Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)

Si Duda, Kulkas Berjalan ( Duda Meresahkan)
SDKB ° Berkelahi°


__ADS_3

Ayo baca dan beri likenya


"Maafkan, saya bos. Karena saya anda di lukai oleh wanita tidak waras itu. Hah, bagaimana ya bos. Saya sudah sering menolaknya tetapi tidak mempan," kata Arka.


Orang pertama yang dia temui setelah mendarat ke tanah air, yakni Bayu. Mereka sedang menikmati sarapan pagi dan di di kejutkan dengan kedatangan Arka.


"Bukan masalah Arka, nanti saja bahasanya. Kamu ikut sarapan dulu," ajak Bayu.


'Selain tampan, mas Bayu memang memiliki hati yang baik. Tidak ada pencitraan sama sekali,' batin Yiren.


"Benar, Makanlah dulu." Yiren menyodorkan piring.


Di rasa sudah tidak perlu di bahas, karena Bayu juga menganggap itu hanya sepele semata. Arka memutuskan untuk pulang, dan tentunya dia melihat Tante Dwi yang sudah di dorong oleh Mahira sampai membuat nya terjengkang.


"Mahira! Kamu sangat keterlaluan sekali!" seru Arka dan menolong Tante Dwi berdiri.


"Ayang Arka, akhirnya kamu kembali!"


Mahira mendekap Arka dan enggan melepaskannya. Arka terpaksa, mencengram tangan gadis itu dan mendorongnya menjauh.


"Pergi dari sini Mahira, kamu tidak pantas berada di sini. Ku tidak Sudi bertemu dengan kamu lagi," kata Arka.


"Enggak akan, aku rindu sama ka Arka. Aku tau kamu kembali karena kamu juga tidak tahan'kan jauh dari aku, ka Arka kamu emang yang terbaik di hati aku," kata Mahira.


Tidak memperdulikan Mahira, dia segera membawa tantenya masuk ke dalam rumah. Begitu keras kepalanya Mahira, dia tetap berada di teras rumah. Hingga, tibalah mobil sedang yang memasuki arena rumah.


"Siapa kamu?" tanya Hardi.


"Pasti om, suaminya Tante Dwi'kan?" tebak Mahira.

__ADS_1


"Ya benar, dan kamu siapa dan ada perlu apa ke sini," tanya Hardi.


"Om, aku harus mengatakan ini akan tetapi tidak di sini. Om ikut aku, ke sana dulu." Tunjuk Mahira.


____________


Mahira tau, jikalau Hardi suami dari Tante Dwi berada di luar kota selama ini. Dan, ini kesempatan buatnya membuat cerita buaian dan bisa membuat kegaduhan.


"Tidak mungkin istri saya, melakukan suatu yang tidak-tidak bersama keponakan nya sendiri," jelas Hardi.


"Aku tau om setia, akan tetapi om. Tidak dengan istri anda. Aku sering melihat mereka bermesraan di rumah ini. Jikalau om tidak percaya, om lihat saja sekarang. Istri om lebih perduli dengan Arka, bahkan Arka menolakku itu semua karena dia mencintai istri om juga," hasut Mahira.


"Arka adalah anak kakak perempuanya, dia tidak mungkin begitu. Mustahil," kata Hardi.


"Begini saja, bagaimana jikalau om lihat sendiri. Nanti om akan tau siapa yang benar dan salah," kata Mahira.


________


"Terima kasih Tante, Arka juga selalu menyayangi Tante. " Arka memeluk Dwi tentunya Dwi membalas pelukan.


"Ekhem!"


Keduanya melepaskan pelukan.


"Mas, kamu sudah pulang? Aku kangen sama kamu mas," kata Dwi.


"Iya, aku baru saja tiba. Arka ada apa ?" tanya Hardi.


"Tidak ada om, tidak apa-apa. Arka keluar dulu," kata nya sambil pergi dari kamar.

__ADS_1


Mengetahui Arka sudah tidak ada di rumah barulah, Hardi membahas persoalan mereka berdua. Apa lagi, Hardi yang usai mengajak istrinya memadu kasih akan tetapi di tolak oleh sang istri.


"Kenapa mama berubah, tidak seperti dulu lagi. Mama tidak mau melayani suami mama? apa karena selama ini kamu sibuk melayani keponakan kamu?!" marahnya.


Plak!


"Mas tega sekali mengatakan itu, aku ini manusia mas bukan binatang, enak saja kamu bicara begitu!" Bantah Dwi.


"Kamu pikir aku tidak mendengar ucapan kalian tadi, kamu selalu melayani dia di belakang ku. Apa maksudnya jika bukan perihal ranjang, kalian tidak tau malu!"


Apa yang sudah di harapkan oleh Mahira terjadi juga, dia merasa jikalau Dwi adalah dalang dari permasalahan ini hingga dia berniat untuk menghancurkan pernikahan mereka.


Beberapa hari kemudian. Hardi dan Dwi memang sering kali bertengkar di rumah. Arka yang sudah bosan, akhirnya ikut tuurn tangan terlebih melihat keduanya yang sama-sama menghancurkan barang.


"Ada apa dengan kalian! kenapa ribut seperti ini?! apa kalian akan mengikuti jejak ibu dan ayahku!" seru Arka.


Bugh!


"Om, kenapa om memukul Arka?"


"Ini adalah kesalahan kamu, kamu yang membuat masalah dalam rumah ini. Saya tau kamu enggan menikah itu karena kamu suka dengan Tante kamu sendiri. Kamu tidak tau malu!" marah Hardi.


Bugh!


"Maafkan aku Tante, aku tidak terima pitnah ini. Jangan sembarang menuduh sialan!"


Terjadilah perkelahian diantara keduanya, sampai satpam keamanan datang memisahkan mereka.


_______________

__ADS_1


__ADS_2