Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
SDKB ° Akan di tandai°


__ADS_3

"Ada apa ka Arka? kenapa kamu di sini?" tanya Mahira.


Menghabiskan bensin dengan berkeliling kota, tidak tau akan kemana yang terpenting dia bisa melupakan kejadian yang seharusnya tidak terjadi padanya.


"Kenapa kamu selalu menggangguku? aku hanya ingin sendiri, paham?!" bentak Arka.


Membuntuti arah dan tujuan Arka itulah yang telah dilakukan oleh Mahira. Dia perempuan yang nekat dalam melakukan sesuatu.


"Aku akan mendengar ceritamu," kata Mahira.


"Kamu bukan siapa-siapaku. Pergi, atau kau mau lihat aku menceburkan diri ke sungai itu," ancam Arka.


"Ya, ya. Baiklah aku tak akan bicara lagi."


"Pergi!"


_______________


"Anak jaman sekarang emang begitu ya mas, bikin merinding banget."


Yiren menggosok lengnnya, usai mendengar cerita lengkap dari Bayu bagaimana ketidaknyaman nya Arka di dekati oleh Mahira tersebut.


Mereka sama-sama kasian dengan posisi Arka sekarang, dia seperti tidak bisa melakukan suatu yang bebas karena gadis itu.


"Aku rasa, jikalau Arka mau. Kita cari saja dia jodoh mas," usul Yiren.


"Arka tidak ingin menikah," ucap Bayu.


"Apa dia tidak normal mas?" tanya Yiren.

__ADS_1


Tidak salah bukan, menebak hal itu. Karena semua manusia di dunia ini pastinya ingin memiliki pasangan hidup, sementara Arka di usianya yang sudah matang tidak mau menikah patut di curigai.


"Bukan sayang, dia hanya trauma dengan pernikahan kedua orangtuanya. Dia juga tidak terlalu percaya dengan kesetiaan wanita, menurutnya tidak ada yang setia. Karena ibunya sendiri berselingkuh dulu," kata Bayu.


"Ooo, berat pastinya. Aku kira dari sikapnya yang ceria itu dia tidak memiliki masalah. Rupanya dia bisa menutupi semua nya dengan baik," kata Yiren.


"O,ya. Kamu bilang kamu akan reuni dengan teman sekolahmu. Kapan itu?" tanya Bayu.


"Itu lusa mas, kamu jadi ikut'kan mas?" tanya Yiren.


Bayu mengangguk pasti, lagi pula dia juga tidak akan absen untuk memperkenalkan diri sebagai suami dari Yiren ini. Agar, teman-teman Yiren tidak meremehkan istrinya lagi. Tentunya, dia sudah tau kisah Yiren dan beberapa temannya yang sering mengejek kasta Yiren. Pasti, Bayu akan tampar mereka dengan sesuatu yang mengejutkan jikalau mereka berani membuat Yiren bersedih kala mengingat status keluarganya dulu.


"Jam berapa?" tanya Bayu akhirnya membuyarkan lamunannya tadi


"Jam sepuluh pagi mas," jawab Yiren.


_________________


"Hidup sialan!" makinya.


Grrreng!


"Aduh, sakit. Siapa si yang ngelempar kaleng ini." Ringis wanita dan memijat keningnya.


Mencari si pelaku, dan di temukan. Ia menghampirinya.


"Woi, Lo. Sengaja ya nendang kaleng ginian bikin jidat gue lebam, nyari ribut Lo sama gue!" hardiknya.


"Saya minta maaf, pergilah jangan menambah masalah dengan saya," kata Arka.

__ADS_1


"Bukan hanya Lo yang punya masalah di dunia ini, jangan sampai masalah Lo yang bikin dunia bermasalah karena Lo," kata wanita ini lagi.


Prak!


Kaleng tersebut wanita itu lemparkan ke dalam tong sampah. "Jaga kebersihan itu penting," ucapnya lagi.


"Kenapa anda duduk di sebelah saya?" tanya Arka.


"Anggap aja gue enggak ada, lagian ini tempat umum. Bebas dong, " kata wanita itu lagi.


"Saya saja yang pergi, jika anda masih ingin di sini." Arka memutuskan untuk pergi.


"Silahkan," balas wanita itu.


Tunggu dulu, harusnya'kan pendatang yang pergi. Ini justru sebaliknya. Padahal ini tadi kode agar wanita itu yang pergi, ternyata malah dia yang harus pergi. Ini bagaimana konsep nya?


Pemikiran sedang kalut, di tambah juga dengan keadaan sekarang. Lebih baik dia pergi saja, dia menepuk jidatnya mobilnya kehabisan bensin.


Memutuskan bermalam di dalam mobil, pada ke esokan harinya dia terjaga karena sebuah ketukan di kaca mobil.


'wanita itu, mau apa lagi dia?' pikir Arka.


"Buruan woi, buka!" serunya karena Arka belum membuka kaca mobil.


"Apa lagi? Anda tidak juga pergi semalam?" tanya Arka.


"Dompet Lo, terjatuh di bawa kursi. Udah gue pake beli makanan, makasih ya traktirannya." Melenggang pergi.


"Et, pencuri. Saya enggak tau ya kalau kamu berani ambil uang saya seperti itu. Kembalikan!" seru Arka.

__ADS_1


"Buset, lima ratus ribu?" tanya Arka pada dirinya sendiri. Dia, ingat betul uang cash yang ada berkisar tujuh ratusan. KTP, Kartu ATM, kartu debit dan lainnya masih aman.


"Saya tandai kamu," kata Arka lalu memotret wanita yang kebetulan mengarah padanya.


__ADS_2