Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
SDKB 8 (Jatah)


__ADS_3

**Jangan lupa beri


like sama komen


kasih vote


kasih gift/hadiah


dukungan kalian itu benar-benar di harapkan say, jangann cuma baca aja.


hargain dong author yang ngetik buat hibur kalian**


"Yeay, akhirnya. Papa pulang juga, kami sudah sangat merindukan Papa. Wah," mata Viola bergerak menuju ole-ole yang di bawa oleh sekretaris papanya.


"Apakah anak Papa senang?" tanya Bayu.


"Sangat, aku senang Papa. Terima kasih Papa," kata Viola.


"Mamamu ada di mana?" tanya Bayu setelah mengedarkan pandangan mencari keberadaan istrinya tapi tidak bertemu.


"Aku di sini," kata Yiren.


"Aku kira mas Bayu, tidak akan pulang," kata Yiren


"Kenapa memangnya, kau ingin selingkuh jika aku jauh?" ceplos Bayu.


"Mas ini, bicaranya asal saja. Aku tidak mungkin melakukan nya. Justru aku akan, —" Yiren malu mengatakannya. Sehingga ia mengehentikan ucapannya.


Bayu tidak suka perkataan yang di potong seperti itu, hingga ia menagihnya.


"Lanjutkan, apa yang mau kamu katakan?" tanya Bayu.


"Tidak ada, itu tidak penting."


Yiren terpikat pada bucket bunga yang terlihat dari balik punggung Bayu.


"Untukku?" tanya Yiren.


"Apa?" balas Bayu.


"Bunga nya," kata Yiren.

__ADS_1


"Bukan, ini untuk janda sebelah."


"Mas Bayu!"


Bayu mengikis jarak keduanya, lalu memeluk Yiren.


"I miss you, how about you?" Bisik Bayu di telinga Yiren.


Sekedar mendengar hal itu mampu membuat Yiren meremang. Lalu, ia mengangguk saja.


"Viola, enggak di peluk juga?" tanya Viola.


Bayu dan Yiren menyamakan tinggi badan mereka seperti Viola, jadi keduanya berlutut. Dan, memeluk Viola.


---


"Apa bunga itu lebih tampan dari ku?" tanya Bayu seraya memeluk Yiren.


"Aku terkejut mas, kamu berani sekali memelukku," kata Yiren.


"Bahkan melakukan lebih dari ini, tentu saja saya berani. " Menghirup aroma sampo istrinya.


Melepaskan pelukan Bayu, salah satu cara agar menghilangkan gugupnya itu. Walau sudah sering bertemu, dan melakukan kegiatan secara bersama, tapi ketika telah menyandang sebagai istri dia malah menjadi gugup begini.


Pergelangan Yiren di tahan oleh tangan kekar Bayu. Membuat langkah Yiren terhenti begitu saja.


Bayu menarik perlahan tangan Yiren, hingga Yiren memeluk Bayu, tidak lupa jemari Bayu mengelus tengkuknya.


"Jangan mencoba kabur dariku sayang, malam ini akan kita habiskan bersama. Selagi Viola sudah terlelap," bisik Bayu.


"Ah, apa maksudmu mas. Aku masih banyak ker—mpph."


Bungkam, Bayu sudah mencium bibirnya dan memberikan l*m*t*n juga. Mulanya, Yiren tidak menanggapinya. Lama-lama ia juga membalas nya.


Hingga keduanya, merasakan malam yang indah bersama.


---


"Kenapa pintu kamarku, di kunci semalam?" tanya Viola.


Yiren menunduk, tidak bisa menjawab apapun. Walaupun tidak ada yang aneh dalam pertanyaan anak seusia Viola itu.

__ADS_1


"Jawab dong, Papa. Kenapa pintu kamarku semalam di kunciin, padahal aku nya mau ke luar. Mau pindah tidur di kamar kalian," kata Viola.


"Siapa yang kunciin. Enggak ada ko, serius. Mungkin Viola aja yang enggak bisa buka pintu," balas Bayu.


"Papa, Viola serius. Terus juga, Viola teriak-teriak eh enggak ada yang dengerin," kata Viola.


"Sampai segitunya, maafkan Mama dan Papa sayang. Mama begitu lelapnya tidur, jadi tidak mendengar," kata Yiren.


Hampir saja Viola merajuk akan jawaban Bayu, yang tidak mempercayai dirinya. Untung saja Yiren responnya berbeda, lalu Viola memeluk Yiren.


"Apa ini, Eomma? kok kaya bekas gigi," tanya Viola setelah melihat leher Yiren.


"Hah? apa?" tanya Sora pada anaknya itu. Dan, mengambil ponsel dan memperlihatkan area lehernya.


Bekas cumbuan mesra dari suaminya semalam itu. Yiren, menatap jengkel Bayu sementara sang empuh cuma acuh tak acuh.


Karena kejadian itu, membuat Yiren jadi salting berdekatan dengan suaminya sendiri. Apa hanya dia, atau ada istri di luar sana juga pernah seperti dia.


Bayu tampaknya dengan mudah melupakan apapun yang sudah terlewati, lagian juga dia sudah senior. Lihat saja, hasil ciptaannya Hadir seorang anak yang cantik jelita bagaikan bidadari yang turun dari surga.


Harus, Yiren harus bisa. Membiasakan dirinya itu, tidak baik juga'kan menghindari suami.


Perihal aktivitas suami istri juga bisa untuk di bicarakan, apa yang di mau dan yang tidak di inginkan.


"Mas, aku enggak mau kamu kasih tanda seperti semalam."


"Kenapa? bagus lho."


"Enak aja, enggak baik sama fikiran Viola mas, nanti dia malah nanya ke temen-temennya," balas Yiren.


"Kamu bisa nutupin pakek hodie atau syal, bisa tuh. Gak akan keliatan,"kata Bayu sekenanya.


"Mas, di bilangin. Kalau gitu, aku enggak kasih jatah," ancam Yiren.


"Hehe, oke. Oke. Enggak, jadi malam ini jatah ke dua." Seringai Bayu.


Bersambung


Di like sama komen


kasih vote juga

__ADS_1


__ADS_2