
Tante Dwi bersama dengan Arka sedikitnya membahas tentang Angel itu, mulanya Arka tidak terlalu berminat karena dia sadar akan tidak baiknya membahas status Angel yang sekarang. Akan tetapi, saat Tante Dwi mengatakan satu fakta yang cukup membuat terkejut, hingga membuat Arka tertarik untuk mendengar segala.
Inti dalam obrolan keduanya adalah, Angel memang telah menikahi pria yang sudah beranak satu, dan pria itu sudah meninggal akibat sakit keras yang di deritanya, saat ini. Angel tengah menyandang status single parent. Untuk menghidupi anak sambung serta anaknya juga, hidup bersama 'Rian' hingga mereka memiliki dua buah anak yang cantik juga ganteng.
Di tambah juga dengan anak sambung yang tidak kalah tampan, hanya saja wajahnya sedikit lebih mirip dengan ibu kandungnya.
Perjuangan keras dari Angel, membuat Arka sadar bahwa ternyata kehidupan orang lain ternyata lebih keras dari pada dirinya. Dia malah harus banyak bersyukur, karena setidaknya dia hanya patah hati dan ditinggal pergi oleh seseorang saat ia belum memiliki ikatan apa-apa, sedangkan Angel. Dia pasti sudah merasakan kepahitan kehidupan ini, apa lagi harus menerima kenyataan suaminya untuk meninggalkan dunia untuk selamanya.
"Angel terlalu kuat untuk menghadapi masalahnya sendiri," ujar Tante Dwi.
"Iya, membuat Arka malu sendiri. Karena sering mengeluh dengan keadaan padahal, masalah Arka bukan apa-apa," balas Arka.
"Om Hardi, di mana?" tanya Arka.
"Om di sini," sahutnya sambil membawa peliharaan barunya. Seekor anjing, yang baru selesai dia mandikan.
"Om, kenapa membawa hewan berbahaya seperti itu ke dalam rumah segala. Nanti betis Arka kena gigit om,"protes Arka.
"Dia sudah jinak," balas Hardi.
Tatkala melihat orang asing, anjing itu langsung menggonggong. Karena gerakan reflek dari Arka membuatnya semakin ganas melompat, dan tanpa berpikir panjang langsung berlari.
"Pa, kenapa di tertawakan. Bahaya banget itu," kata Dwi.
"Iya, iya."
__ADS_1
Hardi segera memanggil anjingnya. Karena begitu mengenal pemilik nya, ia segera kembali pada Hardi dan meninggalkan Arka yang menempel di gerbang tertinggi.
______________
Viola merasa bosan, dia meminta untuk Yiren menemaninya jalan-jalan si sekitar taman. Mereka berdua menghabiskan waktu bersama di sana. Bayu masih di kantor, maka dari itu hanya mereka saat ini di sini. Yiren sangat senang karena dapat menemani Viola bermain bola karet bergmabar help kitty tersebut.
"Viola ambil bola dulu," kata Viola.
"Jangan jauh-jauh," peringat Yiren.
Viola tampak ke susahan untuk mengambil bola nya, karena tersangkut di dekat barang seseorang.
"Permisi, Tante. Viola mau ambil bolanya Viola."
Viola mengambil bola itu. "Makasih Tante," kata Viola dengan tulus.
"Kamu cantik sekali, wajah kamu mengingatkan saya sama almarhumah adik saya," ucap nya.
"Siapa Dinda?" tanya temannya.
"Aku pergi dulu, Tante yang baik."
Viola langsung pergi.
"Almarhumah Adek kamu, Fitri? oh iya aku baru sadar," sambung temannya.
__ADS_1
"Bener'kan. Rina, seperti melihat Fitri sewaktu kecil deh," kata Dinda.
Keduanya yang merasakan feeling yang sama kuat, sama-sama mengikuti Viola. Rina terkejut karena Viola bermain bersama dengan Yiren.
"Yiren, oh. Jadi anak angkat kamu itu. Anaknya Adek temenku?" Praduga Rina.
Untuk pertama kalinya Yiren bisa mendengar hubungan mantan istri suaminya itu. Apa katanya tadi, temannya. Artinya wanita lain yang berdiri di sebelah Rina itu adalah Tante Viola.
"Ini Tante yang baik tadi, ada apa Tante?" tanya Viola.
Dinda memeluk Viola. "Fitri," lirihnya.
Untuk memecah keheningan yang terjadi dalam beberapa saat, Yiren memutuskan untuk mengajak mereka mencari tempat yang nyaman untuk bisa mengobrol.
Tampak sekali, Dinda begitu menyayangi Viola. Sedikitnya dia bisa tau mengenai almarhumah Fitri dari sang kakak perempuannya ini.
Mendengar semuanya, cukup membuat Yiren tidak menyesali bisa menyayangi Viola. Karena sifatnya memang sangat menganggumkan.
"Aku sudah lama ingin, bertemu dengan nya. Akan tetapi, tidak pernah kesampaian," jelas Dinda.
"Tidak usah ragu kak, kakak bisa datang ke rumah. Jika memang kangen dengan Viola," balas Yiren.
"Pasti Bayu dan Viola beruntung bisa bertemu dengan gadis seperti kamu ini, terima kasih. Kamu sudah mau merawat anak Fitri," ungkap Dinda.
"Sama-sama kak, hampir sore. Kami harus segera pulang," kata Yiren.
__ADS_1