ya kan, nanti dia bisa kasih tau gue pas dijalan."


***


"Kak, berhenti disini aja. Rumahku masuk gang situ. Kakak pasti jijik kan kalo masuk gang sempit kaya gitu. Duluan ya kak." Nindi pun turun dan langsung memasuki gang itu.


"Tunggu!" Nindi yang merasa Dion mencegahnya pun langsung membalikkan badan.


"Kenapa kak?"


"Besok gue jemput lo disini. Jam 6 pas. Jangan ngaret."


"Emm, iya iya kak. Tapi aku bisa bernagakt sendiri kok!"


"Gak usah ngelawan! Lo asisten gue dan harus ngikutin kemanapun gue pergi."


"Gue duluan. Jangan lupa besok jam 6!"


"Iya kak."


Mobil Dion pun melaju, dan Nindi langsung mengawasi seberapa jauh sudah mobilnya.


Setelah merasa aman, Nindi pun memesan taksi online dan kembali lagi kerumahnya.


Selama perjalanan Nindi haya memainkan ponselnya. Sampai tak sadar jika ia sudah sampai didepan rumah bak istananya tersebut.


"Udah sampe Neng!"


"Ooh iya pak. Makasih ya pak. Tadi udah saya bayar pake grob pay ya pak."


"Iya neng, terimakasih. Jangan lupa bintang limanya."


"Baik pak."


Nindi segera memasuki rumahnya itu. Ternyata Andra masih duduk di gazebo depan rumah.


"Yee, udah sampe lo?"


"Brisik lo! Kenapa pas gue chat tadi disekolah gak dibales sih?"


"Yaelah lowbat hp gue. Eh ngomong ngomong lo jadi asistennya si Dion?"


"Yah gitulah. Katanya si biar gue gak dibukly lagi. Gak tau juga sih maksud dia apa?"


"Atau jangan jangan Dion suka sama Lo!"


____________________________________________________

__ADS_1


Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~


____________________________________________________


__ADS_2