
"saya terima nikahnya, Yiren Maharatu binti almarhum Sanjaya, dengan 50 gram emas serta seperangkat alat sholat di bayar. Tunai!" lantang Bayu.
"Bagaimana para saksi?" tanya pengulu pada para saksi yang hadir.
"Sah!"
"Sah!"
Semua berucap syukur lalu berdoa untuk pernikahan mereka. Semua berjalan sesuai harapan, setelah itu kedua mempelai di suruh untuk mneyematkan cincin. Dan, menanda tangani berkas.
Tidak terlalu mewah pernikahan mereka di adakan, hanya biasa saja. Itu keinginan Yiren sendiri.
Bahkan pesta resepsi juga, hanya di adakan hingga sore hari.
Viola tidak berhenti mengungkapkan rasa senangnya, karena? sekarang Yiren resmi menjadi Mama sambungnya bukan sekedar pengasuh dia saja.
Viola, Yiren dan Bayu sedang bermain game di ruang keluarga. Menemani Viola, yang mulai tertarik dengan bermain game.
"Ehm," Bayu berdehem sambil meraba tenggorokannya terasa sangat kering.
"Mau kopi?" tanya Yiren.
"Biasa juga kamu bikinin," balas Bayu.
"Tunggu sebentar," kata Yiren
Berlalu ke dapur untuk membuat kopi. Bayu, menunggu sambil melihat email masuk ke dalam ponselnya.
"Ini kopinya."
Meletak segelas kopi di atas meja. Kemudian, duduk berdampingan dengan Viola.
"Vio sayang, mau tidur belum?" tanya Yiren.
"Belum Ma, " balasnya.
__ADS_1
"Mama mau istirahat duluan ya, udah mengantuk sekali," kata Yiren berjalan menuju kamar tamu.
"Mau ke mana kamu?" tanya Bayu.
"Ke kamar pak. Mau istirahat ngantuk banget," balas Yiren
"Kamu lupa, kamu sekarang istri saya. Jadi kamu tidur di kamar saya," jelas Bayu.
"Iya Mama, sekarang Mama tidur bareng sama kita." Viola melirik Yiren.
"Sekarang Viola mau bobo juga," sambungnya.
---
Yiren tertidur mungkin karena kelelahan, begitu juga dengan Viola. Mereka berdua sama-sama saling memeluk.
Tampaknya, Viola begitu nyaman dalam dekapan Yiren hal itu membuat Bayu merasa terharu, ini yang sudah lama ia dambakan dari seorang wanita. Bukan sekedar mendekati dia saja, akan tetapi bisa dekat dengan Putri kecilnya.
Bayu mengelus pipi Yiren dengan lembut. " Kamu memang idaman pria duda seperti saya,"
Sungguh beruntungnya ia, bisa memiliki Yiren ini, Yiren bisa mengambil hati anaknya beserta dirinya. Dia berjanji akan selalu menjaga dan terus membahagiakan Yiren.
Perusahaan Bayu memang terikat bisnis dengan negara tetangga, seperti Malaysia juga Singapura.
Yiren dan Viola tinggal di rumah.
Karena terbiasa di tinggal pergi, Viola tidak pernah menangis atau memaksa ikut dengan Papanya itu di tambah juga kini, dia sudah ada Yiren Mama kesayangan. Pun pasti akan terus bersama dengannya.
Berjalan tiga hari, kenapa perasaan rindu ini mulai tidak tertahankan.
Apakah ini karena Yiren telah menjadi istri dari Bayu, makanya. Tanpa ragunya rindu itu muncul ke dalam dasar hatinya.
Yiren dan Viola sering bertukar kabar pada Bayu melalui digital, laptop,notebook ataupun ponsel.
Guna melepas rindu yang ada.
__ADS_1
- Mas, kapan kamu pulang?- tanya Yiren. Sudah lama sekali dia ingin menanyakan perihal ini.
- kenapa? kangen ya?- tanya Bayu juga.
Pipi Yiren memerah tidak bisa di sembunyikan sama sekali. Yiren mengangguk, langsung di ledeki oleh Viola.
-Tuh Pa, cepetan pulang. Ya!- teriak Viola.
-Ya, selesai. Akan segera pulang. Kalian mau di belikan ole-ole?- tanya Bayu.
-Beliin makanan sama mainan banyak.- Menatap tajam pada layar laptop itu.
-Kamu ingin apa?- tanya Bayu pada Yiren.
-Enggak ada mas.- Yiren menggeleng.
Bayu tersenyum tipis.
-Kenapa tersenyum?- tanya Yiren.
-Apa ada larangan untuk tersenyum?- balasnya.
Yiren nyengir, benar juga sih. Siapa yang melarang untuk tersenyum.
-Jaga diri kalian di rumah, tunggu saya kembali,- ucap Bayu.
-Kamu juga Mas, jangan lupa makan ya?- peringat Yiren.
-Terima kasih sudah memperhatikan saya, kamu juga sayang- ucap Bayu.
Yiren menutup laptopnya.
Ia meraba pipinya seperti benar-benar kepanasan sekarang
Bersambung
Tinggalkan Like nya Kak
__ADS_1
Kasih Vote/Gift juga