
Yiren rasa ini waktunya, dia menjalankan rencana yang telah dia susun bersama dengan Syafira melalui hubungan telepon. Tentunya Bayu telah berangkat kerja dan Viola juga sudah ke sekolahnya jua.
"Nyonya mau ke mana?" tanya Darmi.
"Aku ke luar sebentar mbo," kata Yiren.
"O, baiklah nyonya. Hati-hati di jalan," peringat mbo Darmi.
Tanpa menunggu lama, dia segera pergi juga menyuruh supirnya untuk segera memanaskan mesin mobil karea dia akan berangkat segera.
____________
Nampaknya Daren, kaget karena bukan hanya ada Syafira di sini melainkan ada Yiren.
"Aku tidak ingin basa basi, Daren kamu tidak seharusnya berperilaku buruk terhadap istri kamu," kata Yiren.
"Mantan istri," kata Daren.
"Tega sekali kamu meninggalkan Syafira, dia wanita yang baik. Terlebih kalian sudah memiliki anak," kata Yiren.
"Hatiku tidak bisa berpaling darimu Yiren, aku masih mencintaimu. Tetapi, kau sudah bersama dengan pria lain," terang Daren.
"Tidak bisa berpaling, kau yang memilih Syafira waktu itu. Aku memang pernah hadir dalam hidupmu, akan tetapi aku bukan masa depanmu. Jangan kaitkan hubungan masalalu kita Daren, " kata Yiren
"Ya mas, aku sangat mencintaimu. Aku tidak mau berpisah darimu, anak kita juga begitu membutuhkan hadirmu," lirih Syafira.
"Memangnya, kamu ingin hidup bersama dengan pria yang memikirkan wanita lain. Apa kamu sanggup Syafira?" tanya Daren.
__ADS_1
"Aku selalu sabar dan mencoba ikhlas mas, tolong jangan tinggalkan diriku ini. Setidaknya demi Faro," ucap Syafira.
"Jika itu keputusanmu, maka baiklah. Akan segera ku urus surat rujuk kita. Kau sendiri yang mengatakan jikalau kamu tidak keberatan jikalau aku ini belum bisa sepenuhnya menerimakamu," jelas Daren.
"Aku yakin, kamu akan segera mencintai aku seperti kamu mencintai masalalu kamu mas," ucap Syafira dengan yakin.
Tidak tau, jauh di lubuk hatinya merasa sakit akan kenyataan ini. Cuma, dia begitu mencintai dan mengasihi suaminya, pria yang selalu dia sebut di dalam doanya. Tidak akan dirinya berputus asa. Cinta bisa hadir, jikalau mereka bisa hidup berumah tangg lagi.
___________
Kelar sudah permasalahan ini, semoga berakhir sesuai dengan keinginan juga harapa Syafira, walaupun Yiren bukalah perusak rumah tangga mereka berdua, namun. Karena Daren menyeret dia karena masalalu mereka yang memang terjalin cukup indah. Hanya saja, mereka hanya menjaga orang lain. Empat tahun berkasih tentunya bukan sebentar, banyak kenangan terjadi di sana. Tidak seperti Daren, yang mencoba mengungkit masalalu yang telah terjadi. Yiren dia sudah membangun dan menata masa depan dengan suami dan anaknya Viola, jikalau tuhan sudah memberi kepercayaan nanti. Dia akan semakin merasa lengkap kebahagiaan tersebut. Masa depan yang penuh canda tawa nan bahagia.
"Mau kemana lagi kita, Nyonya?" tanya supir.
"Pulang saja pak," balas Yiren.
Bunyi ponselnya dari dalam hand bag. Dia segera mengambil benda pipih tipis, dan di belakangnya terdapat gambar apel tergigit dibagian atas.
[ Ya halo mas,]
[ Kamu sedang apa sayang?]
[ Aku lagi di jalan mas, kenapa ya?]
[ Kamu pergi ke mana?]
[ Maafin aku mas, tidak izin ke kamu. Jika kamu sudah pulang nanti, aku akan cerita semuanya ke kamu,]
__ADS_1
[ Ya, hati-hati yah.]
Untung saja Bayu tidak seperti lelaki umumnya, yang meminta penjelasan hanya melalui telepon. Terbilang, cukup dan bahkan sangat sabar serta pengertian itulah Bayu.
Walau dia begitu penasaran istrinya dari mana dan ngapain saja di luar sana sampai tidak pamitan dengan dia, hal ini juga tidak pernah istrinya lakukan.
"Bos!" seru Arka.
"Astaga, mau saya potong gaji kamu. Heran, suka bener bikin kaget saya."
"Aelah bos, maaf deh. Sengaja sih ha-ha."
Dpuk!
Berkas bermuatan tumpukan kertas melayang dan mengenai kepalah Arka. Membuat kertas itu berserakan di lantai.
"Kejam bener, jam makan siang ini bos. Kita kan brother, bisa'kan jangan kasar begini bos?" ujar Arka.
"Ada perlu apa? jangan bilang kau mau pinjam kartu debit saya lagi," kata Bayu.
"Sombong, kenapa bos tau. Lagi pula punya saya sudah tidak bersaldo lagi, tolong lah bos saya kelaparan," ujarnya.
"Kebiasaan, ini ambil. " Menaruh kartu debit unlimitednya itu di meja, dengan sinar mata bahagia Arka segera mengambilnya.
"Tunggu dulu, sebelum kartu ini di tanganmu. Kamu harus lembur malam ini," terang Bayu.
"Waduh bos, saya'kan ada janji dengan Arin bos. Bisa tidak jangan malam ini," kata Arka meminta penawaran.
__ADS_1
"Tidak jadi," kata Bayu sambil mengantongu kembali kartu tersebut.