She Is Nerd?

She Is Nerd?
Who is Megan?


__ADS_3

"Lo gak inget sama gue? Really lo ngelupain gue? Temen lo si sok cantik mana? Gak sekolah disini? Dia udah gak mau temenan lagi sama lo?" Ucap Megan sambil melihat Tata dan Nindi yang berpenampilan nerd.


"Lo gak ada temen lain sampe harus main sama cupu kek begini Ta?" Tanya Megan memperhatikan Nindi dari ujung kaki sampai kepala.


"Lo? Ooo, lo Megan Adinda Dierja?"


"Nah, tu lo inget. Sahabat lo itu mana? Udah gak mau temenan lagi sama lo? Gak heran sih, dia emang udah sombong dari dulu. Gue kan udah bilang sama lo, lo mending temenan sama gue aja."


"Jaga mulut lo ya. Gak usah jelek jelekin Nindi!" Tata emosi dan kemudian menarik lengan Nindi untuk pergi menjauh dari Megan.


"Hehh, masih belagu aja lo Ta. Udah dihemapas ama temen lo aja masih sok setia!" Ucap Megan bergumam sambil mengeluarkan smirk nya.


***


Kini Nindi dan Tata berjalan beriringan menuju kantin seperti biasanya, cuma yang membedakan adalah kali ini Tata benar benar emosi karena ulah Megan barusan.


"Lo mau pesen apa Ta? Biar gue pesenin."


"Gue gak mau makan. Gue cuma mau duduk aja."


"Ya udah, gue juga kalo gitu." Ucap Nindi kembali duduk.


"Kesel banget gue Nin. Kenapa dia mesti balik lagi sih. Lo gak kesel gitu sama dia?"


"Gue? Biar lah gak peduli juga gue. Seberapa keras dia berjuang dengan cara kotor buat ngalahin gue, tapi udah terbukti kan dia gak pernah bisa menang. Gue mah santai aja sih Ta."


"Tapi Nin, ah gue kesel banget. Dulu waktu lulus SD gue udah seneng banget akhirnya dia pergi dari Indonesia. Eh sekarang balik lagi."


"Jujur gue juga kesel kalo inget dia. Dia udah bikin Arkan jadi marah ke kita berdua sampai sekarang. Dan lo juga tau kan kalo Arkan itu..."


"Boleh gabung?" Belum selesai dengan bicaranya, tiba tiba saja gang Dion menghampiri Nindi dan Tata.


"Eh, eh iya boleh silahkan."


"Lagi ngobrolin apa lo pada?"


"Eh kak Andra, lo tau gak? Megan balik lagi ke sini. Gue khawatir sumpah!" Ucap Tata tak mempedulikan kehadiran Dion dan Glenn. Yang yerpenting sekrang adalah menyampaikan informasi kepada Andra.


"Serius? Jadi Megan balik lagi kesini? Ah siaaaal!"


"Megan siapa Ndra?" Tanya Glenn.


"Orang yang ditemuin Dion tadi pagi."


"Ooo, jadi bener tadi temen kecil lo Ndra?"


"Bukan najis. Kasih tau Ta dia siapa." Tata pun mendelik setelah namanya disebut.


"Kenapa mesti gue. Lo aja udah yang kasih tau temen lo. Gue ama Nindi mau pergi dulu, byeee!"


"Eh tunggu. Ngapain buru buru?" Ucap Andra.


"Buta lo mata lo? Itu banyak orang yang ngeliatin ke meja kita. Lo gak mau kan Nindi jadi dibully lagi kalo ada dari salah satu mereka yang ngadu ke Sasha?" Bisik Tata pada Andra.


"Ngapain bisik bisik sih!" Ucap Dion kesal.


"Kepo lo!" Jawab Andra.

__ADS_1


"Ya udah gapapa lo berdua pergi dulu aja."


"Oke, kuy Nin. Ke kelas."


"*****, ngapain malah lo biarin mereka pergi. Gue mau ngobrol ama Nindi Ndraaaaaa!" Ucap Dion kesal setengah mati pada Andra karena baru saja membiarkan Nindi dan Tata pergi.


"Sorry, kali ini keselamatan mereka lebih penting dari urusan percintaan lo."


"Anjiir! Keselamatan apa sih?"


"Udahlah besok lagi kan bisa."


"Eh kak Dion ketemu lagi. Eh ada Andra juga, masih inget gue?"


"Gak usah sok kenal lo anjiir. Gue kakak kelas lo, sopanan dikit."


"Eh itu cewek yang tadi pagi minta nope nya Kak Dion bukan sih?"


"Iya, gue denger dia anak baru sih."


Bisik bisik dri para siswi yang ada di kantin membuat Megan tak gentar untuk mendekti Dion.


"Aelah Ndra, sumpah lo gak kenal gue?"


"Sekali lagi lo panggil gue gak pake kakak, gue bisa aja keluarin lo!"


"Siapa lo, pffttt yang punya ni sekolah?"


Dion dan Glenn hanya bisa menahan tawanya. Sementara Andra hanya mengeluarkan smirknya.


"Pergi lo!" Usir Dion.


"Berisik lo! Gak usah bawa bawa dia, lo gak puas udah nyakitin dia hah? Pergi lo!" Jawab Andra emosi. Ia tau bahwa kini Dion tengah terkejut mengetahui bahwa Andra memiliki seorang adik. Tapi ia bisa jelaskan nanti, yang jelas sekarang ia tengah emosi karena Megan selalu saja mencari ribut dengan adiknya.


"Oke oke, bilang ke adik lo itu ya. Dia gak bakal menang ngelawan gue, bukti jelasnya aja Arkan lebih percaya gue ketimbang adik lo. Hahahah miris!" Ucap Megan sampai seisi kantin juga terkejut mengetahui bahwa Andra memiliki seorang adik. Yang mereka tau adalah, Andra adalah anak tunggal keluarga Brawijaya yang akan menjadi pewaris tunggal sekolah ini.


"Gak usah bawa-bawa nama Arkan ataupun adik gue!" Andra pergi meninggalkan Dion dan Glenn yang masih diam mematung. Andra pergi menuju kelasnya sambil menahan emosinya.


"Kak Dion, boleh minta nomer HP nya kak Andra? Kan aku gak boleh minta nope Kak Dion, yaudah punya kak Andra aja."


"Gak! cabut Glenn." Dion pun berdiri mengajak Glenn untuk pergi.


"Dih, awas lo semua ya!" Megan menahan emosinya dengan mengepalkan telapak tangannya.


***


"Ndra, lo punya adek?" Tanya Dion yang kini sudah berada di kelasnya bersama.


"Gak usah berisik dulu lo!"


"Anjiiir lah, lagi mode maung. Ya udah!"


Kini mereka bertiga pun masih saling diam. Tak ada yang memulai pembicaraan.


"Ei Glenn, lo keliatan biasa banget. Gak kaget gitu denger Andra punya adek?"


"Gak." Jawab Glenn singkat sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kok bisa?" Tanya Dion bingung.


"Ya karena gue udah tau lah."


"Kok lo gak pernah ngasih tau gue?"


"Karena lo gak tanya."


"Aarghkkk sial!" Tiba tiba saja seisi kelas dibuat terkejut oleh Andra yang tiba tiba saja menggebrak mejanya.


"Santai Ndra, lo kenapa?" Tanya Glenn.


"Gue bakal keluarin bocah itu!" Ucap Andra yangbenar benar sudah emosi.


"Santai dulu lah Ndra. Lo ada masalah apa emang sama si Megan Megan itu?"


"Gue gak mau kasih tau kalian disini. Ini urusan pribadi gue, jadi nanti kita ke cafe nya Glenn."


"Oke oke.."


setelah jam pelajaran selesai, seperti yang Andra janjikan tadi, mereka bertiga pun pergi menuju cafe Lunar milik Glenn.


Setelah sampai di cafe, Mereka duduk di tempat owner yang mana itu adalah ruangan Glenn.


"Gimana ceritanya?" Ucap Dion memulai.


"Gue benci banget ama itu orang."


"Iya gue tau lo benci, tapi kenapa?"


"Dia itu licik Glenn, Yon. Gue gak mau Adik gue kenapa kenapa."


"Oke oke, jadi sebelum neglanjutin cerita tentang Megan, gue mau tanya dulu ke lo. Lo punya adik dan gak pernah cerita ke gue? Dan juga, kok Glenn busa tau kalo lo punya adik?"


"Gue emang punya adik. Dia sekolah di luar negeri buat bantu bisnis bokap gue, dan juga adik gue emang gak terlalu terkenal di Indo karena ya emang Daddy gue gak pernah cerita tentang dia di media. Mungkin kebanyakan orang mikir gue ini anak tunggal, sebenarnya gak. Gue punya adik." Jelas Andra panjang lebar.


"Terus kok lo bisa tau kalo Andra punya adik?" Tanya Dion pada Glenn.


"Ya gue tau aja sih. Kepo banget sih lo!"


"Terus adik lo sekarang masih di luar negeri Ndra?"


Mendengar itu, Andra sempat melirik Glenn seolah meminta pertolongan apa yang harus ia katakan.


Glenn yang sepertinya paham, langsung mengalihkan pembicaraan.


"Udah lah Yon, kita lagi bahas Megan ini. Bahas tentang adiknya Andra nantian aja."


"Tapi, gue pengen tau Glenn. Gue sahabat lo Ndra, tapi ternyata gue belum kenal lo. Gue bersedia kenal sama lo, tapi lo nya sendiri yang seolah menutup dari gue."


"Sorry Yon, bukan gimana gimana. Ini juga bukan kemauan gue, ini perintah adik gue senidir yang gak boleh nyebar identitas dia."


"Oke oke, jadi tadi Megan sebut sebut Arkan sama adik lo. Dan keliatannya lo marah banget sewaktu dia nyebut nyebut mereka?" Ucap Glenn tak mempedulikan Dion, ia mengalihkan pembicaraanya.


____________________________________________________


Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~

__ADS_1


____________________________________________________


__ADS_2