Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
SDKB • Mantan •


__ADS_3

Menikmati waktu berdua di sebuah pulau pribadi, romantis tiada berkira. Dunia terasa milik berdua, benar adanya. Akan tetapi, saat menjelang malam pikiran Yiren menuju Viola anaknya. Untung saja Bayu selalu bisa di andalkan, dan membuang pemikiran Yiren yang tidak akan terjadi itu. Sepenuhnya dia yakin Viola akan di jaga dengan baik oleh Arka. Pasalnya, dulu saat anaknya berumur lima tahun. Ia pernah menitip anaknya pada Arka, semuanya baik-baik saja di karenakan dia adalah seorang yang bertanggung jawab sama seperti dia, maka dari itu dia dan Arka menjalani hubungan bisnis cukup lama.


"Besok, kita. Pulang saja mas." Menatap Bayu.


"Baiklah, kita pulang. Sekarang sudah malam akan lebih baik kamu tidur," usul Bayu seraya membawa istrinya ke dalam kamar.


Hanya dua hari, mereka berada di sana. Awalnya Bayu mengira akan bertahan setidaknya satu Minggu. Rupanya istrinya ini tidak bisa jauh dari anaknya, tidak masalah yang terpenting dia sudah membawa Yiren liburan berdua. Saat istrinya sudah terlelap tidur, ia malah mulai merapihkan koper mereka agar besok tidak keteteran.


•••


"Om, sepatunya Viola mana?" tanya Viola.


"Sepatu, ada di sini. Bisa pakai sendiri?" tanya Arka.


"Bisa dong, om. Viola enggak mau di anterin sama om bodyguarnya. Maunya sama om Arka aja," ucapnya.


"Oke, kebetulan om juga agak siangan ke kantornya ko," kata Arka.


"Viola!" seru Yiren.


"Lho mama, sama Papa. Bukannya kalian masih liburan?" tanya Viola.


"Tidak bisa lama, karena enggak ada kamu sayang." Yiren menguraikan pelukan dan langsung di sambut hangat oleh Viola.


"Gimana liburannya bos?" tanya Arka.


"Sesuai rencana, kami menikmati liburan anniversary selama dua hari di sana," jelas Bayu.


"Oh gitu bos, keren banget sih. Makin bersinar aja muka," kata Arka.

__ADS_1


"Iyalah, terima kasih sudah menjaga anak saya. Bonusmu sudah saya transfer," kata Bayu.


"Serius bos? wah emang ya bos saya ini yang paling baik sedunia," kata Arka.


"Jadi, cepatlah ke kantor sekarang. Untuk apa di sini?" tanya Bayu.


"Kurang asem, di usir segala. Tadi baru ucapan terima kasih nya saya denger bos. Ole-olenya mana deh," tagih Arka.


Bayu menunjukkan Otot tangannya. "Mau ini?!"


"Enggak bos, becanda. Aelah ... bos selalu serius gitu ah, ya sudah saya berangkat deh."


•••


"Siapa dia Tante?" tanya Arka.


"Oh, dia Angel dokter pribadi Tante." Menunjuk dokter tersebut.


"Angel? seperti tidak asing di telingaku tante.


"Jelas, dia kan mantan kamu waktu SMA, coba di ingatkan lagi." Tampak Tante Dwi meledeknya.


"Astaga, Angel. Widih, sampai enggak kenal sama kamu lagi. Gila bener vibes dokternya lain," kata Arka.


"Thanks," balas Angel singkat.


"Tante juga baru ketemu Minggu lalu, terus Tante takut asam lambung suka kumat. Jadinya, Tante minta nomor dia saja karena Tante tau dia anak yang baik buktinya siang ini dia datang," jelas Tante Dwi.


"Sama-sama Tante. Kurangin makanan mengandung asam ya juga pedas, rutin minum air hangat kukuh. Itu saja, obatnya bisa di tebus di apotik terdekat. Permisi," jelasnya lalu beranjak dari rumah Tante Dwi.

__ADS_1


•••


"Apa kita bisa mengobrol berdua?" tanya Arka.


"Tidak," balas Angel.


"Hanya dua menit saja."


Angel hanya diam di depan Arka, sehingga Arka dapat menyimpulkan jikalau dia di izinkan untuk bicara.


"Kamu keren Angel, jadi dokter sekarang."


"Biasa saja."


"Baiklah, ada waktu untuk makan siang denganku kapan-kapan?" tanya Arka.


"Waktumu sudah selesai, aku harus pergi sekarang."


"Angel, kau sama sekali tidak memiliki kemampuan mengabaikan diriku seperti ini, ingat dulu. Kamu mengejar diriku," jelas Arka.


Angel mengangkat jari manisnya, tersemat cincin di sana.


"Kau sudah menikah?" tanya Arka.


Mampu membuat Arka tersadar akan batasannya, niatnya tadi untuk membuat Angel berdebar, eh. Malah dia yang berdebar.


"Iya, aku bahkan sudah memiliki anak saat ini. Jangan mencoba mendekati wanita yang telah berstatus istri orang," jelas Angel seraya pergi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2