She Is Nerd?

She Is Nerd?
Birthday


__ADS_3

Sudah tiga hari berlalu sejak kedatangan mantan istri Pak Adi. Hari ini, tanggal 28 November adalah hari paling ditunggu. Usia Andra bertambah satu tahun dan berharap kedewasaanya juga akan bertambah.


Pak Adi menyiapkan pesta istimewa yang cukup besar di rumahnya.


Beberapa, siswa dan siswi dari sekolah Andra pun beberapa ada yang di undang tak terkecuali dengan dua sahabat bobroknya.


Mayoritas yang datang adalah para rekan rekan bisnis dari Pak Adi yang juga membawa para anak gadisnya.


"Ehem, enak ya lo bang selalu di rayain ulang tahun nya." Ucap Nindi tersenyum sambil menyenggol lengan Andra yang sedang melihat pantulan dirinya di cermin yang ada di kamarnya.


"Aelah, ulang tahun itu sebenernya bukan acara seneng senengan Nindi." Jawab Andra sambil mengelus puncak kepala adiknya.


"Ulang tahun itu umur kita sebenernya bukan bertambah. Oke oke, secara matematis emang umur kita bertambah. Tapi sebenernya umur kita itu berkurang."


"Iya sih, oh iya gue udah siapin kado spesial buat lo."


"Apaan?"


"Ada deh."


"Dasar lo!"


"Eh bang, sebenernya ada yang nge ganjel gitu gue."


"Apaan?"


"Lo serius mau terima ibu baru?"


"Kenapa emang?"


"Gue kok rasanya kaya kurang sreg gitu. Iya sih gue emang belum liat orangnya, tapi gue tuh kek ada feeling yang gak enak aja tentang calonnya Daddy."


"Udah udah, gak usah mikirin begitu. Nanti lo mau jadi siapa?"


"Hah?" Jawab Nindi bingung.


"Iya lo bakal jadi sosok Andindira pacar gue, atau sosok Nindi yang culun?"


"Of course Anindira lah. Tapi lo gak usah nyebut nyebut gue pacar lo, ya intinya gue bakal ada sama lo terus gitu intinya. Kan temen lo si Dion tu udah tau kalo kita pacaran. Eh maksudnya dia ngira kita pacaran."


"Oke oke."


Setelah berbincang bincang, Nindi pun sudah merubah dirinya menjadi sosok yang begitu rupawan, mereka berdua pun menuju halaman belakang.


Ya, pesta dilaksanakan outdor di halaman belakang rumah Pak Adi yang sangat luas.


"Oke semuanya, yang ulang tahun udah dateng nih. Wah wah, sama siapa tuh si Andra?" Ucap MC yang mengisi acara upang tahun tersebut.


"Oke, karena yang ulang tahun udah dateng jadi kita mulai acaranya. Acara pertama seperti acara ulang tahun pada umumnya, akan ada tiup lilin dengan pemotongan kue untuk orang orang spesial. Dan kemudian dilanjutkan dengan acara lain lain."


"Bang, gue disamping lo aja apa gimana?"


"Udah lo sini aja." Jawab Andra sambil menahan tangan Nindi.


"Oke, ini lilin udah siap. Mungkin sebelum itu, bisa kali ya make a wish dulu." Ucap MC itu.


Mata Andra terpejam, kedua tangannya saling bergenggam, mengirimkan berbagai permintaan di ulang tahun nya kali ini.


"Oke, udah selesai nih make a wish nya? Oke kalau gitu kita hitung bareng bareng dari satu sampai tiga kemudian Andra tiup lilinya."


Semua tamu undangan menghitung bersama dari satu sampai tiga dan kemudian,


"Fuuh!" Api lilin berhasil dipadamkan.

__ADS_1


Kini adalah waktu pemotongan kue. Setiap potongan akan diberikan kepada seorang yang spesial.


"Oke, ini potongan pertama untuk sosok yang selalu ada di samping saya, selalu mendukung apa pun yang saya lakukan. Saya bakal kasih kue ini untuk Daddy saya." Suara tepuk tangan terdengar begitu riuh. Andra memberikan sepotong kue tersebut kepada Daddy nya dan kemudian ia langsubg memeluk sosok Daddy sekaligus ibunya.


"Makasih udah rawat Andra sampai sekarang ini." Ucap Andra berbisik di telinga Pak Adi.


"Daddy juga terima kasih, karena kamu udah mau dan bersedia menjadi sosok motivasi bagi Daddy." Jawab pak Adi kepada Andra.


"Oke semuanya, kue akan saya potong lagi. Karena masih ada satu orang spesial."


Andra memotong kue dengan begitu apik.


"Kue ini akan saya berikan kepada sosok yang juga selalu ada di samping saya, selalu mendukung saya, selalu menjadi pendengar yang baik. Kue ini saya berikan kepada Anindira." Ucap Andra sambil menyerahkan kue itu kepada Nindi dan kemudian memeluknya.


"Makasih Nin, udah selalu ada buat gue."


"Sama sama bang." Jawab Nindi melepaskan pelukan dan kemudian tersenyum ke arah Andra.


Sementara di keramaian para tamu undangan, dua sahabat Amdra kini tengah melihat sesuatu yang mereka anggap adalah kemesraan.


"Anjim lah, ternyata Andra bucin juga ya." Ucap Dion pada Glenn.


"Begitulah, lo juga kalo udah nemu seseorang yang lo sayang bakal begitu juga kok. Gue jamin, eh maksud gue konteksnya bukan cuma pacar doang lho ya." Jawab Glenn.


"Maksud lo?"


"Engga, bukan apa apa."


"Dih, kebiasaan lo!"


***


Setelah acara usai, Andra dan Nindi pun segera memasukin rumah mereka.


"Ya begitu lah."


"Enak banget lo. Gue pas ulang tahun semasa di Amrik, gue gak pernah ada pesta begini begini dapet kado dari temen temen pun gak. Yang ada mereka datengin gue dan minta dibeliin barang barang branded. Kalo disini mah namanya PU lah."


"Utututu kasian banget."


"Kesel banget siaal."


"Lo gak mau nemuin sahabat sahabat lo bang?" Ucap Nindi dengan menekankan kata sahabat.


"Nanti pasti bakal nyamperin sendiri. Mereka kan gak tau malu, asal nyelonong nyelonong aja hahaha."


"Oiya, hadiahnya mau gue kasih sekarang atau kapan?"


"Terserah lo aja."


"Ya udah besok aja. Biar lebih spesial."


"Eghem eghem, jangan pacaran terus boss!" Ucap Dion yang tiba tiba saja datang dari arah luar.


"Kan bener apa gue bilang." Ucap Andra pada Nindi sambil tertawa pelan.


"Dih ketawa tawa lo." Ujar Dion.


"Ya udah Ndra, gue mau ke Daddy dulu." Ucap Nindi sambil menepuk pundak abangnya itu.


"Dih belagu lo njir. Ini ada temen temen pacar lo, eh malah lo pergi aje." Ucap Dion sewot.


"Terserah gue lah." Jawab Nindi ketus.

__ADS_1


"Idih, sumpah Ndra. Lo keknya musti ganti cewek dah." Ucap Dion dengan sengaja mengeraskan suaranya karena Nindi yang sudah berjalan pergi.


"Eh, lo udah gede masih butuh kado gak?" Tanya Glenn pada Andra.


"Gak usah juga gapapa. Kalian hadir hari ini aja gue udah seneng banget."


"Najis, mellow banget." Sahut Dion.


"Berisik lo!"


"Mau ikut gue gak bro?" Tanya Andra


"Ke?"


"Kamar gue. Sumpah dah, gue tuh gak tahan banget ama keramaian gini."


"Oke, bole aja sih." Mereka bertiga pun kemudian pergi menuju kamar Andra.


"Huaah, capek gue njiir berdiri terus." Keluh Dion dan kemudian membanting tubuhnya di kasur empuk milik Andra.


"Eh Ndra, gue denger bokap lo mau nikah lagi?"


"Hah? Lo tau dari mana? Sumpah lo aneh banget Glenn. Lo selalu tau apa yang belum gue ceritain ke siapapun."


"Gue denger gitu sih. Gimana gak cepet nyebar, lo tau sendiri kan kalo bokap lo itu buahh pebisnis nomor satu terus single pula. Gimana gak cepet nyebar kalo tiba tiba bokap lo bilang mau nikah."


"Lo denger dari siapa?"


"Hah serius Ndra bokap lo mau nikah lagi?" Ucap Dion dan kemudian bangkit dan duduk dari acara mengguling guling di kasur.


"Ya begitu lah Yon."


"Lo setuju?" Tanya Glenn.


"Gue sih setuju setuju aja ya, asal bokap gue bahagia. Cuma adek gue rada rada kurang sreg gitu."


"Eh ngomong ngomong masalah adek lo, dia gak dateng hari ini Ndra?" Tanya Dion.


"Emm, dia masih di Amrik. Belum bisa balik ke Indo."


"Oou, oke oke. Gue pen liat dah muka adek lo, punya fotonya gak lo?"


"Hah? Emm, ada nya pas masih kecil. Soalnya dia dari kecil kan juga udah di bawa ke Amrik, jadi gue jarang foto." Ucap Andra menata kalimatnya sebaik mungkin agar Dion tidak curiga.


"Oo. Mana liat."


Andra beranjak dari kursi dan kemudian pergi ke sebuah rak buku yang lumayan berukuran besar. Ia mengambil salah satu buku dan, lemari pun bergeser. Ia sengaja membuat ruang rahasia sama seperti di kamar Nindi untuk menyimpan barang barang kenangannya agar tidak hilang.


"Wannjaay, pfft. Ada ruangan rahasia segala, ada harta karun di sono?" Ucap Dion sambil menahan tawanya.


"Diem lo!"


Andra memilih milih sebuah buku yang ada di rak buku kecil. Ya, itu adalah album dari saat mereka masih berusia 1-3 tahun. Andra sengaja memilih foto saat mereka masih sangat kecil agar Dion tidak mengenali adiknya.


"Ini album foto gue ama adik gue."


"Lah anjiir, gak ada yang pas lo berdua udah gedean dikit apa?"


"Lo mau liat gak sih. Itu udah dikasih masih nawar aje lo." Sahut Glenn yang sudah kesal melihat kelakuan sahabat nya yang bernama Dion itu.


"Emm, eh..." ucap Dion saat sudah membuka album foto tersebut.


____________________________________________________Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~

__ADS_1


____________________________________________________


__ADS_2