She Is Nerd?

She Is Nerd?
Tokoh Baru


__ADS_3

"Lo berdua... bangsaat!" Ucap Dion geram seraya mengepalkan kedua tangannya dan kemudian pergi meninggalkan kelas. Untung saja keadaan kelas belum terlalu ramai sehingga tidak ada mak mak rumpi yang akan menyebar berita jika Dion marah ke sahabatnya hanya karena Nindi.


Dion keluar kelas dan berjalan cepat entah kemana tujuannya. Yang jelas ia kini masih emosi dengan tuturan Glenn barusan. Apa-apaan dia?


Kenapa Glenn lebih memihak Andra yang jelas jelas adalah penikung?


Dion berjalan dengan kedua tangan yang mengepal dan menabrak seseorang karena ia tak mempedulikan siapapun yang ada di hadapannya, yang jelas dia akan terus berjalan.


"Eh sorry.." ucap perempuan yang baru saja bertabrakan dengan Dion.


"Makanya kalo jalan tuh mata lo di pake! Jangan cuma buat pajangan biar tu muka lengkap!" Dion membentak perempuan itu dan langsung pergi. Para siswa dan siswi yang melihat kejadian itu langsung bergidik ngeri.


"Eh kak Dion tunggu.." tahan perempuan tersebut.


Dion tak menghiraukan panggilan perempuan tersebut, ia terus berjalan sampai akhirnya ia tiba di kantin.


Dion duduk di salah satu bangku kantin dan memainkan ponselnya, ia tak menghiraukan siapapun yang tengah memperhatikannya.


"Hah, hah...Kak Dion, kok jalan nya cepet banget sih." Ucap perempuan tersebut terengah engah.


"Siapa suruh lo ngikutin gue!" Ucap Dio tak berminat tanpa melihat ke arah perempuan tersebut.


"Kak, boleh minta nomer hp nya gak? Aku anak baru disini.."


"Oh, gak tanya!" Sahut Dion.


"Kakak bener kak Dion kan? Boleh minta nomor HP nya gak kak?"


"Gak!" Jawab Dion ketus.


Siswi yang tenga berada di kantin juga ada yang tertawa melihta perempuan tadi di tolak mentah mentah oleh Dion. Para siswi lama pasti tau, jika hanya orang orang tertentu lah yang akan bisa mendapat nomor HP Dion dan kawan kawannya.


"Pelit banget sih kak!"


Dion yang kini tengah emosi karena kedua sahabatnya itu, kini tambah terbakar.


"Bacot lo babii cabee! Bisa diem gak sih lo, lo anak baru dan gak tau gue siapa? Pergi lo!" Dion menggebrak meja dan mendorong perempuan tadi, tapi ia tak mendorong dengan keras karena ia tau ia kini tengah berhadapan dengan seorang wanita.


"Kakak kok gitu sih?"


Dion tak menjawab, ia hanya duduk sambil menatap layar telepon nya.


"Kak, apa susahnya sih ngasih nomor HP aja? Aku itu temen kecilnya kak Andra loh.."


"Lo punya kuping? Budek? Pa tuli? Lo gak bisa bahasa Indonesia? Gue gak peduli lo temennya Andra ataupun temennya presiden sekalipun." Dion yang sudah muak berada di tempat itu, kini ia pun pergi meninggalkan kantin dan mau tidak mau ia harus kemabli lagi ke kelasnya dan melihat kedua wajah sahabatnya itu.


"Udah balik lo?" Tanya Glenn.


Dion masih diam dan kemudian duduk di tempatnya.


"Yon, gue minta maaf sama lo kalo lo emang anggap gue penikung. Tapi gue bukan, gue sama Nindi gak ada apa apa." jelas Andra.

__ADS_1


"Oh.." jawab Dion.


"Lo bilang ya sama temen kecil lo yang kaya cabe, gak usah ganggu gue!" Ucap Dion datar.


"Temen kecil gue? Tata?"


"Hah Tata?" Ucap Glenn dan Dion bersamaan dan sempat terkejut. Selama ini mereka berdua baru tau jika Tata adalah teman kecil Andra.


"Tata temen kecil lo Ndra? Kok gue baru tau?" Tanya Glenn.


"Iya, kenapa emang?"


"Lo deket sama Nindi, karena Nindi temenan sama temen kecil lo gitu?" Tanya Dion kepada Andra.


Daripada memperpanjang, Andra pun mengiyakan saja pertanyaan Dion barusan. Ia juga ingin segera berdamai dengan sahabatnya itu.


"Oo, bagus deh. Sorryy.."


"Makanya lo tuh jangan langsung ngambek ke cewek, dengerin dulu." Ucap Andra sambil menoyor kepala Dion pelan.


"Tadi lo bilang temen kecil Andra? Siapa?" Kini giliran Glenn yang bertanya.


"Gak tau, dia maksa minta nomor gue. Terus ngaku ngaku temen kecil lo."


"Nasib orang ganteng, selalu banyak yang ngaku ngaku ada suatu hubungan ama gue. Huh" ucap Andra dengan muka yang sok sedih.


"Dih, belagu anjim." Ucap Glenn.


"Lo tau dia Ndra? Katanya sih dia anak baru."


"Nah itu yang kedua kali." Ucap Glenn antusias.


"Yang kedua laki. Masa iya laki tertari ama Dion?"


"Anjim, tadi yang gue temuin cewek." Ucap Dion.


"Eh, sisa dua ekang yag lain kemana?"


"Emm.." wajah Andra sedih, ia sangat malas jika harus mengingat kejadian di masa lalu yabg membuat Andra dan teman temannya menangis terisak.


"Dih ngapa muka lo begitu?" Tany Dion.


"Mereka udah gak ada di dunia."


"Aw, sorry. Sumpah gue gak bermaksud Ndra, sorryyyy." Glenn merasa bersalah ia terus terus saj megucapkan kata maaf.


"Gak papa." Andra pun tersenyum ke dua temannya.


***


"Pagi anak anak semua, kali ini kita kedatangan anak baru lagi. Ayo perkenalkan diri kamu."

__ADS_1


Para murid tertuju para murid baru yang kini tengah berdiri di depan kelas.


"Hey guys, kenalin gue Megan. Gue pindahan dari Inggris. Semoga kita bisa berteman." Para lelaki terfokus pada sosok Megan dengan penampilan yang bisa dibilang swag.


Jaket hitam dan bandana hitam menghiasi tubuhnya.


"Eh Nin, gue kaya familiar sama wajah dia?" Ucap Tata berbisik pada Nindi.


"Gue juga Ta, kek pernah liat dimana gitu?"


"Hey, sini kosong?" Tanya Megan pada seseorang yang duduk di belakang Nindi dan Tata.


"Kosong kok." Ucap Bia teman sekelas Nindi dan Tata.


"Oke, ibu harap kalian bisa terima Megan dan berteman baik ya."


"Iya buu." Sahut murid satu kelas.


Jam pelajaran berlalu dan berganti dengan waktu istirahat.


Gang Sasha menghampiri sosok Megan.


"Elo, mau gabung kita ke kantin?" Tanya Sasha.


"Sorry, gue gak main sama cabe." Ucap Sasha.


"Sialan lo, lo gak tau gue siapa?"


"Gak tau dan gak mau tau."


"Anak baru aja belagu lo bangsaad!"


"Gak peduli." Sasha dan gangnya yang kesal pun pergi meninggalkan Megan sendirian.


Tata dan Nindi yang mendengar itu pun hanya bisa tersenyum miris. Bisa bisanya anak baru itu bersikap sok seperti itu?


"Nin, kantin kuy." Ajak Tata pada Nindi.


"Eh tunggu." Tahan Megan.


"Gue?" Tanya Tata.


"Lo Tata kan?" Ucap Megan.


"Iya, tau dari mana?"


"Lo gak inget sama gue? Really lo ngelupain gue? Temen lo si sok cantik mana? Gak sekolah disini? Dia udah gak mau temenan lagi sama lo?" Ucap Megan sambil melihat Tata dan Nindi yang berpenampilan nerd.


"Lo gak ada temen lain sampe harus main sama cupu kek begini Ta?" Tanya Megan memperhatikan Nindi dari ujung kaki sampai kepala.


____________________________________________________

__ADS_1


Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~


____________________________________________________


__ADS_2