
Setelah selesai makan malam, Adira kembali diam. Masih menunjukkan kemarahannya kepada Arkan. Tapi meskipun Adira sedang marah kepadanya, Arkan tetap menempel pada wanita itu.
"Kau mau menginap di sini atau pulang ke rumah ?" tanya Arkan.
"Pulang saja." jawab Adira singkat.
"Baiklah, jadi kita akan melakukannya di rumah." Arkan langsung berdiri dan menarik tangan Adira.
"Melakukan apa ?" tanya Adira bingung.
"Kau lupa ? ini sudah satu minggu." Arkan mengingatkan.
Adira menatap wajah Arkan yang kini terlihat sangat tampan sambil mengingat apa yang baru saja di bicarakan oleh pria yang menjadi suaminya itu.
"Kau pasti lupa. Baiklah, biar aku ingatkan." kata Arkan yang melihat istrinya masih bingung.
Dengan tanpa aba-aba Arkan langsung menahan belakang kepala Adira dan mencium bibir wanita itu dengan dalam sehingga membuat tubuh Adira terhuyung ke belakang. Beruntung tangan Arkan yang satunya lagi menahan pinggang ramping Adira.
Arkan menurunkan ciumannya pada leher jenjang Istrinya sampai pada dada padat berisi karena gaun yang di kenakan oleh Adira belahannya begitu rendah dan sempit. Sehingga kedua benda kenyal itu seakan berdesakan ingin keluar dari rumahnya. Adira sekuat tenaga untuk menahan suara desa han dengan menutup erat bibirnya.
__ADS_1
"Lepaskan saja, sayang. Jangan di tahan suara seksi mu itu." kata Arkan yang mulai terengah-engah karena menahan hasrat dalam dirinya.
"Kita menginap disini saja. Tidak usah pulang. Aku sudah tidak sabar." Arkan menggiring Adira menuju ranjang.
Arkan memutuskan untuk melakukannya di sini. Terlalu lama jika mereka harus pulang. Bisa memakan waktu dua puluh menit. Sedangkan ia sudah tidak bisa menahannya walau hanya sedetik.
Arkan mendorong lembut tubuh Adira yang juga sudah lemas sehingga wanita itu terbaring di tempat tidur. Arkan dengan cepat melepas baju kemeja yang ia kenakan. Matanya sudah berkabut memandang sang istri yang terbaring di depannya.
Arkan kembali mencium bibir Adira dan juga men cumbu tubuh indah milik istrinya yang sejak tadi ia inginkan. Seperti biasa Adira tidak pernah menolak saat sang suami menginginkannya. Adira juga sangat menikmati dan menantikan saat-saat ini. Meskipun tadi ia mengatakan jika belum memaafkan Arkan tapi dalam hati Adira sudah tidak marah lagi kepada suaminya itu setelah Arkan menjelaskan alasannya.
Entah sejak kapan pakaian mereka terlepas, yang jelas sekarang tubuh keduanya sudah polos seperti bayi baru dilahirkan. Adira tidak bisa lagi menahan desa han dan lengu-han saat Arkan menyentuh seluruh tubuhnya dengan intens. Arkan tersenyum puas setelah mendapati jari jari tangannya yang sejak tadi memainkan pusat inti sang istri kini basah oleh cairan yang terasa lengket.
"Sekarang saatnya sayang." Arkan melanjutkan untuk masuk ke kegiatan utama mereka malam ini yaitu memulai penyatuan.
Adira hanya mampu memejamkan mata merasakan sesuatu yang keras menekan pada tubuh bagian bawahnya.
Akhh
Mata Adira terbuka saat ia merasakan kesakitan. Sesuatu seperti sedang membelah tubuhnya.
__ADS_1
"Maaf, Sayang. Aku menyakiti mu. Tapi ini hanya sebentar. Bertahanlah." kata Arkan terengah-engah.
Ia pun sama merasakan kesakitan seperti yang di rasakan oleh Adira. Arkan berusaha sekuat tenaganya untuk membuka jalan yang masih tersegel. Meskipun harus dilakukan dengan paksaan sehingga membuat wanita yang berada di bawah kukungannya mengeluarkan air mata.
"Aawwhh, Ssshh, sa kit." erang Adira di antara desa han dan lengu-han nya.
Arkan kembali mencium bibir Adira dan sebelah tangannya memainkan, meremat bagian dada sang istri untuk mengurangi rasa sakit sambil menekan kuat tubuh bagian bawahnya.
"Terima kasih sayang." Arkan mencium kening Adira dengan sayang setelah berhasil membuka jalan untuk menitipkan benda berharga miliknya.
Arkan berterima kasih kepada sang istri karena telah menjadikan dia sebagai pria pertama yang mendapatkan kesucian wanita itu.
Arkan berhenti sejenak untuk membiarkan Adira menerima bagian tubuhnya yang sudah menyatu di dalam tubuh Adira sebelum Arkan melanjutkan gerakannya untuk memberikan dan mendapatkan kenikmatan yang sesungguhnya.
*
Setelah menghabiskan malam panasnya dengan seorang pria asing yang baru ia temui tadi malam. Sera bangun pagi-pagi sekali untuk membersihkan tubuhnya. Pria yang sudah menidurinya semalam masih terlelap tidur dengan tubuh polosnya.
Sera langsung keluar kamar meninggalkan pria itu tanpa membangunkannya setelah ia berpakaian rapi. Pagi ini wanita itu akan pergi ke perusahaan Wiratama Grup untuk memastikan bahwa yang ia lihat tadi malam adalah Arkan. Pria tampan mantan tunangannya dulu.
__ADS_1
Sebelum pukul tujuh pagi, mobil Sera sudah terparkir di depan gedung perusahaan Wiratama Grup. Ia mencari posisi yang paling bagus untuk melihat orang-orang yang keluar masuk ke dalam perusahaan itu. Sera hanya duduk di dalam mobil memperhatikan seorang demi seorang karyawan yang mulai berdatangan sambil memikirkan bagaimana cara untuk kembali pada Arkan jika memang benar pria itu sudah kembali menjadi tampan kembali.