She Is Nerd?

She Is Nerd?
Terbongkar?


__ADS_3

"Eh Yon, kenalin dia Anindira. Dia.." belum sempat Andra memberi tau dia siapa. Nindi terlebih dulu memelototi Andra dan langsung menimpali.


"Gue pacarnya."


"Ooh, ya. Kenalin gue Dion, temennya Andra."


"Oh! Gue duduk disini bareng lo ya ba--" hampir saja ia keceplosan untuk kedua kalinya..


"Gue duduk disini bareng lo ya Ndra." Nindi tersenyum puas seolah ia berhasil mengerjai abangnya itu.


Sedangkan Andra yang sedang duduk sangat bergidik ngeri dengan kata kata adiknya barusan.


"Ooh yaa.." Andra menjawab singkat.


"Ada apa yon? Tumben lo kesini?" Tanya Andra pada Dion.


"Gini Ndra, gue mu tanya deh. Lo ada hubungan apa ama si cupu? Perasaan dia anak baru? Kok lo udah kenal si?" Andra diberikan rentetan pertanyaan oleh Dion yang merasa ingin tahu.


"Oh. Masalah tadi? Ya elah, itu gue cuma kasian aja ama dia. Keknya dia LEMAH banget gitu." Andra tersenyum sambil menekan kata lemah.


Nindi yang sadar bahwa abangnya sedang menyindir dirinya, ia langsung berdehem tanda peringatan.


"Errghm!"


"Kenapa lo?" Tanya Dion pada Nindi.


"Ngapain lo tanya tanya? Peduli lo?" Ucap Nindi dengan sewot.


"Eh Ndra, tapi muka cewek lo ko familiar ya? Keknya gue pernah ketemu sama lo deh!" Ucap Dion curiga kepada Nindi.


Mendengar ucapan Dion barusan, Nindi yang sedang bermain dengan ponselnya tiba tiba terkejut dan langsung panik.


"Gu..gue gak pernah ketemu lo! Kenal juga gak!" Andra yang mendengar adiknya terlihat panik pun tertawa samar.


"Ooh, berati emang muka lo pasaran." Ucap Dion tanpa di filter.


"Apa lo bilang!!!" Nindi bangkit dari duduknya dan langsung mengocehi Dion.


"Eh asal lo tau ya, orang songong kek lo tuh gak harusnya ada di Capella Internasional High School. Lo gak pantes buat ada disana, yang bisanya cuma ngocehin anak nerd! Dih, najis gue liat muka lo!" Ucap Nindi tanpa sadar dan langsung menutup mulutnya.


"Tau dari mana lo gue tadi berurusan ama si nerd? Lo juga sekolah di CIHS?" Ucap Dion bingung. "Dia sekolah di tempat yang sama kaya kita Ndra?" Ucap Dion kepada Andra.


"Eehm, nggak. Dia gak sekolah di sekolah gue. Dia sekolah di tempat lain. Dia tau tuh dari gue kok." Ucap Andra dengan muka yang panik, karena ia takut jika penyamaran adiknya akan tebrongkar sekarang.


"Oh!" Nindi pun langsung meninggalkan Andra dan Dion dan langsung pergi menuju kamarnya.


"Pergi sono!" Dion berteriak menbuat Nindi yang mendengarnya mendengus kesal.


"Kok dia naik ke lantai atas? Siapa dia? Apa hubungannya sama si nerd? Kok Andra sam dia kek nyembunyiin sesuatu?" Banyak pertanyaan yang Dion lontarkan dalam hatinya. Banyak yang ia ingin tahu.

__ADS_1


"Mau minum apa lo Yon?" Tanya Andra pada Dion.


"Apa ajah, yang penting jangan ada racunnya."


"Yee, gue racun beneran dah lo!" Keduanya pun tertawa. Dan Andra langsung pergi menuju bar yang ada dirumahnya.


***


Kini akan menjadi hari kedua Nindi berada di CIHS. Seperti biasa, perlengkapan nerd sudah terpasang di tubuhnya.


Nindi berjalan ke ruang makan dan meghampiri Daddy nya.


"Pagi Dad! Kemaren kok gak pulang? Aku udah nungguin." Nindi pun kesal dengan melipat kedua tangannya.


Daddy nya yang belum tau rencana Nindi pun bingung. Siapa gadis nerd yang sekarang ada di rumahnya?


Daddy nya melirik ke Andra seolah minta penjelasan. Andra yang mengerti pun lansung menjelaskan ke inti masalahnya.


"Oo.. bingung ya Dad?" Andra tertawa dan melanjutkan perkataannya. "Dia Nindi. Dia tuh nyamar gitu jadi nerd. Buat ngebongkr orang yang korupsi di sekolah."


"Lah kamu Nindi? Yaampun maaf ya, Daddy gak tau. Kamu berubah banget? Kamu bakal kaya gini setusnya honey?" Ucap Daddynya dan kagsubg memeluk Nindi.


"Ih! Masa gak kenal. Aku gak selamanya ko Dad. Pokoknya sampe aku tau siapa dalang dibalik pemerasan ini."


"Yaampun, kamu tuh harusnya gak usah ikut ikutan masalah ini. Kamu masih terlalu muda Nindi." Ucap Daddy menjelaskan.


"Iya tuh. Ngapain coba." Gumam Andra sambil melahap rotinya.


"Ya udah deh. Terserah kamu aja. Daddy bakal tetep dukung kok." Daddy nya mengelus puncak kepala Nindi.


***


Kali ini, Nindi berangkat ke sekolah tidak ditemani abangya. Ia memilih untuk naik taksi ke sekolah.


Sesampainya di sekolah, lagi lagi ia harus menerima berbagai tatapan benci, dan tidak suka.


Dan itu semua rata rata datang dari para kaum hawa.


"Lah masih masuk sekolah dia?"


"Ish! Ngapain sih dia masih disini!"


"Aduhh parasit sekolah masih ada disini! Kapan dibuangnya ini haduhh."


Begitulah perkataan dari siswi siswi yang Nindi dengar. Nindi tetap mencoba untuk sabar.


Dari yang semulanya menatap benci, kini pandangan para siswi tertuju kepada dua orang lelaki tampan dan idaman sekolah.


Yaitu Andra dan Dion. Mereka memasuki gerbang sekolah dan langsung menrima berbagai sorakan dari para siswi.

__ADS_1


Nindi yang masih berjalan pun langsung menengok ke belakang. Sungguh menyebalkan. Sebegitu tampan kah abangnya itu? Sampai sampai harus kendapat sorakan seprti itu? Norak!


Umpat Nindi dalam hari nya dan melanjutkan jalannya.


Nindi berjalandi koridor kelas 11 dan cekalan ditangannya membuat ia harus berhenti.


Nindi menengok ke belekang terdapat Dion disana.


Mengapa cepat sekali? Bukannya tadi ia dan abang baru ada di lapangan?


Nindi berpikir sambil melihat tangannya yang sedang di pegang oleh Dion.


Tak butuh waktu lama Nindi langsung mengibaskan tangannya dan membuat Dion terkejut.


"Dih! Belagu lo ya. Gue mau ngomong sama lo!" Tanpa basa basi Dion langsung menarik Nindi. Nindi pun bertahan di tempat supaya dirinya tak bisa ditarik oleh Dion.


Nindi mencoba melepaskan cekalan Dion, namun tenaganya tak sekuat Dion.


"Diem lo! Gak usah berontak!"


Semua orang yang melihat kejadian itu pun langsungs menganga.


Dimata mereka, Dion seperti sedang menggandeng Nindi.


"Wait what! Dion ku!"


"****** lo! Moga aja dibantai ama Dion."


"Ya ampun kapan gue digandeng begitu ama Dion."


"Si nerd buat ulah terus jih!"


Dion terus menarik Nindi sampai ke taman belakang sekolah.


"Heh lo! Ada hubungan apa lo ama Andra?" Dion melepaskan cekalan tangannya dan langsung melontarkan pertanyaan.


"Gak ada apa apa kok ka."


"Terus kenapa dia kemaren bawa lo kesini?"


Deg!


Kenapa Dion bisa tau? Apakah dia menguntit? Berati dia denger semuanya dong?


Nindi bertanya dalam hatinya dengan wajah panik.


____________________________________________________


Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~

__ADS_1


____________________________________________________


__ADS_2