Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
SDKB °Menyeramkan°


__ADS_3

...Tolong baca cerita jangan di skip ya, baca aja sampai selesai. terus jangan lupa ya kasih likenya...


Bayu menghubungi Arka untuk bertanya mengenai pekerjaan yang dia berikan itu, apakah ada kendala atau lancar seperti air mengalir.


Semuany berjalan dengan baik, akan tetapi Bayu merasa sedikit aneh dengan suara Arka yang terlihat malas dan penuh kedataran ini. Kenapa sifat keduanya seperti tertukar (?)


[ Kau ada masalah?] tanya Bayu.


[ Aku benar tidak bisa menutupinya darimu,] balas Arka.


[ Bicaralah, aku masih di ruangan kerja. Tidak ada siapapun] kata Bayu.


Bukan hanya seorang wanita saja yang membutuhkan teman curhat, pihak jantan juga berhak. Ya, bedanya mereka kalau curhat hanya membahas perihal yang membuat hati risau. Jikalau betina, sudah curhat langsung meng-ghibah.


[ Ku pahami dirimu, kembali setelah kamu telah selesai dengan tekanan batin dalam hidupmu,] ujar Bayu.


[ Saat ini, rasanya aku ingin memelukmu bos. Kamu sangat perhatian layak seperti kekasih.] Puitis Arka.


[ Jijik saya mendengarnya. ] Bayu mematikan telepon tersebut. Saat, datang salah satu pegawainya yang memberi tau dia jikalau ada seseorang yang ingin masuk ke ruangannya.


Bayu melihat sekilas gadis yang meminta untuk dapat bertemu dengannya ini. Dia yakin pasti gadis ini yang sering menganggu Arka. Akan tetapi, apa tujuannya ke kantor ini(?) Jelas Arka tidak berada di sini, sudah sepuluh hari terlewati.


"Jika kamu tidak memiliki janji, kamu tidak bisa sembarang kesini," kata Bayu.


"Maaf, aku tidak perlu janji segala. Memangnya kamu presiden?" solot Mahira.

__ADS_1


"Berani sekali, kamu bicara seperti itu pada owner di sini?" Kata pegawai yang tidak terima sikap gadis kecil tersebut.


"Soal Arka?" tanya Bayu.


"Ya, kenapa om suruh dia bekerja di luar negeri. Tega sekali memisahkan kami berdua," terang Mahira.


"Pertama, saya bukan om kamu. Apa memisahkan? Arka tidak pernah mengatakan jikalau kamu adalah kekasihnya."


Menatap remeh Mahira, hal itu membuatnya naik pitam dia mengambil sapu yang sedang di pakai oleh office boy dan memukuli Bayu dengan brutal, tidak lupa ia melempar vas kaca dan mengenai lengan Bayu.


"Kau sialan, aku benci orang sepertimu. Kamu membuat kekasihku jauh dariku," seru nya.


"Satpam segera amankan gadis ini!" seru Bayu.


______


Luka robek di lengan suaminya itu, membuat Yiren geram dengan sikap Mahira. Belum bertemu saja, rasanya dia ingin menjambaknya.


Dokter telah menjahit lengan yang robek itu, terdapat enam jahitan di sana. Tak begitu banyak, tapi ini insiden kriminal yang telah terjadi.


"Kenapa kamu tidak lapor polisi saja, dia harusnya di penjara mas. Kamu terluka begini," terang Yiren.


"Tidak perlu, hanya masalah kecil sayang. Ini juga akan sembuh," kata Bayu.


"Kecil kamu bilang, ini robek sampai di jahit mas. Ini keterlaluan namanya. Mahira itu berbahaya sekali, kalau kita biarin dia akan terus melakukan kejahatan mas," terang Yiren

__ADS_1


"Iya, kita akan bicarakan nanti. Kasian Viola di rumah, kita pulang saja sekarang?" usul Bayu tidak ingin membahas hal tersebut lebih lama.


"Sebentar, aku urus biaya administrasi dulu." Yiren pergi.


_____________


"Kenapa? apa aku salah datengin kantornya. Enggak dong Tante, karena aku tau karena bos ka Arka yang buat ka Arka jauh dari aku, pasti nomornya udah ganti itu semua karena bosnya. Aku benci sama bos ka Arka, benci sekali!" Seru Mahira.


"Hal ini yang membuat Arka tidak suka dengan kamu Mahira, kamu selalu menuduh hal yang bukan-bukan. Soal pekerjaan, murni itu kemauan dan memang tugasnya Arka. Jikalau kamu mencintai Arka, kamu harus nya paham," jelas Tante Dwi.


"Paham?! tante yang harus paham sama aku. Aku tau Tante, Tante juga sama kok seperti yang lainnya. Tidak suka sama aku'kan dan selalu mencoba memisahkan kami berdua," tuduh Mahira.


Tante Dwi menggeleng, seperti nya Mahira tidak bisa di ajak bicara dengan baik.


"Sebaiknya kamu pulang, ini sudah menjelang sore. Kamu pikirkan baik-baik apa yang saya katakan," kata Dwi.


"Aku juga mau pergi, ingat Tante besok aku akan ke sini lagi. Tante harus memberikan aku nomor ka Arka bila tidak, Tante akan tau akibatnya. " Seringai Mahira cukup menakutkan.


_________


"Apa aku bilang, gadis itu cukup berbahaya. Aku sudah mengetahui hal ini," ucap Arka setelah ia mendapat kabar buruk dari Tante nya. Bosnya tidak mengatakan apapun mengenai sesuatu yang telah terjadi.


Arka merasa bersalah, karena dirinya membuat bosnya dapat masalah.


Hari ini dia akan kembali ke negara kelahiran untuk bertemu dengan Mahira dan membahas yang perlu di bahas .

__ADS_1


__ADS_2