
"Ciaaa, udah balik bosss!" Ucap Dion riang melihat Amdra yang sudah kembali lagi ke sekolah.
"Ehh baby, aku denger denger kamu masuk rumah sakit ya kemaren? Maafin aku gak bisa jenguk. Aku udah hampir 2 minggu di luar kota, jadi aku juga gak berangkat sekolah dan baru tau berita kalau kamu masuk rumah sakit. Maafin aku ya gak jenguk kamu baby!" Ucap Sasha 'sok' khawatir kepada Andra.
"Sorry, gue gak butuh di jenguk lo. Sekian dan terima kasih." Andra melewati Sasha begitu saja dan langsung duduk di tempatnya.
"Pfftt..bwahahahahha.." Tawa Dion pecah melihat Sasha yang baru saja diabaikan oleh Andra.
"Hati aku sakit banget Glenn, huaaaa!" Ucap Dion menirukan suara centil Sasha.
"Gue saranin lo gak usah ganggu kita kita deh Sha. Lo kalo gak ganggu Andra, ya Dion, kalo dua duanya gak mau sama lo, lo juga kadang kadang ganggu gue. Lo tau gak sih kita bertiga itu risih dideketin cewek ganjen kayak lo!"
Wajah Sasha memerah, emosinya begitu meledak mendengar tuturan Glenn barusan. Baru saja dia pulang dari luar kota dan berniat meminta maaf kepada Andra karena ia tidak sempat menjenguk, eh malah ia mendapatkan kalimat yang sangat menyakitkan.
"Kalian bertiga bisa gak sih ngertiin perasaan gue. Gue selalu kaya gitu sama kalian karena gue butuh perhatian. Dari kelas 10, gue udah suka sama lo Glenn. Tapi karena lo yang cuek, gue jadi bertingkah buat ngedeketin Andra ama Dion supaya lo merhatiin gue. Ternyata gue salah, lo emang... ahhh brenksek!" Ucap Sasha sambil menunjuk Glenn, Dion, dan Andra yang sedang duduk di kursi bagian belakang tak menghiraukan ocehan Sasha.
"Dih, gimana Glenn bakal suka sama lo kalo tingkah lo aja kek cewe murahan. Dih, liat tuh Nindi, walau cupu cupu begitu dia gak murahan kaya lo." Ucap Dion tak sadar membangga-banggakan sosok Nindi.
"Hah? Nindi? Oo.. gembel cupu sialan itu. Jadi kalian suka sama cewek itu, oke gue akan bikin supaya kalian gak suka lagi sama dia." Sasha mengeluarkan smirk licik nya dan pergi meninggalkan kelas Andra dan kawan kawan.
***
Bel istirahat sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu. Dion, Andra, dan Glenn berjalan menuju kantin. Seperti biasa, para siswi pasti akan terpesona melihat 3 pangeran sekolah itu.
"Gila ganteng banget suami gue!"
"Beuuh, cerah banget masa depan gue!"
"Cewe cewe yang dapetin mereka beruntung banget ya. Tapi semoga gue adalah salah satu cewek yang bakal dapetin mereka huaaaa!"
"Messy hair mereka bikin meninggoyyy!"
Begitulah kalimat kalimat yang selalu keluar dari mulut siswi siswi yang sudah bosan didengar oleh Andra, dkk.
"Duduk sini aja brow!" Ucap Glenn menemukan tempat duduk yang sedikit dekat dengan Nindi dan Tata.
"Disini? Serius lo? Di tempat biasa ae lah." Ucap Dion menatap kesal Glenn.
"Ya udah gapapa juga sih." Sahut Andra.
__ADS_1
"Gue duduk aja lah. Gak mau pesen apa apa gue. Kalo kalian mau pesen pesen aja, gue lgai gak mood." Ucap Glenn kepada kedua sahabatnya.
"Yaa terserah lo. Gue kesana dulu ya buat beli minuman, lo mau titip gak Yon?"
"Lemon tea aja. Gak pake lama!"
"Iyaaa."
Andr pun pergi meninggalkan Dion dan Glenn.
"Woy, gue denger tadi lo nge bangga banggain Nindi di depan Sasha. Lo serius suka ama Nindi?" Ucap Glenn tiba tiba memecahkan keheningan keduanya.
"Dih ngapain lo tiba tiba ngomong begitu. Gue gak bangga banggain dia ya, cuma fakta aja kan kalo si Sasha emang murahan. Nempel sana mau, nempel sini mau."
"Emang lo tau darimana Nindi gak murahan?"
"Ya keliatan aja. Dia kan polos polos gitu tuh, pasti ya gak mungkin lah dia punya sifat kek Sasha." Ucap Dion menaikan kedua alisnya sambil tersenyum.
***
Disisi lain, Tata dan Nindi yang memang tempat duduknya tidak terlalu jauh dar Glenn dan Dion, bisa mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan.
Nindi yang tau bahwa Tata sedang menyindir Dion, hanya bisa tersenyum menyerahkan permainan dimainkan Tata.
"Sedikit sih Ta."
"Ooo, berarti bener ada yang ngomongin lo dibelakang nih."
Dion yang mendengar dengan jelas ucapan Tata, langsung melihat ke arah belakangnya dan Duaar!
Meja Tata dan Nindi ternyataada dibelakang Dion.
"Goblog, pantes lo minta duduk disini. Bangsyat lo Glenn!"
"Hehe sorry brow." Ucao Glen tersenyum tipis.
"Kalo mau ngomongin orang didepan orangnya langsung dong." Ucap Tata masih menyindir Dion.
"Berisik, lagian lo berdua juga udah denger kan. Ya berarti gue gak ngomong di belakang." Ucap Dion gugup.
__ADS_1
"Ekhem, Kak Dion cowo dingin ini ternyata suka sama Nindi. Hahahah.." Ucap Tata bangkit dari tempat duduknya dan duduk di bangku Andra yang sedang tidak diduduki pemiliknya.
"Diem lo. Lo salah denger, bukan gue yang suka sama tu cewek. Tapi si Glenn!" Ucap Dion gugup dan asal karena dirinya yang sudah terpojok.
"Hah? Kak Glenn?" Tanya Tata bingung dan langsung menoleh ke arah Glenn.
Wajahnya sedikit kecewa mendengar bahwa yang menyukai Nindi adalah Glenn.
"Oo, kak Glenn ya." Tata tersenyum kecut.
"Oy Nin, kak Glenn suka nih sama lo."
Suara Tata yang cukup keras membuat siswa dan siswi yang jaraknya cukup jauh samar samar mendengar apa yang baru saja dituturkan Tata.
"Udah Ta, sini. Itu kak Andra mau duduk."
"Oo, sorry sorry kak. Hehe." Ucap Tata meminta maaf pada Andra yang masih berdiri sambil memegang dua gelas es.
"Nin balik kelas yuk. Eh tapi kalo lo masih mau disini juga gapapa sih. Gue balik duluan aja ya."
"Eh tunggu, aku ikut kamu." Ucap Nindi segera bangkit dari bangkunya.
"Kenapa tuh Tata?" Ucap Andra sambil menyedot esnya.
"Gak tau, aneh banget tuh makhluk dua." Ucap Dion sambil menyedot lemon tea nya juga.
"Oo.. nanti mau main ke cafe gue gak?"
"Eh tapi lo masih harus istirahat ya Ndra?"
"Gapapa sih, gue udah sehat kali Glenn. Gue laki brow, jangan remehin gue."
"Aelah laki si laki. Tapi masuk rumah sakit juga, hahahahha." Ucap Dion asal.
"Berisik lo!"
____________________________________________________
Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~
__ADS_1