Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
(SDKB) Bikin cemas


__ADS_3

****


Brakk!


"Apaan tadi, bos?" tanya Arka.


Benar tidak di sengajai, kap mobil milik Bayu telah menabrak pengendara motor yang sering masuk trending di televisi, Yups! emak-emak. Tanpa, ada memberi kode dia langsung berhenti di tengah jalan alhasil, membuat Bayu menabrak belakang motornya, tubrukan mesin ini, memang tidak terlalu keras, namanya memiliki itikat baik. Bayu segera berhenti dan menghampiri emak-emak si pemotor itu.


"Waduh ini rusak. Bapak mesti ganti rugi sih,"ujar Emak ini setelah memeriksa keadaan belakang motornya.


"Mohon maaf ibu, ibu yang salah. Berhenti di tengah jalan. Ini masih beruntung bos saya menjalankan mobil dengan pelan," terang Arka


Mana bisa Arka ingin mengalah, jelas saja dia mengerti bagaimana kejadian itu terjadi.


"Kamu ya, masih muda sudah berani melawan orang yang lebih tua seperti saya ini?!" Serunya sambil tolak pinggang dan mata menyala-nyala pada Arka.


"Semoga ini cukup, maafkan kami Bu. Sudahlah Arka kamu tidak boleh seperti ini padanya," ucap Bayu setelah memberi nominal uang cas pada si ibu pemotor.


Sikap arogannya meredup ketika melihat beberapa uang merah bergambar Bapak Ir Soekarno tersebut. Seakan tiada masalah lagi.


"Terima kasih ya, begini. Ini baru anak muda penerus bangsa," ujar ibu tersebut.


Bayu tersenyum." Lain kali, jika mau berhenti jangan di tengah jalan lagi Bu, bisa membahayakan orang lain juga ibu. Jika memang mau berhenti tidak ada salahnya memberi sen kiri lalu perlahan ke pinggir," terang Bayu.


"Eh, iya. Iya baiklah," balasnya.


......................


...----------------...


Betapa cemasnya Yiren ketika mengetahui masalah yang telah menumpah suaminya itu. Yiren banyak bersyukur hal buruk terhindarkan, dan berharap semua itu tak akan terulang kembali lagi.

__ADS_1


"Kamu bangga sama kamu mas," ucap Yiren.


"Kenapa?" tanya Bayu.


"Kamu itu memiliki jiwa malaikat, mana ada orang yang mau di anggap salah padahal kenyataannya kamu itu benar, aku ngerasa Tuhan sayang sama aku hingga dia menyatuhkan kita berdua," kata Yiren.


"Kenapa bisa begitu?" terus saja bertanya, Bayu memang tidak terlalu peka terhadap rayuan ataupun puitis cinta dalam bentuk apapun.


"Maksud aku itu, Tuhan sayang sama aku jadi dia itu selalu bikin aku bahagia salah satunya dengan menjadi istri kamu, terus aku'kan tau sikap dan perilakumu gimana, dan. Aku semakin tau, kamu itu orangnya baik juga bikin aku seneng ya karena itu, begitu mas. Ngerti enggak?" jelas dan di akhiri oleh pertanyaan.


"Enggak." Menggeleng.


"Tau ah, kadang aku meragukan bakat kamu jadi bos mas. Kamu bego kadang," ucap Yiren.


Cup!


"Eh, kok aku di cium?!" seru Yiren


"Modus," cibir Yiren.


...----------------...


...----------------...


Mengetahui jikalau, Arka merupakan seorang mantan mahasiswa di pakultas yang paling di incari oleh Mahira. Membuatnya semangat dalam mendekati Arka selain dia mendapatkan saran yang baik agar bisa di terima di fakultas tersebut sekalian juga melancarkan aksi pendekatan yang telah terjadi tiga tahun silam ini.


Betul sekali, Mahira sejak kelas satu SMA sudah mendekati Arka sampai saat ini dia yang telah berstatus mantan murid di SMAnya dan saat ini sedang memilih menuju ke jenjang yang lebih tinggi.


"Kamu perhatikan tidak, apa yang saya jelaskan?" tanya Arka.


"Perhatiin kok, kalau ayang Arka lagi mode baik begini bener-bener seperti," ucap Mahira seraya membayangkan sesuatu yang indah. 'Suami idamanku'

__ADS_1


"Seperti?" tanya Arka.


Arka menjentikan jari di depan mata Mahira, karena berlangsung beberapa saat Mahira bengong. "Kamu sudah tidak fokus lagi mendengar arahan saya?" tanya Arka.


"Engga, bukan begitu ayang. Mahira selalu fokus kok apa lagi untuk fokus ke masa depan kita," jelas Mahira


"Mending kamu, pulang ya. Lagi pula sudah sore ini," kata Arka sambil menunjuk jam.


"Duh, iya. Saking asiknya ayang ngobrol sama Mahira jadi lupa waktu. Mahira besok tes doain ya, semoga aja Mahira bisa lulus," kata Mahira.


"Iya, semangat ya."


"Aaaah!" Mahira berteriak histeris.


"Apa sih kamu ini, bikin orang jantungan saja," ujar Arka.


Mahira memeluk Arka, dan terlihat jelas dia sungguh senang karena merasa di berikan perhatian.


"Ekhem," deheman Tante Dwi membuat Arka mendorong Mahira menjauh darinya.


_


Sepulangnya Mahira, memang jarak di antara rumah mereka terbilang tidak jauh hanya berjalan sekitar sepuluh menit saja.


Tante Dwi mulai menggoda Arka, dan mengatakan jikalau Arka bisa kemakan sama ucapannya sendiri.


"Saya tidak mungkin, bisa suka sama cewe seperti dia," ucap Arka.


"Bukan tipe saya," tambahnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2