Si Cantik & CEO Buruk Rupa

Si Cantik & CEO Buruk Rupa
Peringatan


__ADS_3

Adira menatap dalam wajah tampan suaminya untuk mencari kejujuran dari apa yang baru saja Arkan ceritakan. Bahkan pria itu mengangkat ke lima jari tangannya dan mengatakan "Sumpah, aku tidak bohong."


"Baiklah. Kali ini aku percaya pada mu." balas Adira yang membuat Arkan menarik sudut bibirnya tersenyum lebar.


"Tapi jika sekali saja kau menghianati ku, maka tidak akan ada kata maaf." Arkan menelan ludahnya dengan susah payah mendengar peringatan dari sang istri.


Entah mengapa pria yang terkenal begitu keras dan hebat dalam dunia bisnis itu justru merasa gentar dengan ancaman yang keluar dari mulut mungil seorang wanita yang bernama Adira.


"Itu tidak akan pernah terjadi." kata Arkan yakin karena ia bukanlah seorang yang mudah untuk jatuh cinta. Apa lagi ia pernah di khianati sehingga membuatnya susah untuk mempercayai seorang wanita.


"Terima kasih." Arkan menggenggam erat dan mencium kedua tangan sang istri.


Arkan tahu bagai mana sifat Adira, saat wanita itu dikhianati oleh mantan kekasihnya, Leo. Adira sampai nekat menikahinya yang saat itu masih buruk rupa untuk membalas perbuatan Leo.


Baru saja Arkan akan mencium bibir sang istri yang sudah satu minggu ini tidak dia rasakan tiba-tiba saja ponsel Arkan berdering. Adira langsung menahan wajah Arkan yang belum sempat menempel di bibirnya.


"Ah, mengganggu saja." Arkan berdecak kesal sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya.

__ADS_1


"Iya, Bu."


Ternyata yang menelpon adalah Ririn. Ibunya Arkan yang meminta anak dan menantunya untuk datang makan malam di rumahnya.


"Ibu mengajak kita makan malam bersama jadi kau tidak perlu menyiapkan makan malam." kata Arkan sambil menatap Adira penuh arti.


"Mengapa kau menatap ku begitu ?" tanya Adira merasa curiga.


Arkan tidak menjawab pertanyaan Adira. Pria itu malah membuka baju jas dan kemeja dengan gaya yang menggoda membuat Adira jadi gelagapan. Arkan membuang pakaiannya di lantai begitu saja. Baru saja Adira ingin beranjak menjauh dari sang suami tapi pria itu dengan cepat menarik tangannya dengan kuat sehingga tubuh Adira jatuh di atas pangkuan Arkan.


Setelah menyelesaikan satu ronde kegiatan panas sore menjelang malam itu kini Arkan dan Adira sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah orang tua Arkan.


"Sudah selesai. Ayo, berangkat." kata Adira kepada Arkan yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Arkan kemudian berjalan menuju sang istri yang terlihat sangat cantik malam ini. Tidak hanya malam ini, tapi wanita yang sudah menjadi istrinya itu selalu cantik di mata Arkan. Pria itu lalu mengeluarkan sebuah kalung dari sakunya dan memakaikan di leher jenjang sang istri.


Adira merasa terkejut dengan pemberian Arkan malam ini, pasalnya pria itu mengatakan jika perhiasan yang ingin dia berikan saat acara di yayasan sudah ia buang karena Sera sudah lebih dulu melihat dan memegangnya. Ia tidak ingin memberikan barang bekas kepada wanita yang ia cintai.

__ADS_1


"Terima kasih." Adira melihat kalung berlian yang menggantung indah di lehernya dari pantulan cermin. Sebuah kalung yang tidak terlalu besar dengan liontin berlian berbentuk love. Sangat indah.


"Sama-sama. Ayo kita pergi sekarang. Ibu dan ayah pasti sudah menunggu." kata Arkan yang di jawab dengan anggukan oleh Adira.


*


Di sebuah restoran, dua orang wanita yang sudah lama tidak bertemu sedang makan siang bersama.


"Kapan kau pulang dari luar negeri ?" tanya Bela menatap wanita yang merupakan saudara sepupunya.


"Aku baru dua bulan pulang ke sini."


"Ck, sudah dua bulan! tapi kau baru menghubungi ku hari ini." potong Bela cepat sambil menggelengkan kepalanya dengan tingkah saudara sepupunya itu. Sedangkan Sera hanya nyengir seperti tanpa dosa.


"Kau sekarang tinggal di mana ? bolehkah aku menumpang tinggal di apartemen mu sementara waktu ?" tanya Sera yang merasa sudah tidak sanggup lagi untuk membayar sewa apartemen mewah tempat ia tinggal selama dua bulan ini.


"Huh, saat ada maunya saja kau baru datang mencari aku." Bela menatap sinis wanita yang lebih tua satu tahun darinya.

__ADS_1


__ADS_2