Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
SDKB °Menganggu°


__ADS_3

Arka harus rela di ceramahi oleh tantenya, karena dirinya yang belum menikah itu. Sehingga mau tidak mau, selalu merepotkan tantenya untuk membantu dia menyiapkan segala keperluan yang harus di bawa.


"Makanya, kamu itu segera menikah. Supaya ada yang nyiapin segala keperluan kamu. Untung aja, suami Tante ini tidak pencemburu. Sekarang Tante merasa jadi istri durhaka, demi kamu Tante malah mengabaikan suami Tante sendiri," omelnya tanpa ujung.


"Menikah gampang aja si Tante, tinggal ke K.U.A, jabat tangan, terus Sah, yang tidak mudah itu membina rumah tangga Tante. Gimana kalau tidak awet, kan Arka sendiri yang repot," terang Arka


Tante Dwi tertohok hatinya, dia melirik keponakan yang dia rawat sejak masa sekolah menengah pertama ini, tepat setelah kakak perempuannya memilih berpisah dari suaminya, tak lain orang tua Arka.


"Arka sayang, bukannya Tante mau mencuci pemikiran kamu itu. Akan tetapi, Tante pengen banget liat kamu bahagia sama keluarga kecil kamu. Tante itu pingin gendong cucu dari kamu," jelas Dwi.


"Arka lebih bahagia saat bersama dengan Tante juga suami Tante, tidak ada yang lain. Wanita? Arka tidak terlalu percaya dengan sebuah ikatan yang serius, " jelas Arka.


"Ya Tuhan, keponakan ku. Namun ... Tante yakin sekali kamu akan segera menemukan yang terbaik untuk kamu," ujarnya.


Tidak ingin berlama-lama, Arka segera menyalim tangan Tante itu. Mereka menghentikan pembahasan mengenai kehidupan Arka di masa depan, karena tidak ingin ketinggalan pesawat.


_______________


Mahira bersiul bahagia, karena hari ini dia telah selesai tes masuk ke perguruan tinggi yang dia inginkan, dia mendatangi rumah Tante Arka dengan maksud mengapeli Arka tentunya.

__ADS_1


Orang yang ia ingin jumpai ternyata tidak ada yang lebih mengejutkan lagi adalah, rupanya Arka pergi ke new York tanpa memberi tau dirinya, cukup menyedihkan serta mengesalkan bagi Mahira. Dengan wajah suntuk dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya, dia meluapkan emosi dengan mengomeli foto Arka yang terpajang begitu besar di kamarnya.


"Harusnya, kamu kasih tau aku. Kalau kamu pergi, aku juga pengen ada saat kamu mau pergi," protesnya.


"Apa kamu tidak mau ngeliat aku nangis, jadinya kamu enggak ngasih tau aku? Iya?"


"Ihh kamu sweet banget sih, artinya kamu terluka kalau liat aku nangis dan itu semua karena kamu cinta aku'kan?"


Akhirnya Mahira berhenti menangis dengan sendirinya. Karena dia sudah berpikiran positif. Akibat terlalu bucin dengan sesosok Arka.


Sementara itu, Arka sedang dalam perjalanan menuju tujuannya. Persoalan tempt tinggal biaya makan sudah pasti telah di tanggung oleh pihak perusahaan. Dia hanya datang untuk melakukan perjalanan bisnis. Jika itu sudah selesai dia akan kembali dengan segera. Besar harapan, dia ingin dialih pungsikan di luar negeri saja. Entah mengapa rasanya dia begitu nyaman meninggalkan negara kelahiran.


Beberapa hari kemudian. Mahira datang kembali dengan maksud menanyai kabar dari Arka, apa yang Arka lakukan di sana.


"Dia baik-baik saja. Dia hanya bekerja Mahira, jika kamu seperti ini. Maka akan mmebuat Arka semakin tidak suka denganmu," ucap Dwi.


"Aku yakin kalau, ka Arka itu suka sama aku Tante. Sikapnya sudah berubah kok. Lagi pula Mahira inikan cantik, kaya dan mempesona," terangnya.


'Caramu yang terlalu agresif, membuat Arka jadi ilfeel. Bagaimana mengataakan ini tapi dia tidak tersinggung'

__ADS_1


"Tante begini saja, aku minta nomor telepon ka Arka. Aku janji tidak akan mengganggunya, aku hanya lelah saja bolak balik kesini hanya untuk mengetahui kabarnya, boleh ya." Dengan mata berkedip penuh damba.


Sekedar janji ucapan, janji di atas materai saja bisa di ingkari apa lagi sekedar ucapan semata. Berkali-kali Mahira menghubungi Arka, membuat Arka benar merasa sangat kesal.


[Halo, ayang. Aku kangen kamu, kamu kenapa si selalu matiin teleponnya] ucap Mahira.


'Kenapa Tante memberikan nomorku pada gadis ingusan ini,'


[ Sayang, kamu masih di sana'kan ayo jawab. Eh, bagaimana kamu di sana apa kamu bisa tidur nyaman dan makanan nya halal tidak?] Celoteh Mahira.


[ Semuanya baik, Mahira jangan hubungi saya terus. Saya memiliki pekerjaan. Saya harap kamu mengerti,] jelas Arka


[ Aku tidak menggangu kamu sayangku, aku cuma menanyakan bagaimana kamu di sana. Aku khawatir kamu di negeri orang, apa aku susul kamu saja?] tanya Mahira.


[ Hah, tidak usah. Kamu juga harus pokus dengan kesibukan kamu. Fokus Mahira untuk pendidikan kamu, sudah ya. Berhenti menghubungiku,] ucap Arka.


Usai mematikan telepon, Arka merasa geram sekali dengan Mahira itu. Gadis itu selalu saja membuat kesal. Menganggu ketenangannya.


Mematahkan SIM card, lalu memutuskan untuk membeli yang baru. Agar wanita itu tidak dapat menghubungi dia lagi

__ADS_1


__ADS_2