
Hari ini, cukup melelahkan bagi Bayu karena pekerjaan yang harusnya di kerjakan oleh Arka khusus hari ini dia yang mengerjakan, belum lagi hal lainnya. Dia menilai, prakerja Arka memang harus di acungi jempol. Dia tidak tau lagi jikalau Arka tidak bekerja lagi di tempatnya, memang muda mencari pengganti namun mencari yang seperti Arka ini tidak lah muda.
Sepulang dari kantor, Yiren merasa kasihan terhadap suaminya ini. Dia segera memberi pelayanan sebuah pijitan gratis cukup untuk membuat tubuh kaku Bayu berkurang.
"Terima kasih sayang, kamu memang istri yang penuh perhatian," ucap Bayu.
"Tentu saja, sekarang sudah lebih baik?" tanya Yiren.
"Lumayan, saya akan mandi. Apa kalian sudah makan malam?" tanya Bayu.
"Belum, kami pastinya menunggu kamu pulang supaya bisa makan malam bersama," jelas Yiren.
"Oh, ya sudah saya akan segera mandinya." Bergegas ke kamar mandi.
Yiren menyiapkan pakaian rumahan suaminya itu, setelah dia ke dapur.
Menunggu kedatangan Bayu untuk bergabung makan malam ini. Seperti kebiasaan mereka sebelumnya, mereka selalu ada momentum bersama setiap ada waktu juga kesempatan.
•••
__ADS_1
"Bagaimana, sekolah kamu?" tanya Bayu pada Viola.
"Baik Papa, semuanya terkendali. Om Arka sudah sembuh belum?" tanya Viola.
"Kamu kangen ya, sama bujangan lapuk itu," kata Bayu.
"Ish, mas. Tidak boleh begitu. Om Arka ada di rumah tantenya, kita bisa datang besok kesana setelah kamu pulang sekolah," terang Yiren.
"Baiklah Mama sayang, Viola pengen tidur bareng mama dong, udah lama tidak denger suara mama nyayi buat lagu tidur Viola," kata Viola.
"Kalau mamanya tidur sama Viola, terus siapa yang nemenin Papa tidur dong?" tanya Bayu.
"Ya Papa udah gede, selama ini juga Papanya di temenin Mama terus kok. Jangan seperti anak kecil Pa, malu sama umur," kata Viola.
"Sudah mas, hentikanlah. Nanti dia pipis di kasur, kamu mau nyuci sprainya?" ancam Yiren.
Berhasil membuat Bayu mengehentikan tindakannya itu, kalau tidak ? benar saja nanti akan membuat sang anak bisa ngompol di kasur yang bakalan mencucinya pasti mbo Darmi ataupun Yiren itu sendiri.
"Papa main curang, tangan Papa besar jadinya bikin Viola susah mau balesin Papa."
__ADS_1
"Biar Mama yang balesin," kata Yiren sambil menggelitik Bayu.
Kembali kericuhan terjadi, terdengar gelak tawa nan bahagia di malam ini. Semoga saja pernikahan mereka awet dan tentram seperti ini jangan sampai ada yang datang untuk menganggu keharmonisan dua sejoli idaman ini.
Yiren dan Bayu, mereka yang selalu bisa mengisi waktu dengan kebersamaan juga dedi kasih yang tinggi. Bentuk pengertian, perhatian komunikasi yang berjalan sangat baik sehingga menepis segala permasalahan walaupun hanya sedikit.
•••
Baru saja mendapatkan restu dari Tante Dwi, membuat semangat nya kian membara. Namun, kenyataan pahit kembali lagi harus ia telan. Rupanya Arin sudah memiliki tambatan hati yang lain di luar sana. Tepat, saat ingin mengutarakan isi hatinya, buru-buru Arin memberikan cincin manis bertengger di jari tengah nya sekalain dia juga turut mengundang Arka untuk dapat datang di acara pernikahan nya.
Damn!
Sial, dosa apa yang Arka lakukan terhadap banyak wanita sehingga dia patah hati sekian kalinya. Baru saja dia di terpa bunga asmara, kini kembali di panah dengan racun asmara yang membunuh.
Jikalau saja Arka perempuan, sudah pasti dia akan menulis rangkaian puisi patah hati di sosial media ya, untung nya dia seorang laki-laki malu pastinya mengutarakan isi hati walau dia ingin sekali melakukan nya.
Lama-lama Arka bisa belok kalau terus seperti ini? Jangan sampai ini terjadi. Novel ini akan jadi taruhannya pemirsa haha.
Mungkin Arka tercipta menjadi sad boy di sini, author nya terlalu tega membuat si tampan ini sendirian dan kisah percintaan nya sesulit ini.
__ADS_1
Arka harus sabar, ikhlas dan juga Taba ada sedikit nya cahaya yang akan menanti dalam hidupnya. Tidak sekarang, mungkin nanti. Nantinya kapan? hanya pemikiran seorang penulislah yang lebih mengerti. Kalian pembaca, tinggal menikmati kesedihan yang dirasakan oleh Arka.
Bersambung