She Is Nerd?

She Is Nerd?
Teror


__ADS_3

Dion terus mengikuti kedua makhluk itu sampai tiba di suatu tempat.


"Rumah sakit? Ngapain mereka kesini?" Ucap Dion bingung sambil masih dengan mata yang terus menatap pergerakan kedua perempuan itu.


Tata dan Nindi berjalan memasuki rumah sakit itu. Dion yang merasa Nindi dan Tata sudah cukup jauh dari jaraknya, memutuskan untuk turun dari mobilnya.


Dion terus mengikuti mereka sampai-sampai tak sadar bahwa rumah sakit yang sedang ia datangi saat ini adalah rumah sakit tempat dimana Andra dirawat.


Yang kebetulan juga, rumah sakit ini milik keluarga Dion, dengan pamannya yang juga menjadi dokter di rumah sakit ini.


"Lah? Mereka mau nyamperin Andra gitu?" Ucap Dion bermonolog.


Dion terus mengikuti dengan jarak yang cukup jauh.


Saat akan mengikuti Nindi dan Tata, tiba tiba saja seseorang dari arah depan berlari dengan begitu cepat dan tidak sengaja menubruk Dion.


"Eh sorry sorry, gue buru buru." Ucap serang wanita dengan masker yang menutupi mulutnya.


"Ya ya, makanya lain kali gak usah lari lari! Ini rumah sakit!" Ucap Dion dengan sentakan di akhir kalimat.


"Sorry."


Wanita itu berlari dari arah lorong tempat ruang VVIP.


Dion yang sudah tidak mood karena kecelakaan tadi akhirnya pun memutuskan untuk pulang saja ke rumah.


"Siaal! Mood gue ilang gara gara dia, gue juga jadi kehilangan jejak si cupu!" Ucap Dion membuka pintu mobilnya kasar dan menutupnya dengan dibanting.


***


"Hai bang, gue bawa Tata kesini."


"Oo hai Tata." Ucap Andra sambil tersenyum.


"Bang tadi perempuan itu kesini lagi gak?"


"Gak si, cuma tadi ada perempuan gitu, kayaknya si seumuran lo. Dia pake masker, gak nunjukin mukanya. Bilang kalo adek gue penghianat, yang berati itu lo?"


"Hah? Gue berhianat? Apaan coba, lo gak tanyain nama dia?"


"Gak si, tapi kayaknya di bukan orang Indonesia murni. Keliatan dari rambut ama mata yang beda dari orang Indonesia umumnya.

__ADS_1


"Blasteran gitu?" Ucap Tata menebak.


"Kayaknya sih iya. Lo kenal Nin?"


"Gak lah, bentukan orangnya aja gue kagak tau."


"Ya udah abaikan aja. Orang iseng kali dia." Ucap Tata menenangkan.


***


Malam ini adalah malam terkahir Andra untuk tidur di kasur dengan tangan terinfus.


"Bang, tau nomer ini gak?" Ucap Nindi yang tadinya sedang berbaring di kasur, berdiri dan menghampiri Andra.


"Gak lho, bilang apa dia?"


"Gak tau si, dia cuma bilang 'dasar perempuan pengkhianat!' Gitu si. Apa jangan jangan dia perempuan yang tadi dateng ke sini?"


"Ini udah kek neror gak sih jatohnya? Kita lapor polisi aja gimana?" Ucap Andra khwatir kepada adiknya.


"Jangan dulu, kita tunggu aja kalo seminggu ni anak masih tetep aja neror gue, baru gue lapor ke polisi."


"Sure!"


***


"Gue udah lama gak buka instagram, ada info apa aja sih?" Ucap Dion bermonolog.


"Ciahh, cuma gini gini doang. Isinya cuma orang muji muji karena fisik, cih!" Saat akan menutup aplikasinya, satu akun muncul di tampilan homenya.


wjynind



❤️Disukai oleh andracpl dan 214 lainnya


wjynindi S E C R E T !


Tampilkan semua 36 Komentar


tatania ekhem, kapan nih kapan😌

__ADS_1


glenskuy @tatania tunggu, sebentar lagi😂


Tunggu, apa Dion salah baca? Glenn terlihat begitu akrab dengan Tata dan Nindi.


Apa yang sebenarnya sedang terjadi?


"Glenn? Apanya yang sebentar lagi? Bangsyat, ada apa sih ini?"


Dion pun kemudian juga ikut menulis komentar di postingan yang baru saja Nindi upload sekitr 6 jam yang lalu.


snjydioncstr gak usah upload foto, kalo emang muka jelek lo gak mau dilihat!


Dion sangat merasa puas, karena yang ia lihat, tak ada satupun postingan foto Nindi dengan wajah yang terekspos, jika ada itupun foto dia sewaktu masih kecil.


"Gue masih penasaran sama lo, kenapa disaat perempuan perempuan ngejar ngejar gue, lo malah seakan ngejauh?"


***


"Gue udah teror Nindi selama dua hari berturut berturut. Tapi dia gak ada respon, gimana ini?" Ucap perempuan tersebut yang sedang mengobrol dengan seseorang di teleponnya.


"Gak papa, pokoknya lo terus aja teror dia sampe dia bener bener depresi!"


"Kalo gue dilaporin polisi gimana?"


"Gak usah takut, dia gak bakal lakuin itu gue rasa."


"Oke, tapi kapan lo mau kesini? Gue gak bisa ngelakuin ini semua sendirian. Gue juga butuh bantuan lo." Ucap perempuan itu lagi.


"Gue akan kesana setelah gue tau siapa laki laki yang udah deket ama dia."


"Oke, gue juga akan bantu lo buat cari tau siapa laki laki yang udah berhasil dapetin dia."


"Oke. Gue matiin!"


***


____________________________________________________


Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~


____________________________________________________

__ADS_1


__ADS_2