Si Cantik & CEO Buruk Rupa

Si Cantik & CEO Buruk Rupa
Ingin Tetap Di Sini


__ADS_3

Keesokkan harinya Adira terkejut saat melihat mama Nia dan ibu mertuanya datang ke pulau tempat persembunyian Adira. Ya, Adira kini sedang berada di sebuah private island yang terletak di wilayah sebelah barat Indonesia. Pulau yang terletak tidak jauh dari Singapura. Pulau yang sama di mana Ririn di sembunyikan oleh Tuan Bagaskara dari Raka selama hampir sepuluh bulan.


Pulau ini adalah salah satu aset milik tuan Bagaskara sebelum Ririn menjual perusahaannya kepada Aleksander. Yaitu keponakan Tuan Bagaskara. Termasuk juga didalamnya pulau ini. Ririn lah yang menyembunyikan Adira dari Arkan. Putranya sendiri. Ririn ingin memberikan pelajaran kepada putranya itu karena telah berani-beraninya menyakiti hati menantu kesayangannya.


Berita kehamilan Adira langsung di laporkan oleh Wili setelah mengantarkan dokter yang memeriksa Adira. Ririn segera memberikan kabar bahagia itu kepada Nia. Sehingga di sinilah mereka sekarang.


"Sayang, kau baik-baik saja ?" Nia memeluk erat tubuh putrinya. Sebagai seorang ibu, Nia sangat cemas dengan keadaan Adira yang sedang hamil.


"Aku baik-baik saja, Ma. Hanya sedikit pusing dan mual." keluhan umum yang di rasakan di saat awal-awal kehamilan.


Setelah Nia melepaskan pelukannya, sekarang giliran Ririn memeluk Adira.


"Sayang, maafkan ibu. Sebaiknya kau ikut kami pulang saja." kata Ririn menyesal karena dia lah yang membawa Adira ke sini.

__ADS_1


"Tidak, Bu. Aku masih ingin tetap tinggal di sini." Adira masih ingin menenangkan dirinya dan belum mau bertemu dengan Arkan. Hatinya masih terasa sangat sakit melihat Arkan yang sedang berpelukan dengan Sera.


"Tapi di sini tidak ada yang menjaga mu." kata Nia khawatir akan keadaan Adira.


"Aku tidak apa-apa, Ma. Di sini ada om Wili dan bibi Ayu yang akan menjaga ku." Ayu adalah salah satu penjaga Villa yang menjadi teman Ririn dulu yang kemudian menikah dengan Wiliam.


Nia hanya mampu menghela napasnya mendengar keputusan Adira. Nia tahu betul bagaimana sifat Adira, jika itu sudah jadi keputusannya maka tidak ada yang bisa merubahnya.


Sore harinya Ririn dan Nia kembali ke Jakarta dengan menggunakan sebuah helikopter. Sebenarnya kedua wanita itu masih ingin bersama dengan Adira, tapi mereka tidak ingin Arkan jadi curiga. Adira juga berpesan kepada mama dan ibu mertuanya agar tetap merahasiakan keberadaan dirinya dan juga tentang kehamilannya.


Sementara itu, saat ini Arkan masih berada di ruangan kerjanya. Hari mulai beranjak malam. Arkan menelpon satu persatu orang suruhannya untuk menanyakan tentang pencarian istrinya. Tapi sampai sekarang mereka belum mendapatkan petunjuk apa pun. Menurut informasi, terakhir kali Adira terlihat di sebuah taman bersama dengan ibunya. Setelah itu mereka pergi bersama. Ririn mengantarkan Adira untuk kembali ke butik tapi ia tidak sampai masuk ke dalam butik. Arkan mencurigai ibunya yang sudah menyembunyikan Adira, tapi ketika Arkan menemui wanita yang sudah melahirkannya itu untuk menanyakan tentang sang istri, ia malah mendapatkan kemarahan dari ibunya dan menyalahkan Arkan atas kehilangan Adira.


"Adira pergi karena ia kecewa pada mu. Mengapa kau malah menuduh ibu ?"

__ADS_1


Arkan menghela napas teringat dengan kata-kata ibunya.


"Benar, Adira pergi karena aku telah menyakitinya." kata Arkan penuh sesal.


Meskipun begitu Arkan tetap menyuruh orang untuk mengawasi sang ibu. Arkan bahkan menyelidiki Sera, Bela dan Leo. Takut mereka terlibat dengan hilangnya Adira yang tiba-tiba.


Arkan berjalan gontai masuk ke dalam rumahnya. Sudah tiga hari sejak kehilangan Adira, Arkan pulang larut malam. Ia menghabiskan waktunya untuk berkeliling mencari keberadaan sang istri.


Saat Arkan masuk ke dalam kamar, sekelebat bayangan Adira muncul.


"Tapi jika sekali saja kau menghianati ku, maka tidak akan ada kata maaf."


Dada Arkan terasa sesak saat teringat dengan kata-kata Adira. Kata yang merupakan peringatan. Arkan memang tidak pernah mengkhianati Adira. Tapi apa yang Adira lihat itu cukup untuk di katakan sebagai sebuah penghianatan.

__ADS_1


__ADS_2