Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
SDKB °Bertemu°


__ADS_3

"Ini benar rumah kamu?" tanya Arka.


"Iya, memangnya kenapa?"


"Tidak apa-apa, sebelum kamu ke luar. Saya minta nomor kamu," kata Arka.


"Oh, boleh." Mengambil ponsel Arka dan menulis angka nomor ponselnya di apk hijau.


"Udah," kata Arin.


"Kapan-kapan boleh dong saya ajak pergi," kata Arka.


'Syukurlah, dia tidak ingat denganku'


"Ya, kenapa tidak?" ujar Arin.


Meninggalkan mobil Arka dan memasuki rumah megah itu. Arka juga menjalankan mobilnya, tak berapa lama dia mencari posisi aman untuk bisa memantau Arin yang dia yakini pasti akan segera keluar.


"Bener kan, dugaanku. Dia itu pasti penipu ulung. Mau ke mana dia pergi lagi, mengaku sebagai desainer segala. Padahal dia ini pencuri," ucap Arka.


Memakai rambut palsu, serta topi dan pakaian seperti preman saja. Ke mana langkah gadis itu pergi di ikuti oleh Arka.


Ternyata dia duduk di tempat waktu itu. Arka tidak akan menghampiri nya sebelum dia menemukan bukti yang kuat.


Tiba tengah malam, ia beranjak dan menuju ke jalan raya.


"Dia perempuan yang tidak benar," yakin Arka, akan tetapi jikalau dia bekerja sebagai pelayan pria hidung belang kenapa penampilan nya seperti itu, siapa pria yang mau menyentuh dia(?)


Beberapa kota besar sering kedapatan dengan berita pembegalan, Arka yakin Arin itu salah satu oknumnya.

__ADS_1


"Gak bener ini, harus di laporkan ke polisi," kata Arka.


Matanya membelak saat, ada beberapa anak kecil yang menangis dan di hampiri oleh Arin itu.


"Mau apa dia ya?" Pikirnya dan memilih mendekat agar bisa mengetahui apa yang sedang terjadi


"Ada apa dek?" tanya Arin.


"Uang hasil kita ngamen, di palakin sama om preman. Jadi kita tidak bisa makan seharian ini," lirih mereka.


"Kalian hanya bertiga?" tanya Arin.


"Di rumah ada orangtua kami yang sedang sakit, pastinya belum makan juga. Lapar," lirihnya.


"Tunggu sebentar ya," kata Arin.


_________


"Kamu senyum-senyum begini, ada apa sayang?" tanya Bayu.


"Aku merasa bahagia mas, kamu tau. Kata Arin si Arka akan mengajak dia pergi jalan, gimana enggak bahagia banget aku gitu," kata Yiren.


"Ooo, untung lah jika sekarang Arka sudah mencoba menata masa depan dengan baik, semoga saja yang baik segera menghampiri ."


"Amin, mas kamu tidak ke kantor?" tanya Yiren.


"Enggak, ini tanggal merah sayang. Libur nasional," ujarnya.


"Oh, begitu mas. Artinya punya waktu untuk ajak aku jalan-jalan dong?" kata Yiren.

__ADS_1


"Boleh, mau ke mana ?"


"Kita tanya Viola dulu, dia maunya ke mana."


Di sinilah mereka, di pusat perbelanjaan kota. Dan, mereka memilih ke Timezone anak di sana banyak permainan anak tentunya. Mereka menemani Viola bermain, kadang keduanya juga ikut bermain sambil membantu anak mereka belajar, karena ada permainan seperti menebak hewan.


Hari yang menyenangkan di lalui oleh keluarga mereka. Gelak tawa mengisi tempat itu, namun pandangan mata tidak bersahabt sedang menyorot Yiren.


"Mbak ada apa?" tanya Mahira.


"Orang yang baru kakak bahas, dia ada di sana. Bikin tambah kesal," kata Rina.


Mengikuti objek yang di maksud oleh kakak iparnya. "Perempuan itu, oh. Dia istri bos yang bertindak sesuka hati hingga buat ka Arka menjauh dari aku, mbak kenal sama dia," kata Mahira.


"Seperti nya kamu terihat tidak senang dengan mereka," tebak Rina.


"Ya mba, saat suaminya suruh ka Arka ke luar negeri waktu itu, dan membuat masalah semakin panjang. Sampai aku tidak di bolehin nemuin ka Arka lagi, aku enggak suka sama dia terlebih suaminya," kata Mahira.


"Ya, mereka emang pembawa masalah. Tunggu aja ada saat nya kita bisa bikin mereka menderita," kata Rina.


Mereka memutuskan untuk segera pergi, sebelum kehadiran mereka di ketahui sungguh keduanya enggak bertegur sapa.


"Syafira, kamu ada di sini. Eh itu anak kamu ya?" tanya Yiren sambil mengelus kepala anaknya.


"Iya bener, Yiren kebetulan kita ketemu di sini aku pengen ngobrol sama kamu. Bisa?" tanya Syafira.


"Boleh," balas Yiren.


Bayu juga sedang menemani Viola naik prosotan yang memang harus di dampingi oleh orag tua.

__ADS_1


_____________


__ADS_2