She Is Nerd?

She Is Nerd?
Menunggu Jodoh


__ADS_3

"Lo beneran suka gak sama Dion? Kalo beneran suka, gue yang jadi cupid deh. Gimana gimana?" Andra menaikan salah satu alisnya dan Masih tetap dengan mengangkat ponsel milik Nindi.


"Gak bang! Gue gak suka bener deh ama si Diondel ondel itu. Siniin buru lah hp gue!"


"Nih nih, kalo gitu jangan keseringan natap foto Dion. Tar naksir lo! Hahah." Andra melenggang pergi dari kamar Nindi karena melihat Nindi yang sudah siap memegang bantal untuk dilemparnya.


"Haish, Pake acara gak kena lagi!" Nindi mendengus kesal karena bantal yang dilemparnya tak mengenai Andra, tapi malah justru mengenai badan pintu.


"Iya juga ya, ngapain gue stalkerin ondel ondel ini. Au ah!" Nindi melempar ponselnya dan tidur dengan posisi telentang dan bantal lain yang menutupi wajahnya.


***


"Gue mau goreng pisang, kalo mau musti bayar. Jangan kasih seribu alasan, bayar aja nanti lo bisa makan, hahaa." Nindi tertawa dengan begitu keras sambil menuruni tangga. Ia jarang menggunakan lift nya karena menurut Nindi itu kelamaan.


Ia pergi menuju dapur yang ada di lantai satu, ia melihat Andra yang sibuk memainkan ponselnya di depan mini bar nya.


"Hahah, yang gak punya pacar kerjaanya tarik ulur layar. Mau gue gorengin pisang goreng kagak?" Nindi menyikut lengan Andra yang masih terus saja memainkan ponselnya.


"Dih, kagak dijawab. Gue mau goreng pisang, kalo mau musti bayar, jangan kasih seribu alasan, bayar aja nan-" Nindi bernyanyi lagu pisang goreng yang di populerkan oleh upin dan ipin, tapi belum selesai menyanyikan mulutnya langsung di bungkam oleh Andra.


"Brisik banget lo sumpah."


"Makanya kalo ada orang ngomong di ladenin biar gue gak nyrocos terus begini."


"Ngomongin orang gak punya pacar, ngaca neng! Emang lo punya pacar?" Andra balik menydudutkan Nindi.


"Punya lah, tapi beberapa hari yang lalu." ucapnya dengan wajah yang sendu.


"Nangis lagi lo? Gak bosen apa? Buruan masakin gue pisang goreng."


"Gak mau, udah telat penawarannya. Gue mau ke gazebo depan. Ikut gak?" Nindi menaikan salah satu alisnya.


"Boleh deh. Lo kesana dulu aja, nanti gue bawain minuman." Andra beranjak dari kursinya dan lngsung menyiapkan minuman untuknya dan Nindi.


"Oke, yang enak ya." Nindi langsung pergi dan menuju gazebo depan.


***


Yondi!


"Ndra, gue ke rumah lo yak."


"Sumpah bosen gue, apa lo yang kesini deh."


"Buruan jawab!"


"P"

__ADS_1


"Woyyyy!"


Ponsel Andra yang terletak di meja gazebo terus saja berdering, membuat Nindi penasaran.


Nindi segera mengambil ponsel itu mumpung pemiliknya sedang buang air kecil di dalam.


"Kesempatan liat HP dia, jangan jangan udah punya pacar nih." Nindi langsung saja membuka ponsel Andra yang dikunci, tapi Nindi tau password nya karena pernah mengintip sewaktu Andra membuka ponselnya.


"Sapa nih si Yondi?" Nindi menaikan sebelah alisnya.


"Gue jailin ah!" Nindi mengetik kan pesan pada seseorang bernama Yondi dan kemudian menghapus pesannya di ponsel Andra, tidak terhapus untuk seseorang bernama Yondi karena ia masih bisa melihat dan membaca pesannya.


"Woy, ngapain pegang pegang HP gue!" Nindi tersentak kaget mendengar Andra yang datang dari belakangnya.


"Enggak papa. Cuma bagus aja casing lo, nih." Nindi memberikan inselnya pada Andra dan ia melanjutkan memainkan ponsel miliknya sendiri.


"Awas lo ya macem macem!" Andra merebut ponselnya dan langsung mengeceknya.


Tapi karena sudah Nindi hapus pesannya, Andra jadi tidak curiga kepadanya.


***


"Apa-apaan ini woy!" Dion langsung melemparkan ponsel miliknya ke meja Andra.


"Dih apaan, nggak usah jerit jerit. Diliatinnya siswa laen woy!"


"Apaan sih." Andra mengambil ponsel milik Dion itu dan langsung membulatkan matanya sempurna.


"What? Sumpah bukan gue yang kirim chat ini Yon. Lo gak percaya, nih gue ada bukti." Andra langsung saja mengeluarkan ponselnya dan masuk ke roomchat nya Dion.


"Nih, gue gak ngirim apa apa." Tunjuk Andra pada Dion.


"Terus ini apaan? Jadi selama ini lo naksir gue Ndra? Arghhkkk!" Dion frustasi dan mengacak rambutnya kasar.


"Sumpah Yon bukan gue. Ini pasti si Nindi yang ngerjain gue!" Tanpa sadar Andra meneybutkan nama Nindi dengan begitu keras.


"Nindi?" Tanya Dion curiga.


"Iya, Nin- Nindi pacar gue. Anindira, masa lo lupa." Andra tersenyum garing.


"Jadi ini bukan lo yang tulis?"


"Bukan lah, idih ogah banget gue naksir ama lo. Kalau pun gue suka ama laki gue juga pilih pilih kali." Andra kembali duduk di bangkunya dan melanjutkan membaca buku kimia miliknya.


"Nama pacar lo ama si nerd mirip ya Ndra?"


"Haish, gue lagi baca. Entar entar aja tanya nya."

__ADS_1


"Dih tinggal jawab iya atau kagak." Dion melenggang pergi meninggalkan Andra di kelas membaca buku kimia.


Andra


"Lo kesini aja, gue juga bosen. Sekali kali orang yang gue sukain nemenin gue gitu."


"Lo ganteng bener dah Yon."


"Buru kesini, nanti lo bakal gue cioom ampe mabok!"


***


"Taa, main ke rumah gue yuk. Di rumah gue bosen pemandangannya cuma si bang Andra doang tiap harinya. Pen ada orang lain gitu lho."


"Jia elah, gue ke rumah lo ngapain hah? Nge babu?"


"Ya gak gitu, nge drakor bareng." Ucap Nindi antusias sambil menaikan kedua alisnya.


"Iya iya, gue dirumah juga bosen sih. Jomblo kek gue cuma tarik ulur layar HP doang, lo sih enak punya pacar."


"Gue udah putus Ta."


"Hah, kok gue gak tau. Kapan lo putusnya?"


"Kemaren. Gila banget tuh orang, gue udah jaga hati disini eh dianya malah seenaknya begitu. Ya kalau dia mutusin gue emang bener bener buat fokus ke masa depannya sih gue oke oke aja, tapi kalo jangan jangan dia mutusin gue gara gara ada cewek lain kan, ck arghhk!" Nindi mengusap usap wajahnya kasar.


"Mungkin bener buat fokus ke masa depannya, kan selingkuhannya juga menurut dia masa depan dia. Hahahah."


"Sialaaan lo Ta." Nindi mengumpati Tata dengan nada yang lirih sehinggan membuat Tata terkekeh.


"Ngomong ngomong udah ada penggantinya belum nicch?" Tata menggoda Nindi yang masih kesal dengan dirinya.


"Gak tau, gue sebenernya belum mupon!"


"Tapi mau gimana lagi? Haduhhh." Nindi menelungkupkan wajahnya di dalam lipatan kedua tangannya.


"Sabar sabar. Jodoh gak akan kemana." Tata mengelus rambut Nindi yang malah mendapat decakan kesal oleh pemiliknya.


"Iya jodoh gak kemana, tapi gue yang bingung nyari mereka kemana kemana. Musti nunggu jodoh gue putus ama pacarnya dulu. Ya itu kalo jodoh gue lagi pacaran sekarang."


Keduanya tertawa dengan begitu lepas seperti tak ada beban yang sedang mereka tanggung. Sahabat yang sudah Nindi dan Tata impikan sejak dulu. Sahabat yang lucu, menyenangkan, asik, dan mudah diajak bicara serius maupun gajelas.


____________________________________________________


Guys, aku minta tolong buat kalian semua supaya like dan komen tulisan aku, jujur dengan melihat itu aku jadi yakin kalo sebenernya kalian itu bener bener suka sama karya aku. Jadi aku semangat buat terus update. Jika kalian tidak keberatan boleh juga di vote cerita aku ini. Terima kasih sebelumnya, jujur aku selalu liat siders di cerita aku ini yang bikin aku sedih. Semoga terhibur dengan cerita aku\~


____________________________________________________

__ADS_1


__ADS_2