Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
(SDKB) Keisengan


__ADS_3

Tolong beri like+vote+hadiah


bunga aja gak apa kok hehe


__________


Semakin bertambah hari, semakin bertambah juga kebahagiaan yang tengah di rasakan pasangan baru menikah ini.


Bayu dan Yiren, semakin menunjukkan latar belakang mereka masing-masing setelah bergelar sebagai suami istri.


Mereka sering menjahili satu sama lainya, seperti dulu. Makanya, hari mereka tidak pernah berhias kebosanan.


Seperti malam ini, betapa isengnya Yiren yang mematikan saklar lampu. Padahal, Bayu masih keramas di bawa shower.


Gelap sudah kamar mandi tersebut. Air nya pun ikut mati.


"Istriku, akhlakmu di mana!"


Ceklek!


Dengan tampilan hanya menggunakan bokser kuning sepaha dan mata yang tertutup busa sampo.


"Nyalakan lampunya, kamu iseng banget Yiren." Sambil berkacak pinggang di ambang pintu kamar mandi.


"Kasian, aku nya udah mau tidur. Mas kamu lanjutkan mandi besok saja, lagian ini sudah malam."


Yiren menepuk kasur dan mencoba berbaring di tengah kegelapan.


"Astaga, mata saya perih Yiren. Kamu mau punya suami matanya bermasalah?" Bayu menakutinya.


"Yaudah, mas kembali ke kamar mandi. Aku nyalain lagi deh," ucap Yiren mengalah.


"Awas ya, kalau kamu ngerjain lagi!" Menunjuk ke arah Yiren walaupun matanya masih tertutup rapat.


_


"Ampun mas Bayu, haha. Geli ih, jangan gelitikin terus." Yiren tertawa sampai ingin rasanya dia mengompol di atas kasur.


"Kena kamu, makanya. Kamu jangan suka iseng ya, mas akan gelitikin sampai kamu pipis di celana," katanya sambil terus menggelitiknya.


Benar saja, Yiren sampai tidak tahan untuk membuat hajat kecil.


"Mas, tuhkan. Jadi pipis beneran," lirih Yiren.


"Haha!"


Yiren berlari ke kamar mandi, dia terpaksa mandi kedua kalinya. Tidak lupa, langsung mencuci pakaiannya.

__ADS_1


"Benar juga kata Arka, aku memang beruntung memiliki istri seperti Yiren, karena Yiren itu orangnya apa adanya tidak jaim-jaim. "


______________________


Setelah jadi istri maka kebutuhan suami dan anak selalu dia prioritaskan, menjadi istri yang baik akan menjadi terapan dalam kesehariannya.


"Mas, aku benerin dasi kamu dulu."


Yiren membenarkan dasi yang menurutnya kurang rapih itu.


"Kamu sendiri kenapa belum bersiap?" tanya Bayu.


"Emang aku ikut pergi?" tanya Yiren juga.


Dia sendiri aja, belum menentukan akan pergi ke mana, lalu. Bayu bertanya dia siap atau tidak nya, emang mau kemana(?)


"Aku di rumah aja, Mas. Nungguin waktu buat jemput Viola dari sekolah nanti," jelas Yiren.


"Rambut kamu sudah seperti ijuk, kamu harus krimbat sayang, kamu juga harus menjaga mahkota di kepalahmu itu. Jangan sampai, bau gosong setiap malam aku ciumin," ejeknya.


"Mulutnya, pengen aku sentil."


"Ikhlas kok, cuma sentilnya pakai bibir."


"Mas!"


"Papa, buruan. Nanti Viola terlambat," kata Viola yang memunculkan kepalahnya di atas kaca mobil.


Untung saja ada Viola yang menghentikan keduanya, jika saja tidak maka ... benar Viola akan telat ke sekolah.


Yiren mencium punggung tangan suaminya itu, serta tidak lupa juga Bayu mencium kening istrinya dengan lembut. Perdebatan kecil sering terjadi, akan tetapi semua itu karena keisengan mereka saja.


"Hati-hati mas, jangan ngebut ya?" peringat Yiren


Bayu hanya mengacung jempol, dia masuk ke dalam mobil lalu menyalahkan mesin mobilnya. Setelah itu pastinya dia menjalankan kendaraan roda empat tersebut.


Tujuan utama sudah pasti ke sekolah Viola, setelah itu baru ke kantornya.


________________


"Ya ampun, Mahira. Kamu membuat saya kaget saja." Arka mengelus dadanya.


Baru saja dia keluar dari rumah, sudah di sodorkan rantang makanan bermotif help Kitty.


"Selamat pagi ayang, aku bawain kak Arka bekal buat di makan kalau udah waktu istirahat di kantor nanti," jelas Mahira


"Mahira, kamu tidak usah repot-repot seperti ini. Saya bisa makan di kantin kantor ko," ucap Arka sambil menolak secara halus.

__ADS_1


"Ka Arka, makanan di kantor belum tentu higienis. Kalau ini, pasti terjamin kebersihannya karena Mahira menggunakan hati juga perasaan," ujarnya.


'Apa hubungan nya?' batin Arka.


"Mahira, kamu harusnya pulang. Karena ibumu pasti sedang mencari kamu. Jadi kamu pulang saja ya," suruh Arka.


"Tidak, sebelum ayang Arka mau terima bekal makananku ini. Ayo kak Di terima, enak kok tanpa racun," jelasnya.


Kalau tidak di terima pastinya, Arka tidak akan bisa pergi ke kantornya. Dan, nanti dia akan kena semprotan dari Bayu yang bermulut pedas.


Arka mengambilnya. "Sudah ku ambil, jadi sekarang kamu sudah boleh pulang. Ayo Mahira pulang sana," suruh Arka.


"Mahira belum mau pulang, kalau ka Arka belum bilang makasih sama Mahira," ucapnya.


'Yang suruh dia datang buat ngasih makanan siapa coba?'


"Makasih Mahira cantik," kata Arka.


"Apa, ka Arka bilang aku cantik. Aku memang secantik itu lho kak, selamat bekerja ka Arka ayang nya Mahira," ucap Mahira dengan semangat empat puluh lima seperti kemerdekaan Indonesia.


Merdeka!


Merdek!


Merdeka!


_


"Tumben bener bawa bekal, mana tempatnya norak begitu lagi."


Arka segera memasukan bekal tersebut ke lacinya. "Membuat kaget saja, lagian itu di beri sama Mahira anak kecil yang kegatalan sama saya."


"Kamu lama-lama bisa jadi pedofil si Arka, yang saya ketahui memang yang suka mendekati kamu itu gadis remaja bahkan gadis ingusan," komentar Bayu.


"Puas! Anda meledeki saudara anda sendiri. Sudah puas belum?" Arka rasanya sudah sangat kesal. Dan, ini dia tahan sejak lama.


"Slowly boy, hahaa. Sudahlah, ngapain gengsi kamu makan saja apa yang di beri sama calon istri kamu itu, makanannya pasti enak."


Bayu tanpa merasa perlu mendengar jawaban ataupun protes dari Arka langsung ke luar begitu saja.


"haish, atassan menyebalkan seperti dia. Aku harus banyak bersabar untuk ini," ucap Arka.


Matanya kembali melihat makanan itu.


"Lapar, aku makan saja. Apa salahnya juga?"


______________

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2