
Pada pukul tujuh malam, akhirnya yang di nanti telah pulang ke rumah. Bayu segera mandi, setelah itu ikut menikmati makanan malam bersama anak juga istrinya. Begitu menikmati hidangan tersebut, hanya dalam beberapa menit Bayu meminta untuk di beri lebih banyak nasi serta lauk pauknya.
Tiga puluh menit kemudian, semuanya sudah merasa kenyang. Akhirnya, mbo Darmi mulai kembali bekerja. Yaitu, bergegas membersihkan wadah yang kotor.
"Viola, Papa beli kaset anak-anak terbaru. Kamu mau nonton bareng'gak?" tanya Bayu.
"Boleh Pa, kita coba setel'in sekarang aja," antusias Viola.
Di karenakan Viola sangat gemar dengan belajar sambil bermain, maka dari itu Bayu selalu membeli kaset anak-anak yang berisi kebutuhan belajarnya.
Sambil menyaksikan itu, tengah menjelaskan acaranya. Mereka juga mengikuti jejaknya juga, seperti saat ini mereka menyiapkan kertas dan mengikuti tata cara dari televisi itu untuk membuat sebuah karya.
•
Menepuk pelan bokong Viola, membuat ia semakin nyaman akan dekapan sang Papa. Merasa putrinya sudah tidak terusik oleh apapun lagi, perlahan Bayu membawanya ke dalam kamar.
"Selamat malam, tuan putrinya Papa," kata Bayu.
Meninggalkan kamar Viola. Teringat akan pekerjaan yang ia rasa belum dia cek ulang, hingga dia memutuskan untuk segera ke ruang kerja di rumahnya. Memang, sudah tersedia di dalam rumah tersebut.
"Sayang," panggil Bayu.
Mungkin suaranya rendah, hingga tidak mendapatkan respon dari istrinya. Bayu memutuskan untuk menuju sang istri yang ternyata tengah membaca majalah di kamar.
"Sayang, tolong siapkan kopi jangan kasih gula. Kamu sudah manis soalnya," kata Bayu.
__ADS_1
"Hih, paling bisa suami aku ini. Iya mas, kamu ada kerjaan ya?" tanya Yiren.
Bayu mengangguk. " Mas tunggu di tempat kerja," peringaatnya seraya ke ruang kerja lagi, sementara Yiren ke dapur gunanya membuat kopi yang telah di request oleh suami tercinta.
Membuat kopi dan di tambahkan sedikit garam, di percaya supaya tahan kantuk yakni menambahkan kopi dengan garam sedikit saja,
Membawanya dengan segera ke ruangan sang suami, Bayu sangat berterima kasih, dia menjadi lebih merasakan kebugaran dalam tubuhnya dan bisa lebih berkonsentrasi dalam bekerja. Di perkirakan akan menghabiskan setidaknya satu jam waktunya di sana.
"Kamu masih di sini?" tanya Bayu
"Nungguin kamu," balasnya.
Saking fokus dengan pekerjaan nya, sampai istrinya saja tidak dia ketahui di mana sejak tadi dia berdiam di sana. Hingga, pekerjaannya selesai.
"Aku sudah slesai, ya sudah. Kita ke kamar saja," ajak Bayu
Tanpa membuka suara, Bayu segera merendahkan tubunya dari Yiren hingga dengan gerakan cepat Yiren melompat ke punggung suaminya itu.
•
Tante Dwi dan Hardi sudah mulai berbaikan, terlebih lagi. Arka yang sudah tidak ada di rumah.
Hardi kembali berpamitan untuk tugasnya yang mengharuskan dia ke luar negeri, Dwi memaklumi semua ini. Dia hanya berpesan agar suaminya selalu menjaga diri serta hatinya.
Menikah selama lima belas tahun, namun sayang. Tuhan tidak memberikan kepercayaan itu, apa lagi keduanya mengalami suatu masalah.
__ADS_1
Rasa sedih kadang kala menyelimuti hati Dwi, tetapi. Tidak ada tempat bagi ya untuk mencurahkan seluruh isi dalam hatinya. Karena itu, dia sering menulis kata-kata melalui akun sosial medianya.
•
"Datang ya, ka Arka. Ini pesta ulang tahun aku, yang ke delapan belas tahun," ujar Mahira.
"Kalau ada waktu," balas Arka.
"Acara nya malam Minggu, jadi. Ka Arka tidak akan takut besoknya kerja'ko," bujuk Mahira.
"Maksa banget kamu, akan saya pertimbangkan. Jikalaupun saya mau," kata Arka.
"Aku tau Kaka akan datang," kata Mahira dengan tingkat kepedeannya tinggi.
Setelah itu Mahira meninggalkan Arka, yang merasa sangat jengkel sejak tadi ada wanita tersebut. Dia membuang undangan tersebut ke dalam tong sampah yang berada di sampingnya. Memutuskan untuk masuk ke dalam kantornya, karena acara makan siangnya telah usai.
"Aku tau, jika hal ini akan kamu lakukan. Cuma, kamu pasti akan datang. Aku menunggu kamu," kata Mahira sebelum benar menyuruh supirnya mengantar ia pulang.
Kecewa pasti, tapi dia lebih bisa meyakini hatinya karena Arka akan datang ke pesta ulangtahunnya.
"Sekeras apapun, bentuk penolakan kamu maka semakin kuat aku Arka," katanya lagi.
•
Setidaknya Arka memang membaca waktu acara ulang tahun itu, dia telah bertukar balasan dengan Arin. Karena Arin merasa tiada masalah dengannya. Sehingga dia pikir, jikalau Arka ingin pergi silahkan saja, lagi pula dia punya hak apa melarang pria ini. Mengetahui semua itu, Arka memutuskan untuk datang ke pesta Mahira. Di sana, tidak terlalu ramai karena hanya ada keluarga Mahira.
__ADS_1
Terdiri dari Orangtuanya, serta kakak laki-lakinya bersama seorang istri, juga pembantu di rumah itu.
Bersambung