
**Hay semua!
Maaf ya baru aku buat di Aplikasi nya hehe.
"Kamu, janda apa perawan?"
Sambil melirik gadis di hadapannya. Padahal, sudah jelas di kartu penduduknya. Mengatakan, jika status gadis itu, masih lajang.
"Sedari tadi, bapak liat KTP saya, ngapain?" balas gadis itu dengan sedikit sindiran.
"Siapa tau, ini palsu. Tinggal jawab saja, tidak susah'kan?" katanya lagi.
"Perawan pak," jawabnya.
"Saya tau sih,––" berakhirlah dengan suara tawanya mengisi ruangan.
'Ya, tuhan. Untuk apa manusia seperti ini kau ciptakan,'
"Kamu di tolak," ucapnya tiba-tiba.
"Lho, ko di tolak Pak, saya tamatan Sarjana lho, nilai saya aja pada tinggi-tinggi," pamer gadis itu.
"Syarat bekerja di sini, harus janda. Berhubung kamu belum jadi janda, saya tidak bisa terima kamu. Maaf sekali," ujarnya.
Ah, sungguh sial. Sudah, tiga kali
'Yiren, di tolak. Saat melamar pekerjaan, dan alasannya, tidak masuk akal.
Bruk!
"Jalan, tuh pakai kaki jangan lupa matanya juga di pakek!" sungut Yiren.
"Maaf, saya tadi buru-buru."
Membantu menunguti isi dalam map coklat yang berserakan.
Tanpa sengaja pria itu, melihat data diri gadis itu. Dan, juga surat lamaran pekerjaan juga.
"Kamu sedang mencari pekerjaan?" tanya pada Yiren.
"Iya," balas Yiren.
"Saya bisa membantu kamu, kebetulan teman saya sedang mencari seseorang untuk bekerja. Mungkin kamu bersedia," katanya.
"Tentu saja saya mau, asalkan syaratnya tidak aneh-aneh seperti yang telah saya temui sebelumnya, contohnya syaratnya harus jadi janda lah," ujar Yiren.
"Ha-ha, tidak ko. Saya antarkan saja, langsung ke tempat teman saya, gmana?"
__ADS_1
Menunggu persetujuan
"Boleh," balas Yiren.
_____________
"Non, Vio. Jangan lari-lari mbo, udah tua. Pinggang terasa encok," keluh Mbo Darmi.
"Ya, mbo. Masa kalah sama anak kecil, ayo Mbo kejar Viola," ucapnya sambil berlari. Hingga, menuju jalan raya.
"Tuan, Nona Kimi lari ke jalan, mbo enggak bisa kejar. Sakit pinggang nih," kata Mbo Darmi.
"Astaga, Anak itu. Kimi!"
"Awas!"
Untung saja, segera di injak pedal rem. Jika tidak, mungkn sudah di tabrak anak kecil berusia lima tahun itu.
Anak kecil itu, meringkuk. Karena ketakutan juga, Yiren keluar dari mobil dan menghampirinya.
"Adek, enggak kenapa-napa'kan?" tanya Yiren sambil mengelus punggungnya.
"Mama," panggil anak kecil itu lalu memeluk Yiren.
Seketika, Yiren menjadi blank. Dan membiarkan saja anak itu memeluknya, karena rasanya juga begitu nyaman.
"Viola," panggil Papanya.
"Bayu, anakmu hampir saja tertabrak olehku. Dia berlari tanpa melihat jalan di sekitar," jelas Arka
"Siapa dia?" tanya Bayu
Yiren melepas pelukan Viola, dan melihat Bayu.
"Dia Yiren, calon baby sitter untuk Viola," kata Arka.
"Saya Yiren," Yiren memperkenalkan diri.
"Sebaiknya, bicara di dalam rumah saja. Ayo Vio," kata Bayu sambil menarik anaknya.
"Enggak mau sama Papa, maunya sama Mama aja. Ayo Ma," ajak Viola dan menarik Yiren.
_______________
Dari pada tidak dapat pekerjaan, sama sekali. Lebih baik Yiren terima saja, tawaran jadi baby sitter anak kecil yang sudah memanggilnya dengan panggilan Mama ini. Hitung-hitung keuntungan dari gajnya nya saja lumayan besar. Sebulan di beri gaji. Lima juta, mengalahkan pekerja di kantoran.
Yiren segera menandatangani surat kontrak, selama satu tahun. Jika, Yiren bekerja dengan baik tidak ada masalah maka, kontrak bisa di perpanjang.
__ADS_1
Yiren, terkesima melihat rumah mewah duda beranak satu ini.
Desainnya, begitu bagus dan sedap di pandang mata.
Yiren harus tinggal di rumah itu, memang itulah syarat yang sudah di tentukan.
SKIP
Mengasuh, Viola. Sangat menyenangkan bagi Yiren, karena anak itu sangat penurut dengan nya. Ya, mungkin saja. Yiren ini memang ada aura keibuan di dirinya. Anak kecil bisa langsung nyaman bersama dia.
Bayu, merasa aman sekarang. Dia bisa fokus untuk bekerja dan menyelesaikan pekerjaan demgan baij tnpa harus, siaga menerima telepon dari rumah. Biasanya, mbo Darmi akan melapor anaknya yang nakal itu.
________
"Papa, udah pulang. Viola hari ini di ajak jalan-jalan sama Mama," jelas Viola.
"Jalan-jalan?"ulang Bayu kemudian melihat Yiren.
" Kemana?" tanyanya.
"Hanya ke taman, Pak." Mengulas senyum hangat.
"Ooo," balasn oh ria.
________
"Ini, kopinya. Pak," ujar Yiren dan itu mampu membuat duda itu terkesiap dan menutup laptopnya, tiba-tiba.
Sayangnya, earphonenya terlepas dsri tempatnya, hingga terdengar suara.
'Ahh ... lebih dalem mas, uhh punyamu besar sekali,'
Bermacam-macam kalimat erotis di sana, dan Yiren bisa simpulkan itu pasti film p**no.
"Itu, tadi sebuah kesalahan teknis. Saya, tidak sengaja melhatnya. Ah sudahlah kamu pergi saja," usir Bayu.
____________
Yiren bergedik ngeri, saat mengingat suara tadi.
"Pasti dia, suka menonton begituan. Aku tidak menyngka, hobynya seperti itu. Merinding gini," lirih Yiren.
Bersambung
Jangan lupa buat di Like sama Komentar Ya
Vote
__ADS_1
gift
Uwu Saya Tunggu**