Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
•SDKB• Di restui


__ADS_3

Bayu segera bergegas ke rumah sakit, setelah mendapatkan informasi jikalau Arka mengalami insiden kecelakaan.


Yiren tidak tau, karena Bayu melihat istrinya begitu nyenyak dalam tidur maka dari itu dia enggan membangunkannya. Lagi pula, dia tidak akan lama.


Begitu tau Arka tidak kenapa-napa. Bayu tidak akan lama-lama berada di ruang serba putih dan bau obat menyengat hidung ini.


"Terima kasih, bos. Sudah datang, biayanya sudah di bayarkan?" tanya Arka.


"Selesai, kamu tenang saja. Kamu bisa pulang jika kamu mau," mata Bayu.


"Keren bos, baiklah. Saya sudah tidak tahan di sini. Bos, saya akan mengganti uang bos jika saya sudah sembuh nanti," terang Arka.


"Tidak usah, hanya saja kamu jaga saja kesehatan kamu. Besok tidak usah ke kantor. Saya tidak ingin di anggap bos yang kejam, " ucap Bayu.


•••


Mungkin pirasat Arin yang begitu kuatnya, hingga dia segera menghubungi Arka. Sayangnya, objek yang ingin ia tuju sudah tidur cukup nyenyak saat ini. Tante Dwi yang sadar, segera menerima telepon itu.


Arin mengetahui keadaan Arka dari Tante Dwi itu. Dan, ia berniat untuk menghubungi Arka kembali pada esok harinya, rupanya. Perbedaan waktu cukup membuat ia harus bisa mengatur jadwal dalam sesi mengetahui keadaan Arka.


Walaupun mereka berdua tidak ada hubungan ikatan cinta, namun. Keduanya masih memiliki hubungan yang cukup baik. Arka dan Arin contoh dua manusia berbeda gender saling nyaman namun, tidak memperdulikan hubungan ataupun status.

__ADS_1


Mungkin bentuk perhatian akan menghilang, jikalau mereka sudah berkeluarga nanti.


Arin menemani Arka sarapan, hanya melalui video call. Arka banyak bercerita tentang pekerjaannya belakangan ini. Layak di anggap sebagai anak yang tengah curhat pada sang ibu. Tentu ya Arin menjadi pendengar yang baik, serta mereka saling bertukar topik agar obrolan keduanya panjang kali lebar.


"Maaf, apa Tante mengganggu?" tanya Dwi di ambang pintu.


Arka menoleh. "Tidak sama sekali, ini Arin kok Tante," kata Arka sambil mengenalkan Arin pada Tante Dwi.


"Oh, dia yang namnya Arin? kamu cantik juga. Keponakan saya memang setampan itu, hingga di kelilingi cewe cantik semua," puji Dwi.


"Halo Tante, saya cuma teman dekatnya Arka saja. Maaf kita belum sempat mengobrol soalnya saya bekerja di new York Tante," jelas Arin.


"Ya, tidak masalah. Zaman dulu begitu susahnya untuk bertatap muka jikalau kita berjarak jauh, sekarang sudah sangat canggih ya," kata Tante Dwi dan di benarkan oleh Arin.


"Arka, kamu suka ya dengan Arin itu?" tanya Tantenya.


"Pernah suka, kenapa?" tanya Arka.


"Sekarang sudah tidak?" bukannya menjawab tantenya terus mengulik perasaan dari ponakan tampan yang jomblonya sudah mendapatkan sertifikat ini.


"Arin bukan jodoh Arka Tante, ambisi kami berbeda, sedangkan dia begitu kekehnya untuk berada di negri orang karena tuntutan kerjaan," jelas Arka.

__ADS_1


"Alasanmu itu, menyimpulkan jikalau keponakan ku ini seorang pecundang saja, jikalau kamu memiliki hati padanya tidak salahnya berkorban'kan, pergi saja ke sana menata hidup jauh dari sini," terang Tante Dwi.


"Jadi, jikalau Arka jauh dari tanah kelahiran tidak masalah seperti itu?" tanya Arka.


"Tentu saja tidak apa-apa, yang jadi masalah adalah jikalau kamu masih sendiri sedangkan orang-orang sudah menggandeng anak semua," sindir Tante Dwi.


•••


"Mas, kenapa Arka belum datang sudah jam sepuluh." Melihat jam di ponselnya.


"Dia memang tidak masuk kantor sayang, di karenakan semalam dia mengalami kecelakaan," jelas Bayu


Berhasil membuat Yiren kaget mendengarnya, dan dia tidak mengetahuinya jika saja dia tidak datang ke kantor ini.


"Kenapa kamu baru beri tau aku mas?" tany Yiren.


"Lupa, aku juga sedang repot saat ini. Lagi pula dia tidak kenapa-napa, hanya luka kecil," ucap Bayu.


"Ooo, syukurlah jikalau tidak apa-apa," kata Yiren.


"Belum jam makan siang, tumben sayang kamu ke mari?" heran Bayu makanya dia bertanya seperti ini.

__ADS_1


"He-he iya, aku dari makam kedua orangtua aku, karena aku merasa kangen akhir-akhir ini, obat rindu paling ampuh ya datengin makam mereka mas," jelas Yiren.


__ADS_2