Si Cantik & CEO Buruk Rupa

Si Cantik & CEO Buruk Rupa
Cemburu ?


__ADS_3

Selama acara berlangsung Sera terus menonjolkan diri ingin mencari perhatian Arkan. Sera membawa makanan kemudian mengambil tempat duduk di samping Adira.


"Bolehkah aku duduk di sini, nona ?" tanya Sera lembut dan anggun.


"Silahkan." balas Adira meskipun dalam hatinya merasa kurang nyaman dengan kehadiran wanita itu.


"Terima kasih." Sera mendudukkan tubuhnya di samping Adira dan mulai menyantap makanannya.


Tidak ada obrolan antara Sera dan Adira karena baru beberapa saat Sera duduk di sana Arkan sudah datang menghampiri sang istri.


"Aku sudah selesai. Ayo kita pulang." kata Arkan kepada sang istri. Arkan seolah tidak menganggap kehadiran mantan tunangannya yang duduk di samping Adira.


"Baiklah." balas Adira sembari beranjak dari tempat duduknya.


Sejak masuk ke dalam mobil, Arkan hanya diam. Sementara Adira masih menunggu Arkan untuk berbicara sesuatu tentang wanita yang bernama Sera tadi. Arkan pikir mungkin Adira tidak mengetahui jika mantan kekasihnya ada di acara yayasan tadi karena Arkan tidak pernah memberi tahukan namanya. Tapi sayangnya Adira sudah mengetahui semuanya dari ibu mertuanya.

__ADS_1


"Antar aku ke butik." kata Adira tiba-tiba dengan nada kesal karena Arkan tak kunjung bercerita tentang Sera.


Adira berpikir jika saat ini Arkan sedang memikirkan tentang mantan kekasihnya yang di temuinya tadi. Apa lagi Adira sempat melihat Arkan memegang sebuah kotak perhiasan, tapi sampai saat ini suaminya itu tidak memberikan padanya. Atau jangan-jangan Arkan memberikan itu untuk Sera. Adira tiba-tiba merasakan sesak di dadanya memikirkan tentang hal itu. Perasaan marah langsung menguasai hatinya.


Adira langsung keluar begitu Hen menghentikan mobil di depan butik. Wanita itu bahkan menutup dan membanting pintu mobil dengan kuat membuat Arkan dan Hen terkejut. Arkan menatap heran melihat tingkah sang istri yang sepertinya sedang marah. Sementara Hen justru menahan senyumnya melihat istri tuannya sedang cemburu.


"Kau buang ini dan pesankan yang baru." Arkan memberikan kotak perhiasan kepada Hen.


Mulanya Arkan ingin memberikan kejutan untuk Adira dengan memberikan perhiasan sekaligus memperkenalkan sang istri pada saat acara di yayasan tadi. Tapi, Arkan mengurungkan niatnya karena Sera sudah lebih dulu melihatnya. Arkan tidak sudi memberikan barang bekas yang di pegang oleh Sera untuk sang istri tercinta.


Sore harinya seperti biasa, Arkan menjemput Adira di butik. Arkan sudah mengirimkan pesan kepada Adira tapi sudah hampir lima belas menit menunggu, Adira tak kunjung keluar dari butiknya sehingga Arkan memutuskan untuk menyusul Adira ke dalam. Beberapa saat kemudian Arkan keluar dengan wajah yang terlihat kesal. Karyawan butik mengatakan jika Adira sudah pulang setengah jam yang lalu.


Arkan memeluk tubuh Adira dari belakang membuat wanita itu terlonjak kaget. Arkan menyampirkan dagunya di bahu Adira dan mengecup leher jenjang sang istri tanpa melepaskan pelukannya.


"Masak apa ?" tanya Arkan yang masih bergelayut manja.

__ADS_1


Adira tidak menjawab pertanyaan Arkan. Wanita itu malah mendengus tidak suka. Perasaan marah masih menyelimuti hatinya.


"Kau kenapa ?" Arkan memutar tubuh Adira menghadap ke arahnya saat menyadari suasana hati Adira yang buruk.


"Tidak apa-apa. Jangan mengganggu. Aku sedang sibuk." kata Adira ketus. Kemudian ia berbalik untuk melanjutkan kegiatan memasaknya.


"Hey. Ada apa dengan mu ? Kenapa kau marah-marah hem ?" Arkan kembali memeluk Adira dengan erat.


Astaga. Apa dia benar-benar tidak tahu penyebab aku begini ? kata Adira dalam hatinya yang tak habis pikir dengan sifat cuek pria yang sudah menjadi suaminya.


"Siapa yang marah ? Aku tidak marah." Adira mematikan kompor dan melepaskan diri dari pelukan Arkan. Kemudian ia pergi meninggalkan Arkan sendiri di dapur.


Arkan semakin bingung di buat oleh tingkah Adira. Katanya tidak marah tapi bicara dengan nada ketus itu apa ? Arkan kemudian menghubungi orang suruhannya yang di tugaskan untuk selalu mengawasi sang istri Ingin menanyakan apa yang terjadi pada Adira. Mengapa sikapnya hari ini berubah.


Arkan menggenggam ponselnya yang sudah mati. Tidak ada sesuatu yang terjadi tapi mengapa Adira bersikap ketus padanya. Arkan kemudian pergi menyusul Adira ke kamar berharap mood sang istri sudah berubah jadi lebih baik.

__ADS_1


Sementara itu di sebuah apartemen, Sera sedang sangat kesal karena hari ini ia gagal untuk mendekati Arkan. Pria itu bahkan menganggapnya seperti angin lalu.


"Hah, aku yakin kau masih menyimpan nama ku dalam hati mu. Aku akan berusaha lebih keras lagi." kata Sera masih percaya diri.


__ADS_2