Si Cantik & CEO Buruk Rupa

Si Cantik & CEO Buruk Rupa
Liburan Panjang


__ADS_3

Sudah dua bulan Arkan masih belum menemukan Adira. Pria itu bahkan sampai pergi ke luar negeri menemui Melvin, kakak iparnya untuk mencari Adira. Bukannya bertemu Adira, Arkan malah mendapatkan bogem mentah dari kakak iparnya itu. Melvin memang sudah mengetahui mengapa alasan Adira menghilang. Pria yang seumuran dengan Arkan itu juga tahu di mana sang adik berada. Tapi sedikitpun ia tidak akan memberi tahukan kepada Arkan. Mereka semua sepakat untuk memberi hukuman kepada Arkan atas permintaan ibu Arkan sendiri, Ririn.


Awalnya Ririn ingin menyembunyikan Adira hanya satu atau dua minggu. Tapi ternyata, Adira sendiri yang memilih ingin tetap tinggal di pulau tempat persembunyiannya. Adira merasa sangat nyaman berada di sini. Meskipun dalam hatinya merindukan sang suami. Apa lagi saat tengah hamil begini. Tapi ketika mengingat apa yang telah di lakukan oleh Arkan membuat Adira ingin menjauh sejauh jauhnya dari Arkan.


Meskipun tinggal terisolasi di pulau ini, tapi Adira tidak merasa bosan. Ia menghabiskan waktunya untuk membuat desain seperti pekerjaan biasanya. Anggap saja ini liburan terpanjang untuknya.


Adira menggeratkan sweater yang ia pakai untuk melindungi tubuhnya dari tiupan angin pantai. Matahari sudah semakin tinggi, panas juga semakin terik. Tapi hembusan angin pantai membuat panas itu tidak terasa.


"Nona, Nyonya besar menelpon." seorang pelayan datang tergesa-gesa menyampaikan kabar untuk Adira.


Mendengar itu Adira pun beranjak dari tempat duduknya untuk kembali ke villa.


"Halo, Bu." kata Adira begitu panggilannya terhubung.


"Sayang, apa kabar mu hari ini ? masih mual ?" tanya Ririn yang masih mencemaskan keadaan menantunya.


"Aku baik-baik saja, bu. Hanya saat bangun pagi masih terasa agak mual." jawab Adira jujur.


"Ah, syukurlah. Sebaiknya kau kembali ke sini saja. Di sini kau bisa memakan apapun yang kau inginkan, sayang." Ririn mencoba membujuk Adira untuk kembali. Dalam hatinya merasa sedikit menyesal telah menyembunyikan Adira ke pulau itu.

__ADS_1


Adira menggeleng seolah ibu mertuanya itu dapat melihat dari seberang sana. "Tidak, Bu. Aku sangat senang berada di sini. Anggap saja ini liburan terpanjang ku." Adira terkekeh mengatakannya.


"Baiklah. Nikmatilah liburan mu sebelum kembali ke kota." balas Ririn.


"Terima kasih, Bu."


"Arkan sudah pulang dari luar negeri tadi pagi." Ririn membuka cerita tentang Arkan.


Setiap kali menelpon, Ririn akan menceritakan tentang Arkan kepada Adira. Bagaimana perjuangan Arkan yang selama ini selalu berusaha untuk mencari Adira. Ingin meminta maaf dan menjelaskan semuanya.


"Ibu rasa sudah cukup kita memberikan hukuman buatnya. Sepertinya Arkan sangat menyesal." lanjutnya lagi.


Adira hanya diam saat Ririn bercerita tentang Arkan. Ririn tahu Adira masih merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Arkan. Meskipun Ririn sudah mengatakan bukti yang Arkan tunjukkan kepadanya. Tapi tetap saja tidak bisa membujuk Adira untuk kembali.


Sejak beberapa menit yang lalu Raka mendengarkan pembicaraan istri dan menantunya.


"Adira masih ingin tinggal di sana." jawab Ririn.


"Apa kau menyesal sudah membawanya jauh dari Arkan ?" tanya Raka lagi.

__ADS_1


Ririn tidak menjawab pertanyaan suaminya. Ia membenarkan apa yang dikatakan oleh Raka. Menyesal.


"Menantu kesayangan mu itu persis seperti mu." Raka menarik Ririn ke dalam pelukannya.


"Keras kepala."


Ririn menatap tajam Raka mendengar suaminya itu mengatakan ia keras kepala.


"Benarkan apa yang aku katakan. Kau bahkan lebih keterlaluan. Kau bersembunyi hampir satu tahun." Raka mengingat masa lalu.


"Membuat ku gila karena tidak menemukan mu. Dan setelah kau kembali ke sini, kau menghindar dan tidak mau bertemu dengan ku." lanjut Raka lagi.


"Jika tidak begitu kau tidak akan pernah mengatakan cinta pada ku." balas Ririn ketus.


"Kau jahat, sayang. Aku hampir mati karena jauh dari mu. Kau bahkan menyiksa ku bertahun-tahun."


"Laki-laki memang harus di beri pelajaran agar sadar akan kesalahannya dan tidak akan berani mengulanginya lagi." balas Ririn masih dengan nada kesal.


"Oh, putra ku yang malang." Raka menjatuhkan kepalanya di bahu Ririn memikirkan tentang Arkan yang akan bernasib sama sepertinya. Punya istri keras kepala dan akan sangat sulit untuk di pujuk.

__ADS_1


\=\=\=\=


Kisah Ayah Raka dan Ibu Ririn silahkan baca novel author yang berjudul PERTEMUAN KEMBALI ya✌️


__ADS_2