
Berulang kali Yiren meminta maaf atas apa yang terjadi, dan Bayu pastinya tidak menginginkan itu. Mereka memutuskan untuk segera pulang meninggalkan kondisi yang terasa sudah tidak kondusif lagi.
"Kurang ajar banget, Yiren. Berani dia permalukan aku di sini," kata Rina merasa tidak terima.
Awalnya dia kira, dia akan memenangkan apa yang sudah dia rencanakan yakni merendahkan Yiren itu. Akan tetapi, nasib baik tidak berpihak padanya.
"Kamu jangan berurusan dengan mereka, suaminya sangat berpengaruh di dunia bisnis sayang," kata suaminya.
Menambah kesal saja, apa lagi sorot mata orang-orang di sekitar seperti mengejek dia.
"Mendingan kita pulang saja, aku sudah bete."
______________
Yiren salut dengan sikap suaminya itu, seolah tak ada yang terjadi dia bisa melakukan semua itu. Kini, ia mengingatkan pada Yiren bahwa sudah waktunya Viola pulang karena jam sudah pukul dua belas siang. Mereka menjemput sang anak, lalu singgah di kafe untuk mengisi perut yang terasa keroncongan.
"Mama, sama Papa rapih banget. Habis dari mana?" tanya Viola.
"Tadi, Mama habis ada acara di sekolah mama dulu. Jadiny kita rapih begini deh," jawab Yiren.
"Lho, mama masih sekolah? kok Viola baru tau?" herannya.
"Bukan mama sekolah, tapi dateng ke acara reunian gitu sayang. Bentuk pengingat diri kalau kita dulu pernah ngerasain namannya sekolah," jelas Yiren.
"Ooo, Viola baru tau kalau ada yang seperti itu. Kalau ada pesta reuni sekolah mama lagi. Viola ikutan ya?" pinta Viola.
"Iya sayang, pasti. Jikalau, kamu tidak bertabrakan dengan jadwal sekolah kamu pasti ikut," kata Yiren.
"Baiklah Mama," kata Viola.
Mereka melangsungkan acara makan siang itu sampai merasa kenyang, setelah itu mereka menikmati hidangan penutup sambil menikmati suasana kafe yang begitu nyamannya.
"Apa Arka sudah kembali bekerja mas?" tanya Yiren.
"Sudah, dia itu profesional sayang. Tidak akan membawa masalah pribadi ke urusan kantor kok," jelas Bayu dengan yakin.
"Kira-kira dia bisa tidak ya, ke rumah kita mas. Aku mau kenalin dia sama seseorang," kata Yiren.
__ADS_1
"Seseorang? kamu mau jodohin dia? tidak usah sayang, dia bisa cari pasangan hidup sendiri kok," kata Bayu.
"Niat aku baik mas, kamu coba aja bilang dengan pelan sama dia. Siapa tau sekarang dia berubah pikiran, emangnya dia mau di ganggu sama Mahira itu terus," kata Yiren.
"Sayang, jangan ikut campur sama masalah orang oke. Aku tau maksud kamu baik, cuma tidak bagus seperti itu terkecuali Arka yang minta untuk kita cari pasangannya," kata Bayu.
Sebuah kebetulan yang tidak terduga, baru saja mereka membahas Arka dan sekarang Arka menghubungi nya.
[ Ya, Arka ada masalah?]
[ Bos ada di mana?]
[ Di kafe orange, ada apa?]
[ Saya ke sana, ada yang ingin saya bahas.]
[ Soal pekerjaan, kita bahas saat saya kembali ke kantor saja. Bagaimana?]
[ Bukan, urusan kantor semuanya aman terkendali. Saya hanya ingin makan siang bersama bos saja,]
______________
"Pokonya, nanti malam kamu datang ke rumah kami ada seseorang yang cocok buat kamu. Jangan lupa jam delapan malam, oke!" Serunya dengan penuh semangat.
Bayu hanya menggeleng pelan, istrinya selalu berambisi seperti ini.
"Baiklah, " balas Arka.
Yiren betul memasak makanan yang cukup banyak, dia menyajikan di meja makan. Jam dinding menunjukkan pukul tujuh malam lewat tiga puluh menit, artinya sebentar lagi akan kedatangan tamu.
Kira-kira siapa duluan? seseorang itu ataukah Arka?
Bel rumah berbunyi.
"Nyonya, mbo Darmi buka ya?" pamitnya.
"Iya mbo," kata Yiren.
__ADS_1
"Hai besti!" seru temannya.
"Oh my Gosh! Arin, hai besti!" Yiren memeluk Arin.
Teman semasa kuliahnya, selama dua tahun. Karena, Arin memilih pindah ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya.
"Astaga, aku enggak nyangka banget kalau kamu sekeren sekarang."
"Dulu aku enggak keren gitu?"
"Bukan enggak, tapi sekarang lebih keren sih. Ngomong-ngomong sepi pada ke mana yang lain?" tanya Arin.
"Suami aku sama anak aku di atas, aku panggilin sebentar ya," pamit Yiren.
"Oke besti," balas Arin.
Bayu dan juga Viola melihat Arin yang duduk di kursi dan pastinya menantikan kedatangan mereka.
"Mas, ini teman aku. Dia seorang desainer di new York. Dia baru pulang, beberapa hari yang lalu."
"Oh, oke. Kita tinggal menunggu Arka," kata Bayu.
"Orang tampan sudah tiba," ujar Arka sambil menenteng kresek berisi makanan ringan serta vs stik.
Sekalian mengajak Bayu duel nantinya.
"Arka ke mari dan kenalkan ini Arin temen kuliah aku dulu," jelas Yiren.
Arin berdiri dan menghadap Arka, sesaat mereka terdiam.
'Ini'kan cowok malam itu? Wah, gawat banget kenapa ketemu di sini, eh tapi aku kan berpenampilan beda, enggak mungkin dia kenal aku,' batin Arin.
"Arka," sebut Arka sambil mengulurkan tangannya.
"Arin," balas Arin.
'Engga salah lagi, dia pasti cewe malam itu. Gila kenapa penampilan nya beda gini, apa dia penipu?'
__ADS_1
"Ekhem, kok tangannya belum di lepas sih?" Ledek Yiren.