Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
SDKB part 2


__ADS_3

 


Arka tidak habis fikir, wajah kusut temannya sejak tadi itu di sebabkan oleh, terciduknya dia sedang menonton b*k*p.


"Terus respon baby sitter anakmu, bagaimana?" goda Arka.


"Entahlah, aku telah mengusirnya. Lagian untuk apa kamu mengusik bagaimana rspon dia padaku," selidik Bayu.


"Ya, tidak ada. Ah sudahlah, kau betah sekali di kantor ini. Tidak ingin pulang," kata Arka.


 


Hari mendung, dan dengan segera Yiren menuju teras rumah teratas. Untuk menangkat jemuran hari ini, pakaian dan sprai kotor begitu banyaknya. Jadi, dia harus cepat-cepat.


Kakinya, tersandung oleh kayu yang ada di depannya. Membuat dia kehilangan keseimbngan.


Yiren mengira, dia sudah tengkurap di lantai, nyatanya tidak. Dia berhenti di depan dada bidang seorang pria sepertinya datang menjadi penyelamat.


Curi-curi pandang, dan Yiren mengerjapkan mata setlah memastikan itu adalah bosnya.


"Cepat, saya tidak sudi menjadi penahan lebih lama," ucapnya.


Yiren segera berdiri dengan baik lalu tersenyum kikuk.


"Maaf pak, aku permisi dulu."


Berlalu dari hadapan Bayu, ternyata Bayu mengulas senyum kemudian mengikuti Yiren.


 


"Mama, mama. Kita tidur bareng Papa yuk?" ajak Viola.


Yiren menelan saliva miliknya saja terasa sangat susah, tenggorokannya perlu untuk di basahi ketika mendengar ucapan itu.


Sedangkan, Bayu dengan tampang songong juga stay coldnya. Seolah tidak mendengar apapun.

__ADS_1


"Papa, mama sama Viola tidur bareng ya malam ini. Viola mohon, banget. Viola kangen tidur bertiga," jelas Viola.


"Em, begini Viola. Mama sama Papa kamu itu, .


 


 


Pokoknya, semalam. Berhasil buat Yiren jadi gugup saat ketemu Bayu. Apa lagi, semalam tangan Bayu sengaja membangunkan Yiren. Nyatanya, Yiren sempat tertidur juga di ranjang itu. Sial ataupun untung, yang jelas Bayu sudah mengacaukan mimpinya.


Untuk bertemu di meja makan saja, Yiren hanya diam dan terus menunduk.


Cuma suara dentingan, garfu sama sendok aja. Yang terdengar.


"Viola, mau minum."


Sambil mengulurkan tangannya, tentu saja tidak bisa mencapai gelas.


"Minum, ini."


Keduanya saling memberikan gelas berisi minuman. Mereka, kompak sekali.


"Maaf Pak," Yiren mengalah dan tidak jadi memberikan minum.


"Minum sayang, nih."


Bayu membantu Viola minum. Setelah sembuh dari rasa haus, Viola terkekeh.


"Kenapa?" tanya Bayu.


"Mama sama Papa, kompak banget. Viola rasa, kalian serasi," ujar Viola.


Lagi, dan lagi, Yiren harus mendengar godaan anak kecil ini, dunia anak kecil zaman sekarang emang udah jauh berbeda. Dia seolah, sudah tau. Romansa orang dewasa. Terlebih lagi Viola anaknya memang cerewet, jadi apa saja yang terlintas di otaknya. Akan langsung di tuangkan.


 

__ADS_1


"Mbo darmi, Viola pengen banget punya Mama baru. Dan, Viola rasa Mama Yiren cocok buat Papa. Gimana caranya biar merka menikah," ujar Viola.


"Mula-mula, kita deketin aja mereka. Sampai sama-sama suka. Dan selebihnya pasti mereka mau menikah," usul Mbo darmi


"Caranya? Viola masih anak-anak enggak ngerti mbo." lirih Viola dengan menunjukan pipi gembungnya.


"Aman Non, serahkan pada mbo."Menepuk dada pelan.


 


" Permisi, apa benar ini kantornya. Pak Bayu Gantara?" tanya Yiren pada security yang berada di gerbang.


"Benar, ada perlu apa ke mari?" tanya Security.


"Aku Yiren, baby sitter anaknya. Aku bawa berkas yang ketinggalan di rumah, aku boleh masuk tidak?" tanya Yiren hati-hati.


"O, tentu. Silahkan," suruhnya.


 


"Letakan di situ, dan kamu pulang," kata Bayu.


'Beh, enggak di ucapin terima kasih gitu, udah capek-capek nganterin juga'


Batin Yiren, dia cuma bisa menggerutu di batinya saja. Kalau langsung ke orangnya, bisa-bisa gajinya di potong.


"Ngapain kamu, masih di sini?" tanya Bayu.


Tok ... Tok ...!


"Masuk," suruh Bayu.


Yiren memutuskan untuk ke luar dari ruangan Bayu, dan ia masih sempat mendengar percakpan mereka.


"Bagaimna bisa, meeting akan di mulai tiga puluh menit lagi. Ah sial, skretaris itu mengpa baru bilang sekarang kalau tidak bisa datang," keluh Bayu

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2