
Tidak ada pesta besar-besaran yang di lakukan, hanya acara sederhana belaka. Namun, cukup mengesankan
Seperti tahun sebelumnya. Mereka juga sudah memberi donasi untuk daerah yang terkena musibah pada minggu-minggu ini. Memberi santunan pada panti asuhan serta panti jompo di sekitar wilayah tempat mereka tinggal. Tidak perlu di nilai dari berapa nominal, akan tetapi. Berapa besar niatnya.
Yiren memberikan satu set kotak dasi untuk Bayu, sedangkan baju memberikan daster modern, yang sudah menjadi viral di kalangan anak muda sekarang. Motifnya juga banyak.
Sederhana, tetapi elegan.
"Selamat anniversary Mama dan Papa," kata Viola.
"Iya sayang, terima kasih banyak," kata keduanya.
"Aku punya hadiah, kalian merem dlu."
"Baiklah."
Chup!
Chup!
Yiren dan Bayu membuka matanya. Sehabis merasakan kecupan di pipi masing-masing.
"Iya, ini hadiah dari aku. Kecupan sayang dari Viola buat kalian berdua," ucap Viola.
Membuat keduanya memeluk kembali anak mereka serta merta menurunkan kecupan bertubi-tubi di wajah anaknya.
Senang sekali rasanya malam ini, walaupun tidak ada perbedaan seperti malam biasanya, karena mereka juga selalu romantisme. Apapun yang di lakukan rasanya selalu membahagiakan.
"Bikin tenda, buat apa?" tanya Yiren.
__ADS_1
"Pasti seru, kalau kita bertiga tidur di tenda. Sebentar ya dalam proses dulu," terang Bayu.
Dia tak sendiri mendirikan tenda itu, tentu dia membutuhkan bantuan tangan lainnya. Agar, tenda kuat dan kokoh.
"Tada!"
"Wiiih, bagus. Seperti rumah-rumahannya Viola," kata Viola.
"Masuk lah," suruh Bayu.
Hingga mereka benar menghabiskan malam untuk tidur di sana, sangat nyenyak sekali. Sampai bangunnya pun agak kesiangan, melihat anak dan istrinya tertidur sangat lelap. Membuat Bayu mengulas senyuman tidak perduli kini telah di sapa oleh sinar Surya. Dalam beberapa saat kemudian sinarnya menembus di sela-sela resleting tenda yang di buka sedikit oleh Bayu.
"Ah, udah pagi ya." Yiren mengucek matanya.
"Selamat pagi, sarapan pagi dan teh jahe." Bayu membawa yang ia tawarkan itu.
"Hm, tidak apa-apa. Bangunkan Violanya sayang. Aku ingin mengajak kalian pergi," kata Bayu.
"Viola sekolah mas," kata Yiren.
"Bisa minta cuti," kata Bayu.
"Nanti jadi kebiasaan," kata Yiren.
Karena mendengar percakapan keduanya, Viola berhasil terjaga dari tidurnya.
"Kenapa mama, papa pagi-pagi suaranya gede-gede?" tanyanya.
"Viola, kamu udah bangun nak. Gimana tidurnya kamu semalam?" tanya Yiren.
__ADS_1
"Ya sangat nyenyak, seperti malam biasanya. Cuma, dingin banget. Tapi seru banget hehe," katanya sambil cengiran.
"Viola, punya pelajaran apa saja hari ini?" tanya Bayu.
Mencoba mengingat sambil meraba matanya, mungkin saja ada belekan.
"Ada matematika, bahasa Indonesia. Ada apa Papa?" tanya Viola.
"Oh, kamu mau ikut liburan sama Papa juga Mama ke pulau pribadi?" tanya Bayu.
"Enggak ah, Viola mau di sini aja. Papa'kan tau, Viola suka mabuk perjalanan kalau tempatnya terlalu jauh. Apa lagi lewati laut," tolak Viola.
"Kalau Papa pergi sama Mama dalam beberapa hari, kamu gimana?" tanya Bayu.
"Serahkan sama saya bos, biar saya yang jagain. Lagi pula bodyguarnya juga ada bukan?" ucap Arka yang rupanya pagi ini datang.
Sebenarnya tadi dia sudah di kantor tetapi karena bosnya belum datang. Sehingga dia ke rumah, tatkala dia mendengar obrolan mereka dari belakang makanya dia ada di sana saat ini.
"Di tinggal sama om Arka, tidak masalah?" tanya Bayu.
"Enggak apa, dulu'kan sering kok. Om Arka orangnya baik juga, cuma sayang enggak punya istri hi-hi," kekeh Viola.
•••
Yiren dan Bayu menikmati liburan mereka di sebuah pulau pribadi, suasananya sungguh tentram. Pemandangan alam yang begitu menyejukkan hati, cocok untuk healing.
Hanya sekitar lima hari mereka di sini, benar-benar menghabiskan waktu berdua layaknya pengantin baru. Padahal, mereka adalah pengantin lama. Tiga tahun berjalan, bersama, saling menggenggam erat kedua tangan. Memecah permasalahan dengan pikiran jernih. Poin tambahannya adalah, keduanya tidak pernah putus untuk berkomunikasi. Membangun chemistry rumah tangga supaya semakin awet. Misalnya saja, selalu tidak bisa jauh-jauh dari pasangan hal itu membuat mereka semakin lengket saja. Yiren mungkin, sering mengeluh karena hingga hari ini mereka belum di karuniai anak lagi. Tidak dengan Bayu, dia sabar dan dia lah yang selalu berhasil membujuk sang istri agar tidak pesimis.
Bersambung
__ADS_1