She Is Nerd?

She Is Nerd?
Bualan Kakek Kempot


__ADS_3

Teleponnya tersambung dan,,


"Nuel, kenapa lo baru bales pesan gue? Sesibuk itukah lo? Kenapa lo berubah? Lo gak kaya Nuel yang gue kenal sekarang! Lo berubah!" Tangisannya semakin menjadi jadi. Sedangkan orang disebrang sana hanya diam tak menjawab.


"Jawab Nuel! Atau lo udah punya seseorang yang bisa bikin lo nyaman disana?" Ia masih terisak.


"Hey! Tenangin diri lo." Tunggu, itu bukan suara Nuel.


"Gue bukan Nuel. Gue Dion woy! Salah orang malu kan lo." Terdengar jelas di telinga Nindi bahwa Dion sedang berusaha menahan tawanya.


"Hah?" Nindi terbelalak dan kemudian langsung melihat nama yang sedang ia telepon.


"Ehmm, maaf kak. Aku kira tadi Nuel." Gugup Nindi.


"Siapa dia? Pacar lo? Wih keren, cupu begitu dah punya pacar aja."


"Ehm, iy kak. Ya udah aku matiin ya." Sambungan telepon di matikan sepihak tanpa lersetujuan Dion.


Jantung Nindi berdegup dengan kencang. Bagaimana bisa ia salah menelepon orang? Pasti besok Dion akan bertanya macam macam tentangnya.


***


"Kalian semua tau kenapa saya mengumpulkan kalian di sini?" Ucap kepala sekolah yang tak lain adalah Ayah Sasha.


"Gak tau sir!" Jawab serempak semua murid yang berada di lapangan.


"Oke, langsung ke intinya aja. Jadi, semua fasilitas yang ada di sekolah ini akan saya stop dulu. Uang pembangunan dan perbaikan tidak pernah masuk. Jadi, jika uang itu sudah masuk kalian bisa pakai lagi fasilitas yang ada di sekolah ini." Tegas kepala sekolah itu.


What!? Nindi membatin bingung. Bukannya beberapa hari yang lalu Daddy nya baru mentrasfer 5 Milyar ke sekolah?


Andra sebagai anak pemilik sekolah maju tidak terima. Yang ia tau, beberapa hari yang lalu ayahnya telah mentransfer uang atas seizin adiknya, Nindi.


"Hey sir! Jangan mengada ngada. Daddy saya beberapa hari yang lalu baru saja mengirimkan uang sebesar 5 milyar. Itupun langsung dikirim ke rekening pribadi anda, karena katanya rekening sekolah sedang tidak bisa di akses." Semua orang tertuju pada Andra sebagai anak sang pemilik sekolah. Ada yang terkejut karena tuturan Andra barusan, tapi ada juga yang hanya menatap kagum padanya karena berani bersuara.


"Andra! Kembali ke tempat mu. Saya tidak menyuruh satu siswapun untuk berbicara."


Andra menatap sengit kepala sekolah itu, ia melirik ke arah Nindi yang kebetulan berada di barisa depan. Ia melirik dengan tatapan tajam penuh arti yang hanya bisa dimengerti oleh Nindi.


Andra pun kembali ke barisan belakang. Menunggu sang kakek kempot atau kepala sekolah itu menyelesaikan bualan nya.

__ADS_1


***


"Ada yang tau Nindi kemana?" Andra menghampiri kelas Nindi untuk bertemu dengannya.


"OMG, ma prince dateng."


"Ngapain nyariin Nindi sih, udah jelas jelas di depan mata ada aku yang lebih cantik."


"Ngapain sih nyariin nerd. Pasti kak andra udah kena peletnya tuh!"


"Woy! Malah njelek njelekin Nindi. Gue tanya dimana dia!" Ia sedang emosi karena masalah tadi pagi, kini ditambah lagi dengan ia mendengar banyak orang yang menghina adiknya.


"Ehhm, tadi sih keliatannya ke kantin sama Tata kak." Jawab salah satu siswa yang ada dikelas.


"Bagus. Tinggal jawab apa susahnya sih!" Andra pun langsung menuju ke kantin. Dan benar saja, Nindi dan Tata sedang asik memakan makanannya.


Andra menghampiri Nindi dan membisikkan sesuatu padanya. Tata yang tau hubungan Andra dan Nindi yang sebenarnya pun hanya bisa diam saja.


Tapi, di ujung kantin Andra tak melihat kedua sahabatnya yang ternyata sedang memperhatikan Andra dan Nindi yang sedang saling membisik.


"Wah, gue makin curiga Andra ada hubungannya ama si nerd itu!" Tanpa sadar Dion seperti marah jika Nindi di dekati oleh Andra.


"Kenapa lo? Biarin kali, mungkin ada urusan. Lo cemburu?" Semprot Glenn pada Dion yang terlihat menahan emosinya.


"Jerk! Ada bubungan apa sih mereka? Akrab banget kelihatannya. Kalo sampe ada hubungan spesial, gue bakal laporin lo ke pacar lo Ndra!" Dion megeluarkan smirk liciknya jika saja Andra ketahuan memiliki hubungan spesial dengan Nindi si nerd.


Dion tiba tiba terhenti saat melihat Andra dan Nindi memasuki area khusus pemilik sekolah. Dion tidak bisa masuk jika tidak ada Andra.


Dion sudah memohon mohon kepada penjaga, namun tetap saja ia tak di izinkan masuk.


Tingkat keingin tahuannya meningkat membuat ia semakin nekat untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dengan sahabatnya itu.


***


"Mbul, ini gimana? Apa kita harus laporin si kepala sekola itu ke Daddy?" Tanya Andra khawatir.


"Biar bang, biarin dulu. Kita ikuti aja dulu permainan kepala sekolah gila itu. Sebulan lagi, aku akan permaluin dia di depan semua siswa sekolah ini." Senyuman nya terukir, senyuman yang membuat wajah Nindi terlihat sedikit menyeramkan.


"Gue tau, tapi ini udah keterlaluan. Masa fasilitas di stop, terus nanti murid murid sini gimana? Mereka kan udah bayar mahal untuk sekolah disini Nin. Gue takut kalo nama sekolah ini malah jadi jelek." Kali ini, ke khawatirannya tercetak jelas di wajah Andra. Nindi bisa melihat itu.

__ADS_1


"CCTV!" Nindi menjentikan jarinya.


"di kantor kepala sekolah ada CCTV kan?"


"Setau gue ada, cuma Pak Wibowo nyabut CCTV nya dengan alasan privacy."


"Nah! Kita pasang diem diem. Pokoknya jangan sampe ketahuan ama si kakek kempot tukang ngibul itu." Nindi mengangkat salah satu alisnya.


"Oke. Nanti biar gue nyuruh seseorang buat pasang. Kita tinggal duduk manis ngeliat dan mengikuti sedikit lah permainan yang dia buat." Andra dan Nindi bertos ria.


Seseorang masih berdiri di depan area itu. Ya, Dion masih tak mau beranjak pergi karena ia sangat begitu ingin tau dengan apa yang terjadi.


Nindi dan Andra pun keluar dari ruangan itu. Ia beranjak pergi, namun langkahnya terhenti saat melihat Dion yang berdiri menatapnya dengan sinis.


"Woy Ndra!" Dion berteriak.


Andra dan Nindi pun langsung menghampiri Dion.


"Ngapain lo teriak teriak?" Andra mengocehi Dion sedangkan Nindi masih diam tertunduk.


"Gue sahabat lo Ndra. Tapi banyak yang lo sembunyiin dari gue. Semenjak kedatangan nerd ini, lo makin tertutup sama gue dan Glenn." Emosinya memuncak, melihat Andra sahabatnya yang semakin berubah.


"Gak semua masalah harus selalu gue ceritain ke lo ataupun Glenn. Gue juga punya masalah pribadi yang gak harus gue umbar." Nindi semakin menundukan kepalanya melihat abangnya dan Dion yang sedang beradu mulut.


"Atau jangan jangan lo ada hubungan apa si nerd ini?" Dion menunjuk nunjuk Nindi.


"Gue bisa aja laporin lo ke pacar lo yang matre itu, kalo lo selingkuh dari dia." Dion mengucapkan dengan penuh percaya diri, alisnya terangkat seolah ingin mengancam Andra.


Nindi yang mendengar tuturan Dion barusan pun berusaha menahan tawanya. Pipinya menggembung, dan entah kapan akan meledak. Dion yang menyadarinya pun langsung menyemprot Nindi.


"Ngapain lo? Ngetawain gue? Apa yang salah emangnya?"


Lo salah karena lo begoo! Gue tuh pacarnya Andra, Dion begooo. Nindi berbicara dalam batinnya. Menertawakan Dion dalam diam.


Lo mau laporin gue ke diri gue sendiri? Nindi masih membatin smabil menundukan kepalanya mendengar dua pemuda itu memperdebatkan soal persahabatan.


Tanpa mereka berdua sadari, Nindi berjalan pelan meninggalkan mereka berdua. Telinganya panas jika harus mendengar ocehan tak berguna dari dua mulut seorang lelaki.


____________________________________________________

__ADS_1


Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~


____________________________________________________


__ADS_2