
"Ada apa ?" tanya Adira ketika melihat wajah tampan Arkan tampak kesal.
"Tidak ada. Setelah ini kita langsung pulang." kata Arkan sambil menyudahi makannya. Padahal makanan masih banyak di dalam piring milik Arkan.
Suasana hati Arkan menjadi tidak baik setelah melihat kehadiran Sera dalam rapat pertemuan dengan perusahaan Green World tadi pagi. Pihak perusahaan itu memperkenalkan Sera sebagai sekretaris CEO perusahaan Green World.
"Pulang ? kenapa ? apa kau tidak bekerja ?" tanya Adira.
"Aku lelah." jawab Arkan singkat.
"Baiklah." Adira menurut saja kata suaminya meskipun merasa aneh. Seorang yang gila kerja tiba-tiba merasa lelah.
Begitu tiba di rumah, Arkan langsung membawa Adira ke kamar. Arkan memeluk tubuh istrinya dengan erat seolah ingin berbagi beban berat yang sedang ia rasakan. Cukup lama pria itu memeluk istrinya sebelum ia melepaskan. Kemudian Arkan mencium bibir sang istri. Ciuman yang semakin lama semakin dalam dan menuntut meminta lebih. Tentu saja Adira tidak menolak keinginan sang suami. Mungkin dengan ini Adira bisa membantu membuat Arkan jadi lebih tenang.
Siang menjelang sore. Adira terbangun dari tidurnya dan ia tidak mendapati Arkan ada di dalam kamar. Adira merenggangkan otot-ototnya.
"Huh, katanya lelah tapi dia masih bisa membuat ku kelelahan." Adira mengumpat perbuatan sang suami.
Sedangkan yang di umpat saat ini sedang berada di ruangan kerjanya. Ya, setelah menuntaskan hasratnya dan membuat Adira ketiduran, Arkan membersihkan diri. Kemudian pria itu pergi ke ruangan kerjanya. Arkan tidak pernah merasa lelah jika dengan urusan pekerjaan. Lelah yang Arkan maksudkan tadi adalah lelah hati yang ia rasakan saat melihat wanita dari masa lalunya yang telah membuatnya terluka. Luka yang baru berangsur pulih setelah kehadiran Adira, wanita yang kini menjadi istrinya.
__ADS_1
Setelah mandi dan berganti pakaian, Adira masuk ke ruang kerja Arkan sambil membawakan minuman hangat. Arkan menghentikan pekerjaannya melihat kedatangan sang istri.
"Katanya lelah, kenapa bekerja ?" Adira meletakkan napan yang ia bawa di atas meja.
"Lelahnya sudah hilang." jawab Arkan sambil tersenyum kepada sang istri.
"Kemarilah." perintah Arkan dan Adira pun mendekat ke samping Arkan.
Arkan menarik tangan Adira untuk duduk di pangkuannya.
"Apa kau mencintaiku ?" tanya Arkan tiba-tiba yang membuat Adira mengkerutkan keningnya.
"Aku hanya ingin memastikan bagaimana perasaan mu pada ku." jawab Arkan.
"Aku ini istri mu. Apa bisa aku mencintai pria lain selain dari suami ku ?" Arkan mendelikkan matanya mendengar jawaban sang istri.
"Jadi kau terpaksa mencintai ku, hem ?"
"Ish, bukan begitu. Kau ingat aku menerima lamaran dari ibu mu dengan suka rela dan tanpa paksaan dari siapapun. Itu artinya aku siap menerima pria yang akan menjadi suami ku." jawab Adira panjang lebar.
__ADS_1
"Bukannya kau menerima lamaran ku karena ingin balas dendam dengan mantan mu yang berselingkuh itu ?" Arkan mengingatkan.
"Itu hanya salah satu alasannya. Aku tidak tahu kapan aku mulai jatuh cinta pada mu. Tapi saat kejadian kecelakaan itu aku sangat takut kehilangan mu." kata Adira lirih. Tiba-tiba ia merasa sedih saat mengingat kejadian naas yang menimpa mereka waktu itu.
Arkan menatap dalam wajah cantik wanita yang sedang sedang di pelukan saat ini. Ia bahkan semakin mempererat pelukannya karena terharu mendengar perkataan sang istri. Saat kecelakaan itu Arkan masihlah seorang pria buruk rupa tapi Adira sudah bisa menerimanya. Bahkan wanita itu takut kehilangannya. Sebegitu tuluskah hati wanita yang di pilih ibunya untuk dirinya.
"Hei, kau kenapa ? lepaskan. Aku tidak bisa bernapas." seloroh Adira yang menyadari jika sang suami saat ini tak seperti biasanya.
"Maafkan aku yang sudah mengabaikan wanita sebaik dirimu dan sebelum ini." kata Arkan terdengar sendu mengingat semua perlakuannya kepada Adira.
"Sudahlah. Tidak ada gunanya menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Mungkin itu cara takdir membuat kita jadi saling mengenal." kata Adira bijak.
Bagi seorang wanita yang bernama Adira, tidak ada kata menyesal dalam kamus hidupnya. Ia lebih fokus memperbaiki kesalahan yang telah dilakukannya dari pada menyesalinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat Tahun Baru 2023 buat para reader tersayang. Semoga di tahun ini hidup kita lebih baik dari tahun sebelumnya dan semoga tercapai apa yang kita cita-citakan dan juga doakan.
Terus dukung Author dengan membaca karya hasil kehalusan author dan memberikan like dan komen.
__ADS_1
Terima Kasih.