Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
SDKB • Di sengat serangga•


__ADS_3

Seharusnya, pria yang mengejar cinta seorang wanita. Ini malah sebaliknya. Siapa lagi wanita itu jikalau bukan Mahira mau badai sekalipun menjadi penghalau rintang, tidak akan menjadi sebuah alasan untuknya pergi dari kenyataan.


Berjuang tanpa merasa lelah, cinta adalah segalanya. Walaupun hanya sepihak.


Arka sampai kehilangan kata-kata untuk menolak wanita itu, di ambang rasa kesal dan juga kasiannya terhadap Mahira. Sehingga dia mencoba untuk menjalani hubungan seperti sepasang kekasih.


Karena sudah memiliki ikatan yang sudah lama di nantikan oleh Mahira, dia tampak bahagia sekali. Dia juga tidak menganggu Arka seperti yang sering dia lakukan. Untuk alasannya, rupanya Mahira merasakan ketidaksukaan nya terhadap Arka. Cintanya menggebu pada saat ia mengejar cinta pria itu, setelah ia dapat mengeyam cinta ikatan berpacaran ini. Membuat dia sadar, dia tidak mencintai Arka dia hanya terobsesi mengejar Arka yang selalu menolaknya. Kini cintanya mulai memudar dengan sendirinya, terlebih saat dia di kampus menemukan beberapa pria tampan dan tidak kalah dari Arka, bahkan ada juga yang lebih dari Arka. Jadi untuk apa lagi Mahira bersama dengan Arka yang niat awal memang coba-coba untuk berhubungan.


"Jadi kamu ingin putus?" tanya Arka.


"Iya ka, aku merasa memang kaka selalu menolak aku adalah keputusan yang benar, karena aku baru sadar aku memang terobsesi hanya mengejar Kaka saja bukan mencintai Kaka seperti yang aku khayalkan selama ini," terang Mahira.


"Tidak masalah, dan aku juga merasa senang karena kamu telah menyadari hal itu. Hidup lah lebih baik Mahira dan jadilah wanita yang berharga," kata Arka.


"Terima kasih ka Arka, semoga kamu segera bertemu dengan orang yang kamu idamkan. Terima kasih untuk status nya selama beberapa hari ini mau menjadi kekasihku. Ya kekasih sementara dalam hidupku," ucap Mahira.



Sebenarnya cerita yang di lontarkan oleh Arka mengandung bawang, hanya saja Bayu dengan sangat kerasnya tertawa.


"Dih, bos. Malah ketawa lagi. "


"Maaf, tapi. Jujur saja melihat caramu berbicara rasanya kamu lucu aja gitu," kata Bayu.


"Wanita itu aneh ya bos, sudah di terima eh kitanya di tinggalkan. Sudah di yakini akan menjadikan satu satunya dalam hidup eh dia malah nikah sama orang lain, kalau begini aku lebih baik hidup bersama bos saja, iya kan bos. Karena bos selalu ada untuk Ku," katanya.

__ADS_1


"Idiiih, kamu yang malah aneh. Jika seandainya kamu akan menerima cintanya Mahira tidak perlu selama itu lah. Mungkin jika aku jadi Mahira aku akan melakukan tindakan yang lebih, contohnya meninggalkan kamu dengan menikahi orag lain, cuma Mahira tidak melakukan nya," kata Bayu.


Ternyata tidak ada yang bisa menjernihkan pikiran seorang Arka yang ada. Dia di buat semakin banyak pemikiran.


"Heh, mau ke mana. Pekerjaanmu menumpuk," seru Bayu.


"Ke toilet!"


"Tumben, pilih toilet di luar ruangaanku. Baper ya?!"


Lalu terdengar tawa Bayu yang besar.



"Mama, mama. Bangun!"


Menemani anaknya bermain, sampai ia malah tertidur di sofa.


"Viola terluka, ini. " Menunjuk lukanya yang tergigit serangga yang menyengat.


"Aduh kasian, kita ke dokter saja. Mama enggak tau apa obatnya sayang, " kata Yiren.



Dokter usai mengobatinya agar membuat telapak tangannya mengecil, jikalau sengatan sudah tidak berfungsi lagi.

__ADS_1


Dokter memberi salepnya juga, agar tangan terasa dingin tidak panas lagi.


Viola selalu merintih jikalau tangannya terasa gatal namun bisa rasakan panasnya jua.


Setelah itu, mereka pulang dan Viola tidak di suruh bermain dulu, sampai sehat tangannya. Berhubung ini adalah tangan kanan, sudah Yiren pastikan dia sementara waktu di liburkan dulu dari sekolah.


"Aduh sayang, kasian banget. Di gigit serangga ya?" kata Bayu.


"Iya Pa, aku tadinya mau ngusir eh dia malah marah sampai gigit tanganku Pa," kata Viola.


Bayu memeriksa tangan anaknya yang sudah diberi obat itu.


"Oh, ya ampun serangga nakal. Ya udah lain kali jangan seperti itu lagi, serangga ya salah paham sama kamu," kata Bayu.


"Iya Papa, terus kata mama besok Viola libur sekolah dlu. Karena tangan ini emang agak susah pegang pensil Pa," kata Viola.


"Nurut kata Mama seperti biasa, karena itu memang harus kamu lakukan sayang. Jika mau cepat sembuh," terang Bayu.


"Pasti pa, makasih banyak Papa juga Mama selalu perhatian sama Viola, Viola bahagia banget," katanya.


"Iyalah, wajar saja. Kamu anak kesayangan kita berdua."


"Peluk!"


Mereka berpelukan hangat.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2