Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
SDKB - Teman Tapi Mesra -


__ADS_3

Tidak pernah di inginkan oleh Yiren, dia akan bertemu dengan Rina di pusat perbelanjaan seperti sekarang ini.


"Hei Yiren. Apa kabar?" tanya Rina.


"Baik," balas Yiren.


Selagi wanita tersebut berkata dengan baik, maka dia juga bisa merespon dengan baik pula. Yiren mengikuti alur yang dibuat oleh Rina ini.


"Kenapa kamu seperti kurang sosial, masa kamu tidak ada kegiatan di luar rumah, tidak bosan jadi babu suami dan anak angkatmu itu?" tanya Rina.


"Tentu saja tidak, aku adalah istri yang paling beruntung di keluargaku. Karena mereka tidak bisa jauh dari diriku, tentunya suamiku yang paling mencemaskan ku. Dia sangat takut membiarkan aku masuk ke dalam kelompok tikus besar seperti kamu contoh nya, aku duluan ya." Meninggalkan Yiren membawa bahan belanjaan nya ke kasir.


Rina mendengus kesal, dia selalu saja terkalahkan. Kenapa juga, Yiren selalu bisa mengalahkan dirinya. Apa dia memang takdirkan untuk merasakan kekalahan ini, tidak terima dengan semua ini. Dia menyusul Yiren yang sudah menyimpan barangnya di bagasi mobil.


"Yiren, aku belum selesai bicara denganmu. Kenapa kamu pergi begitu saja?" tanya Rina.


"Kau ini ingin apa? apa kau tidak lelah mencari masalah denganku. Rina sebenarnya aku tidak mau ribut dengan mu, jadi sebaiknya kau pergi jauh-jauh jalani hidup kita masing-masing," kata Yiren.


"Ya baiklah, aku tidak muda menerima kekalahan ku. Mungkin aku bisa merubah semua itu jika kita punya kesepakatan. Bagaimana kalau kamu ikut dalam sosialita di grupku," ajak Rina.


"Sudah jelas bukan, kalau ku tidak berminat. Aku tidak takut di bilanh asosial oleh siapapun. Lagi pula, aku lebih suka mengurusi anak dan suamiku di rumah," kata Yiren.


"Padahal seru lho, bisa pergi bersama teman-teman. Kamu pasti butuh refreshing sedikit. Coba pikirkan lagi, tikus besar seperti kami juga ada kalahnya menyenangkan," terang Rina.


'Rupanya merayuku dengan tipu daya ini, aku tidak akan terbujuk oleh bentuk apapun'


"Aku harus pulang, " kata Yiren.

__ADS_1


"Dasar sombong."


Yiren tidak menanggapi ia hanya langsung masuk mobil dan meninggalkan arena pusat perbelanjaan itu.



Berbeda dengan suasana hati Rina, karena Mahira mendapatkan beberapa momen spesial menurutnya. Di hari pesta ulang tahunnya semalam, setidaknya ada beberapa moment yang pastinya sangat membahagiakan dia.


Papanya mengira dia dan Arka memiliki suatu hubungan yang spesial, Mahira tidak menyisakan kesempatan itu. Sehingga, dia mengakui jikalau mereka memang punya hubungan. Arka semalam ingin membantah namun, tidak pernah diberi kesempatan oleh Mahira.


Atas kejadian semalam, Mahira kembali mengusik kehidupan Arka. Terlebih, Arka sekarang memang hidup sendiri di apartment nya.


Selama ini Mahira sudah mengetahui alamatnya, hanya saja dia menunggu waktu agar ia bisa mengunjunginya.


Seperti sekarang, adalah waktu yang tepat baginya. Mahira sebenarnya tidak terlalu perduli dengan orang lain, apa bila menyangkut dengan Arka dia ambisius.


Arka yang hendak makan di luar, sangat terkejut ketika membuka pintu hadir seorang wanita yang tidak lain melainkan Mahira.


"Kamu buntutin saya, sampai tau apart saya?" tanya Arka.


"Bisa jadi," kata Mahira.


"Mahira sudah berapa kali saya katakan, jangan menganggu saya lagi. Juga semalam apa itu, kenapa kamu mengatakan jikalau kita punya hubungan. Hubungan sepihak maksudmu?" remeh Arka.


"Terserah kak Arka mau bilang apa, jangan lupa di makan. Tenang saja, Mahira tidak naruh apapun di sana."


Dari pada lama melayani wanita ini, akan lebih baik ia terima saja dan langsung kembali menutup pintu.

__ADS_1


Itu benar dia lakukan.


Anehnya.


Mahira malah tersenyum manis, seraya meninggalkan tempat.


"Semua butuh perjuangan dan usaha, aku tidak akan menyepelekan apa yang sudah aku lakukan, kau harus jadi milik aku Ka Arka, tidak boleh ada orang lain," ucap Mahira.



...|Apa kau sudah makan?|line dari Arin....


...| Ya, aku baru saja selesai. Kamu sudah makan juga?| balas Arka....


...| Belum, aku masih ada sesuatu yang mengharuskan ku menundah makan.| ...


...Melihat balasan tersebut, membuat Arka sedikit khawatir....


^^^| Makan dulu, supaya kamu ada tenaga dan pikiranmu jernih.|^^^




Cukup lama chat dari line tersebut di balas. Mungkin karena pekerjaan yang di tekuninya saat ini, memang sangat menguras energi dalam berpikir. Bagaimana tidak, pesanan busana dalam berbagai jenis dan model harus sesuai dalam permintaan konsumen. Tidak boleh ada cacat sedikitpun.


"Rasanya, aku tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh seperti ini," ucap Arka.

__ADS_1


Belum berstatus resmi saja, dia sudah ingin menyerah. Bagaimana selanjutnya? akan lebih baik jikalau memang Arin cukup di jadikan teman tapi mesra belaka.


Bersambung


__ADS_2